Rekan2 B2Wers, Team Sepeda Obor Nusantara mengajak rekan rekan B2W yang ingin terlibat sebagai Official atau Mekanik dalam kegiatan tersebut. Saat ini, team masih memerlukan beberapa official dan mekanik untuk melengkapi team yang sudah ada. Kegiatan akan berlangsung antara tanggal 30 Mei hingga 2 September 2008 (3 bulan). Secara umum, jobdesc Official adalah megkordinasikan kegiatan di lapangan antara local bikers, local staff dan panitia nasional. Sedangkan mekanik bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keamanan dan kesiapan sepeda yang akan digunakan selama kegiatan. Syarat : Pria, Usia Min. 20 tahun, Pengalaman perjalanan bersepeda ke luar kota. Apabila di antara rekan-rekan ada yang berminat atau mengetahui di antara yang rekan-rekan kenal dpat menjadi bagian dari tim, sila hubungi Chief Alfa Febrianto by email ke: alfafebrianto@hotmail.com subject : SON Mekanik atau SON Official (sesuai yang diinginkan). Mohon paling lambat diterima tanggal 28 Mei 2008. Terima kasih dan salam berjuta sepeda dari Sabang sampai Merauke! ____________________ +rp Humas B2W-Indonesia =================================================================== Karantina Official dan Mekanikdear team, menindaklanjuti pengumuman yang telah dirilis di milis perihal lowongan official dan mekanik, maka perlu di sampaikan beberapa hal sebagai berikut : Diharapkan keterlibatan yang cukup besar dari teman teman bike to work untuk ikut dalam kegiatan ini, sehingga sense of bike to work nya sudah sangat kentara dibandingkan dengan yang tidak berbike to work sama sekali. Mengenai jadual kegiatan, akan dibentuk sebuah team yang terdiri dari 10 orang, dengan komposisi 5 orang official dan 5 orang mekanik. Yang akan bertugas secara bergantian, dengan schedule rata rata 14 hari bertugas, 7 hari istirahat. Sementara itu, mengenai jenis pekerjaan dan tugas yang harus dilaksanakan kurang lebih sebagai berikut ; Kriteria OFFICIAL, pada prinsipnya adalah Mampu menjalin hubungan dengan local staff, local bikers, korwil. Managerial skill sangat diperlukan, karena akan membuat laporan, mendokumentasikan kegiatan, melakukan kampanye bike to work, dan kegiatan lain yang sifatnya kordinasi dengan panitia nasional maupun dengan pengurus bike to work di jakarta. Kalau kriteria Mekanik : mampu bongkar pasang sepeda dan tiang obor, serta memastikan sepeda dalam keadaan aman dan layak digunakan. Dengan kondisi tugas yang seperti disebutkan diatas, maka perlu dilakukan kegiatan Karantina di Jakarta, yang akan diadakan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni, dengan asumsi tanggal 2 Juni sudah harus berangkat menuju titik keberangkatan. Dalam kegiatan karantina ini, akan dilakukan briefing secara menyeluruh mengenai jadual kegiatan, dan tugas tugas yang harus dilakukan, termasuk melakukan persiapan persiapan keberangkatan. Persiapan yang dimaksud adalah persiapan administrasi, dana, tiket, packing perlengkapan sepeda, perlengkapan kampanye, perlengkapan pribadi, kesehatan, dan lain lain. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga informasi singkat ini dapat membantu rekan rekan semua, terima kasih. komando Alfa Febrianto
 Tidak seperti biasanya, pagi-pagi buta selepas shalat subuh dengan ditemani oleh sepeda "koneng" kesayangan, saya sudah mengayuh sepeda menuju ketempat pertemuan pertama pagi itu diperempatan traffic light Pondok Indah, seberang mantan apartemen Papilon. Tepat jam 0510, belum ada seorangpun yang tampak batang hidungnya sesuai dengan kesepakatan sehari sebelumnya; untuk selanjutnya menuju Gedung Mandiri Club di jalan Mataram, Senopati, Kebayoran Baru -- http://ozy1.multiply.com/calendar/item/10030/Kampanye_Akbar_Pagi. Selang beberapa menit kemudian barulah muncul seoarang pengayuh dari Cinere (maap lupa namanya) dan disusul dengan kedatangan om Benny Mamoedi. Mengingat tugas yang harus dilakukan pagi itu, akhirnya saya ditemani oleh om Benny berangkat terlebih dahulu ke lokasi acara. Dengan kayuhan santai sembari menghirup udara segar pagi, sampailah kami berdua ditempat tujuan.  Singkat cerita, para peserta yang notabene adalah karyawan Bank Mandiri mulai berdatangan diikuti oleh para direksi termasuk Dirut Bank Mandiri - Bp. Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama - Bp. Wayan Agus Mertayasa. Acarapun diawali dengan sambutan dari Ketum B2W-Indonesia - Om Toto Sugito, diikuti sambutan dari Dirut Bank Mandiri. Usai sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan dari B2W-Indonesia atas upaya Bank Mandiri yang berperan aktif dalam menciptakan udara bersih melalui gerakan bersepeda ketempat kerja. Tidak hanya itu, B2W-Indonesia pun menyerahkan 2 buah sepeda edisi B2W kepada Bp. Agus Martowardojo dan Bp. Wayan Agus Mertayasa; sebagai harapan Bank Mandiri sekiranya senantiasa mendukung aksi nyata untuk mewujudkan bersepeda ketempat kerja. Seusainya acara sambutan dan penyerahan sepeda, berangkatlah rombongan sepeda Bank Mandiri beserta jajaran Direksinya menuju kantor pusat mereka di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto. Setibanya di kantor pusat Bank Mandiri, rombongan langsung memarkirkan sepeda ditempat yang telah disediakan sebelum akhirnya menuju arena terbuka di selatan gedung untuk beramah tamah sekaligus sarapan pagi.  " Biru Langitku Jayalah Mandiriku" semoga bukan hanya kiasan belaka, namun justru menjadi awal dari kiprah-kiprah nyata Bank Mandiri selanjutnya dalam rangka mengurangi efek Global Warming serta solusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi. B2W-Indonesia selalu siap mendukung setiap korporasi yang dengan serius mendukung program B2W. Note: Foto-foto diambil dari Blog-nya om Rivo dan om Butegsid.
Foto-foto lainnya dapat dilihat di: - http://sirivo.multiply.com/photos/album/58- http://butegsid.multiply.com/photos/album/49- http://ozzan.multiply.com/photos/album/34- http://rosessbike.multiply.com/photos/album/11- http://swargaloka.multiply.com/photos/album/83- http://rifailyasa.multiply.com/photos/album/247- http://oqdepeku.multiply.com/photos/album/49
Diharian Kompas Minggu, 16 Maret 2008 pada halaman 13; Benny & Mice dengan gayanya yang kocak mengangkat topik Bike to Work sebagai salah satu kondisi sosial yang sedang nge-trend di masyarakat. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan gambar]  Gambar: Courtesy of Kompas.
----- Original Message ----- From: Rivo Pamudji To: B2W Community Sent: Thursday, March 13, 2008 10:02 PM Subject: [b2w] Penting: Info Lowongan Rekan-rekan B2Wers, Sekretariat B2W-Indonesia membutuhkan seorang tenaga administrasi full time untuk menjalankan tata kelola aktivitas kesekretariatan sehari-hari. Untuk itu bagi rekan-rekan yang memiliki teman, kenalan atau saudara yang memenuhi kriteria di bawah ini, silakan bantu untuk mengirimkan lamarannya ke alamat di bawah. Kriteria Wanita, single, usia maksimum 25 tahun; Latar belakang pendidikan D-III dari bidang yang relevan. Fresh graduate D-III dapat dipertimbangkan. Pendidikan SMU atau sederajat akan dipertimbangkan bila memiliki kualifikasi tambahan berupa pengalaman kerja atau sertifikasi kursus atau pelatihan yang relevan (mis. komputer, bhs Inggris, administrasi, dll). Memiliki potensi dan keinginan untuk belajar dan berkembang, serta mampu bekerja baik di bawah tekanan dan dalam kondisi minim supervisi; Mandiri serta memiliki inisiatif tinggi dan mampu bekerja dalam tim; Menguasai bahasa Inggris meskipun pasif; Mampu mengoperasionalkan komputer, minimal aplikasi MS Office dan internet. Bagi pelamar yang lolos kriteria dan diterima dalam posisi tersebut, B2W-Indonesia akan memberikan imbalan berupa gaji yang cukup bersaing. Mohon surat lamaran dilampirkan data diri dan no. telepon dalam CV/resume beserta foto dikirimkan melalui email ke sekretariat( at)b2w-indonesia(dot)or(dot)id - ( sekretariat@b2w-indonesia.or.id ) atau langsung ke Sekretariat B2W-Indonesia di:
Jl. Wijaya I No. 8 Jakarta Selatan No telp. 021.912.66.555
Selambat-lambatnya Jumat, 28 Maret 2008.
Mari kita tunjukkan keperdulian kita terhadap perkembangan aktivitas Bike to Work di Indonesia. Mari kita bantu carikan kandidat yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan komunitas tecinta.
Salam berjuta sepeda
+rp Humas B2W-Indonesia
Pagi ini ketika sedang buka multiply, koq berasa ada yang aneh, uuups ternyata ada pengunjung yang "salah nulis" dibuku tamu ya... :-( Jadinya seluruh Guestbook saya tertutup dengan layer hitam... :-(( Adakah yang bisa dan berkenan membantu saya untuk menyembuhkannya. Terima kasih sebelumnya. Terlampir beberapa snapshot kondisi pada saat "penyakit" diketahui. 
Rekan2 ytc, Dibulan yang suci ini seyogyanya kita lebih mampu menahan diri untuk berlaku sabar, khususnya dalam berdiskusi. Untuk itu akan lebih nyaman apabila penanya memikirkan lebih dulu dengan matang urgensi ( sensitivity & timing) dari pertanyaan sekaligus susunan kalimat pertanyaannya. Disamping itu, mengingat para pembaca tentunya tidak dapat melihat mimik ataupun bahasa tubuh dari sang penanya, maka usahakan pertanyaan2 yang mengarah sensitif disampaikan dengan cara/ bahasa yang sopan. STATUS KEUANGANKondisi arus keuangan kas b2w-Indonesia saat ini adalah minus, karena sebagian besar sponsor belum melunasi biaya sponsor yang telah disepakati; karena menunggu selesainya Laporan Kegiatan dari Panitia. Disisi lain masih ada tunggakan kepada para suppliers dan pengembalian uang pinjaman ( bridging fund) cukup besar dari salah seoran g rekan b2w yang telah berbesar hati. Namun insya Allah, bila semuanya beres, dimana semua tagihan kesponsor telah dibayar lunas dan semua kewajiban sudah diselesaikan; b2w-Indonesia akan mempunyai surplus yang cukup untuk operasional kedepan. Dan ini untuk pertama kalinya sejak berdirinya b2w-Indonesia, kita bisa mempunyai modal sendiri untuk biaya operasional. Karena, selama ini hampir semua biaya operasional adalah hasil "gali lubang tutup lubang". Sekedar diketahui, pada HUT ke-1 tahun 2006, b2w-Indonesia menanggung kerugian sekitar 15jt yang telah diselesaikan secara gotong royong oleh beberapa rekan2 Pengurus/Panitia. Dalam kesempatan ini kami atas nama Pengurus sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka atas keihlasannya menyelesaikan tanggung jawab ini. Terkait dengan pertanyaan salah satu rekan kita mengenai status keuangan b2w-Indonesia, dapat saya jelaskan bahwa kita menganut azas keterbukaan. Dimana didalam AD/ART sudah diatur mekanisme audit keuangan serta proses Pelaporannya. Oleh karena itu bila ada rekan2 yang ingin mengetahui status keuangan silahkan menghubungi Bendahara, nanti akan diundang disalah satu rapat Pengurus untuk melihat Status Keuangan. GELAR PEKERJA BERSEPEDA 2007Atas nama Pengurus b2w-Indonesia, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya tidak saja kepada jajaran panitia yang telah berjibaku dalam persiapan hingga setelah acara berlangsung. Tetapi juga kepada seluruh anggota komunitas b2w-Indonesia mulai dari Aceh hingga Maluku, yang telah secara aktif maupun pasif mendukung hajatan terbesar yang pernah dilakukan oleh b2w-Indonesia -- Gelar Pekerja berSepeda. Tanpa dukungan dan keterlibatan rekan2 semua yang ada dalam komunitas ini, mustahil acara dapat berlangsung sukses. Kepada rekan2 Panitia dalam komando om Dudies, yang saat ini sedang merampungkan tugasnya (menyiapkan Laporan Kegiatan untuk menagih pelunasan para sponsor, pengiriman kaos-kaos ke chapter-chapter b2w-Indonesia); terima kasih atas dedikasi dan kerjasama yang luar biasa dalam menyelenggarakan rangkaian acara selama hampir 1 bulan lebih ini. You are the best ever... SEKRETARIAT.... PINDAHSetelah sekitar dua tahun Sekretariat b2w-Indonesia berkantor di PAC (Pelopor Adventure Camp), Jalan Duren Barat no.5 ; maka diberitahukan bahwa PAC akan segera pindah kelokasi yang baru pada tanggal 1 Oktober 2007 ini.  Dalam kesempatan ini, kami mewakili keluarga besar komunitas b2w-Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada om Alfa Febrianto, manajemen dan sahabat2 PAC atas kerjasamanya selama ini. Apa yang telah diperbuat PAC untuk b2w-Indonesia sungguh tidak ternilai, mulai peminjaman lokasi, ruang meeting dan perlengkapannya, keterlibatan para staf PAC, serta dukungan langsung dalam hampir setiap kegiatan b2w-Indonesia; semua dilakukan tanpa ada pamrih dan imbalan komersial. Tanpa PAC sulit rasanya embrio b2w-Indonesia bisa bertumbuh kembang seperti saat ini, TERIMA KASIH PAC... Saat ini Pengurus sedang berupaya keras mencari lokasi baru untuk sekretariat b2w-Indonesia. B2W-INDONESIA supports UN CLIMATE CHANGE CONFERENCE, BALI Masih belum hilang dari benak kita hebohnya Gelar Pekerja berSepeda 2007, b2w-Indonesia dikomando langsung oleh Ketum, om Toto Sugito sudah disibukan dengan persiapan acara "United Nations Climate Change Conference" di Bali. Dimana KLH bekerja-sama dengan b2w-Indonesia akan melakukan bersepeda marathon dari Jakarta ke Denpasar pada 11 Nop - 01 Des 2007 sembari membawa bendera UN. Selain itu, salah satu program lain yang telah diusulkan oleh b2w-Indonesia adalah, keperluan transportasi para peserta selama berada di Nusa Dua, Bali akan menggunakan sepeda b2w yang disiapkan khusus untuk keperluan ini. Jelas ini adalah event berskala Internasional yang membutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya para sponsor, media dan pemerintah sendiri tentunya. Namun yang tidak kalah penting adalah dukungan seluruh anggota komunitas b2w-Indonesia, khususnya bagi kota-kota yang dilintasi oleh rombongan. Diharapkan para b2w di kota-kota tersebut dapat menyambut dengan meriah ketika rombongan memasuki dan keluar dari kota-kota tersebut. Acara ini diharapkan bisa semakin memperkuat eksitensi b2w-Indonesia dalam partisipasi aktifnya dalam mengatasi Global Warming sekaligus mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung berSepeda nyaman dan aman. Konferensi yang akan dihadiri oleh 189 negara dengan sekitar 5000 peserta, dipastikan mampu menyedot perhatian Internasional khususnya ketika rombongan bersepeda dilepas oleh Presiden RI nanti. Ayo kita buktikan lagi, dengan kebersamaan kita mampu mendukung acara ini.... Demikian penjelasan dan up-date yang dapat disampaikan hingga saat ini. Mari kita bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas udara tempat kita "hidup", sembari terus berjuang agar infrastruktur bersepeda nyaman dan aman bisa segera tercipta. Terima kasih atas dukungan semua pihak, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan... Salam - Ozy (Ketua b2w-Indonesia)
Rekan2 tercinta... Fenomena bersepeda dijalan umum memang akhirnya memunculkan permasalahan yang tadinya tidak mencuat kepermukaan, yang akhirnya menjadi sesuatu yang perlu dibahas. Diantaranya adalah yang sebagai berikut: (1) BERSEPEDA DI JALUR CEPATBersepeda seyogyanya tidak di jalur cepat karena sangat berbahaya, mengingat perbedaan kecepatan yang mencolok antara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor (mobil) yang melintas di jalur tersebut. Makanya, sepeda motor juga dilarang melintas disana. Namun, pada keadaan tertentu, misalnya -- pada saat jalur lambatnya dalam kondisi macet berat dan bersepeda di trotoar juga tidak memungkinkan (baca point.2); maka ada beberapa rekan yang memanfaatkan jalur cepat. Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini, yaitu: - Pastikan anda menggunakan jalur cepat HANYA dikala kondisi jalur cepat dalam keadaan merayap.
- Pastikan anda sudah mahir berkendara sepeda di jalur sempit dan mampu menjaga irama kecepatan.
- Pastikan anda melaju di posisi paling kiri (JANGAN MENYELIP DIANTARA DUA KENDARAAN), dimana ini sering mengagetkan pengemudi mobil. Saya beberapa kali melihat ini terjadi dan dilakukan oleh rekan b2w. Mohon pengertiannya untuk tidak melakukan lagi.
- Bila sedang melaju di posisi paling kiri jalur cepat, lalu terhalang kendaraan didepannya, maka kita HARUS BERHENTI, jangan berusaha untuk memotong/ menyelip. Apalagi sampai naik kejalur hijau antara jalur cepat dan jalur lambat. Belajarlah dari REKAN2 b4w yang sudah dari dulu memanfaatkan jalur cepat dikala memungkinkan, dimana mereka selalu setia diposisi paling kiri.
- PERGUNAKAN LAMPU BELAKANG YANG JELAS, ini sangat penting, mohon diperhatikan.
(2) BERSEPEDA DI TROTOARTrotoar pada dasarnya di sediakan untuk para pejalan kaki, namun dibeberapa negara fungsi trotoar juga dimungkinkan untuk bersepeda, khususnya kala tidak tersedia jalur berSepeda. Untuk kita di sini, di Jakarta, dibeberapa jalan kita memang terpaksa menggunakan trotoar. Dalam kondisi seperti ini kita harus memprioritaskan pejalan kaki, jangan sekali2 mendahului mereka secara meng-kagetkan, melajulah seirama dengan mereka. Jika kondisi trotoar sangat padat jangan segan2 menuntun sepeda anda. (3) BERSEPEDA DI JEMBATAN PENYEBRANGSerupa dengan bersepeda di trotoar, bersepeda di jembatan penyebrang tetap harus memprioritaskan kepentingan pejalan kaki. Namun mengingat kondisi jembatan penyebrang yang beraneka ragam, dan kebanyakan cukup sempit dan ramai, sebaiknya sepeda kita tuntun ketika berada di jembatan penyebrang. Meskipun ada beberapa jembatan penyebrang yang cukup lebar dan tidak terlalu ramai, sehingga masih memungkinkan untuk dikendarai. Pastikan saja selama dijembatan anda berlaku sopan, tidak menyalip pejalan kaki yang ada, tidak membunyikan bel untuk minta jalan, dsb. Demikian himbauan dari kami demi keselamatan dan kenyamanan kita semua termasuk pengguna jalan, trotoar dan fasilitas umum lainnya. Situasi ini terjadi, semata-mata karena belum tersedianya infrastruktur dan aturan hukum yang mendukung, misalya aturan yang jelas (baca:larangan) bersepeda di jalur cepat. Tentu saja, semuanya akan menyesuaikan apabila berSepeda sudah disediakan infrastruktur dan payung hukum yang memadai. Selama ini belum tersedia, mari kita tetap bersepeda dengan tenggang-rasa yang tinggi terhadap pengguna jalan lainnya demi keamanan dan kenyamanan bersama. Mari kita jaga nama baik komunitas b2w-Indonesia ini dengan berempati untuk meraih simpati dari pengguna jalan lainnya. Semoga berkenan. Salam - Ozy (Ketua b2w-ndonesia)
Assalamu'alaikum wr.wb dan salam sejahtera untuk kita semua, Rekan-rekan tercinta yang saya hormati, Mengingat banyak rekan-rekan yang belum dan ingin mengetahui sejarah slogan B2W, berikut ini adalah rangkuman perjalanan ter"PILIH"nya slogan/logo B2W. Organisasi resmi Pekerja Bersepeda Indonesia, terlahir dari dipercayanya formartur Komunitas Pekerja Bersepeda yang diwakili oleh 3T (Taufik, Toto dan Tekad). Tugasnya tidak lain membentuk organisasi yang lebih formal dengan om Taufik Hidayat sebagai Ketum dan om Toto Sugito sebagai Ketua Harian yang terbentuk dibulan Mai 2005. Singkat cerita, menjelang akhir tahun 2005 karena ada kepentingan pribadi, om Taufik Hidayat mengundurkan diri sebagai Ketum. Secara aklamasi pada rapat pleno Pengurus ditetapkan om Toto sebagai Ketua Umum, dan Ozy yang tadinya membantu sebagai Penasehat didaulat untuk membantu om Toto sebagai Ketua. Pelan tapi pasti identitas dalam bentuk keseragaman slogan/logo mulai mencuatkan pemikiran yang lebih matang, kita harus mempunyai keseragaman sikap yang lebih baik. Pada periode kepengurusan inilah kita mulai merasakan pentingnya suatu simbol komunitas yang baku dan standar. Dari sekian banyak usulan logo yang masuk, akhirnya logo hasil karya om Abby Kahuna yang dipilih untuk menjadi standar. Logo ini pulalah yang didaftarkan hak patennya. Pembicaraan slogan yang diwujudkan dalam bentuk logo sebenarnya sudah menjadi bahan diskusi dari awal 2005. Diawali dengan ajakan dari pakdhe Momi untuk bergabung dalam komunitas pekerja bersepeda sekaligus membantu untuk membesarkannya. Mulailah terpikir sarana marketing apa yang bisa dilakukan. Jangan dibayangkan keadaanya seperti hari ini ya..., dimana berbagai bentuk merchandise sudah banyak tersedia, mulai dari jersey, kaos, pin, sticker bahkan biketag. Atas inisiatip pakdhe Momi untuk membuat T-shirt sebagai seragam komunitas, maka saya dibantu oleh rekan yang kebetulan salah satu pendiri Dagado, akhirnya dibuatlah sekitar 160 buah T-shirt dengan dua jenis logo yang berbeda, kenapa tidak standar dan berbeda pula??? Kenyataannya diawal 2005 kala itu, kita memang belum mempunyai logo yang standar. Jangankan logo, slogan yang di-usung-pun belum seragam. Akhirnya dari beragam macam usulan yang dibahas kesepakatan mengerucut pada 2 pilihan yakni "bike-to-Go" dan "bike-to-Work" dan pilihan inilah akhirnya menjadi disain pada T-shirt yang dibuat (lihat gambar terlampir).
 Dalam pembahasan mengenai slogan ini sempat mencuat karena muncul pemikiran bagaimana dengan b2school, b2campus atau rekan2 pekerja yang sudah terlebih dahulu menggunakan sepeda untuk hidup, bike-for-work (b4w). Kenapa tidak pakai terminologi yang lebih generik seperti bike-to-Go agar bisa mewakili keseluruhan pengguna sepeda. Dari hasil browsing di internet, serta pengalaman pribadi dari beberapa rekan yang kebetulan sempat menghirup udara segar ketika tinggal di negeri keju. Akhirnya di "PILIH" dan di"SEPAKATI" untuk menggunakan terminologi "bike-to-work". Hal ini dilakukan semata-mata hanya sebagai PILIHAN mengingat B2W memang sudah menjadi jargon yang lebih dikenal sehingga lebih memudahkan dalam mengkampanyekannya. Memang untuk memudahkan pengertian makna "work" dalam kalimat singkat bike-to-work, disepakati bahwa makna "work" bisa diartikan seluas-luasnya termasuk "work" ke sekolah, kampus, atau apa saja. Lalu salahkah kita kalau kita hendak mempromosikan B2S atau B2C, jelas tidak ...!!!, karena diluar sana program ini juga sudah mulai digalakkan kepada masyarakat. Lalu kenapa kita tidak mulai memasyarakatkan dari sekarang. Sekali lagi ini adalah masalah strategi yang kita pilih dan sepakati, mengingat kita B2S dan B2C membutuhkan pemikiran yang lebih matang dan bertanggung jawab. Jelaslah mengapa komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, secara sadar dan sistematis memang memilih slogan "Bike-to-Work" . Lalu, kenapa kita tidak mengikuti saja strategi yang ada dinegara maju? Perlu diketahui, tidak seperti kebanyakan negara-negara yang sudah sukses menerapkan program berSepeda sebagai sarana transportasi dengan membangun infrastruktur bersepeda yang memadai, sehingga bersepeda menjadi aman dan nyaman. Dimana negara-negara tersebut membangun infrastruktur bersepeda dengan inisiatif dan dukungan kuat dari pemerintahnya. Katakanlah seperti Belanda yang akibat dari krisis BBM sekitar 40-50 tahun yang lalu, lalu pemerintah Belanda akhirnya mengeluarkan undang-undang serta peraturan terkait agar orang mau untuk menggunakanan sepeda sebagai sarana transportasi, dibarengi dengan dibangunnya sarana dan prasarana untuk berSepeda yang aman dan nyaman. Demikian juga demikian kota Bogota, akibat dari kemacetan yang demikian parahnya, akhirnya pemerintah kota Bogota berinisiatif merubahnya dengan menggalakan sarana angkutan umum dan bersepeda yang nyaman dan aman. Satu hal yang perlu dipahami, sekalipun kegiatan kampanye terkesan banyak menggarap masyarakat di level eksekutif, ini hanyalah strategi taktis untuk mempercepat program getok-tular. Diharapkan keterlibatan mereka akan memudahkan bagi karyawan dibawahnya mendapat dukung baik moril maupun prasarana parkir sepeda dan kamar mandi. Jadi jelas strategi yang kita pilih untuk menggalakan program B2W ini tidak membatasi siapa saja yang bisa terlibat, baik itu pekerja kantoran, pekerja pertokoan, pengusaha, buruh, pelajar, mahasiswa dan sebagainya. Hal ini penting untuk dimengerti agar kita semua berusaha terus meningkatkan value dari komunitas B2W itu sendiri dalam satu kebersamaan, dan terbukti berhasil dengan mulai "melek"nya pejabat mulai dari level menteri hingga pemkot/pemda maupun dari level CEO hingga karywan biasa untuk melakukan aktivitas bersepeda ke tempat kerja. Bahkan tidak sedikit mahasiswa/mahasiswi serta adik-adik yang masih dibangku sekolah berpartisipasi aktif dalam progam B2W ini. Dengan semakin diakuinya eksistensi B2W-Indonesia, semakin besar fungsi tawar kita dan semakin cepat pula kemungkinan akan terwujudnya cita-cita yang kita canangkan, yakni terciptanya JALUR SEPEDA yang nyaman dan aman. Jika impian di atas sudah menjadi kenyataan, barulah kita mulai berkampanye untuk B2S dan B2C seperti yang saat ini tengah digaungkan oleh negara-negara yang sudah beberapa langkah didepan kita. Namun untuk saat ini, saya menghimbau kepada rekan-rekan semua agar untuk bersabar, jika saatnya sudah tepat mari kembangkan program B2S dan B2C. Semua yang kita lakukan seyogyanya adalah suatu pilih an, bukan masalah mana yang benar atau yang salah, jika dalam perjalanannya dirasa ada yang lebih efektif dan optimal, mari kita diskusikan secara bijaksana dan sepakati yang terbaik. Semoga penjelasan singkat ini bisa memberi kejelasan kepada kita semua, agar kita bisa tetap bersatu dalam menggapai cita-cita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan berSepeda. Apalagi sich yang bisa kita tinggalkan untuk generasi muda mendatang dari negeri tercinta Indonesia ini ... Salam – Ozy Ketua b2w-Indonesia
Setelah merenung sejenak apa yang sudah dilakukan oleh b2w-Indonesia pada paruh awal tahun 2007 ini. Terlintas dalam benak saya kejadian banjir nasional awal tahun ini. Setelah searching sana sini, ketemulah artikel yang sangat inspiring ditulis oleh penulis kawakan b2w-Indonesia, om Rivo Pamudji diperkaya oleh data dan foto-foto dari rekan-rekan b2w lainnya, seperti tante Oettie, om Igo, om Bachtiar dan om Rangga Panji. Berikut ini cerita lengkapnya seperti yang diceritakan disalah satu artikel yang terdapat di http://www.b2w-indonesia.or.id; dan menurut saya layak mendapat lima bintang. Semoga ini memacu kita untuk menyajikan event terbaik pada acara BIKE-TO-WORK DAY diparuh akhir tahun 2007, baik dari sisi jumlah yang peserta, makna acara maupun partisipasi aktif semua pihak terkait. NOTE: SEHARUSNYA INI MASUK DALAM KELOMPOK REVIEW, HANYA SAJA AKAN KEHILANGAN FOTO-FOTO YANG BERBICARA "DAHSYAT" MAKNANYA. ***** (read: Five Stars) __________________________________________________________________________ Written by Rivo Pamudji Wednesday, 07 February 2007 Weitttssss!!!! Siapa bilaaaanggggg???? Buktinya sejak Jumat pagi (02/02) minggu lalu jangankan motor, sedan, MPV bahkan SUV, tidak sedikit kendaraan 4WD jangkung beroda besar yang memilih untuk mengalah dan tidak menjawab tantangan alam tersebut. Hanya perahu karet, rakit, getek, dan… kendaraan 2X2 yang menjadi moda transportasi utama menembus banjir. Apa tuh kendaraan 2X2? SEPEDA!!! 2 roda X 2 dengkul. Hehehehe…! Banjir dan B2W Jalur Selatan Hujan yang turun dari malam sebelumnya memang sederas-derasnya umat. Harapan para B2Wers agar paginya hujan berhenti ternyata tidak terpenuhi. Padahal rencananya Jumat malam itu akan kampanye B2W bareng Bang Foke (panggilan sayang pak Fauzi Bowo), Pelindung komunitas B2W. Tapi ternyata banyak B2Wers yang mampu membuktikan bahwa mereka adalah B2Wers sejati dengan tetap gowes berangkat kerja. Tentu saja tidak sedikit B2Wers yang terpaksa tidak berangkat kerja karena rumah mereka mengalami kebanjiran. Turut prihatin dengan rekan-rekan B2Wers yang kediamannya terkena banjir. Semoga keluarga para B2Wers dalam keadaan aman, baik dan sehat tidak kurang suatu apapun, serta semoga situasi dan kondisi dapat segera kembali normal.  |  | Saya? Tadinya saya ternyata bukan tergolong B2Wer sejati, wong sudah siap di atas mobil untuk berangkat kerja kok! Tapi pagi itu banyak SMS masuk yang mengusik. SMS pertama dari oom Hendry, seorang teman se-rute, yang kasih info jalan macet berat dan menyesal memilih berangkat bawa mobil. SMS kedua datang dari oom Dudies yang juga mengatakan hal yang sama. SMS ketiga datang dari oom Wahyoe WTT yang mengatakan bahwa Kemang banjirnya setinggi stem sepeda. Asyik, katanya! Kalo yang ini sih ngga heran-lah. Belum bisa ngerangkak aja beliau udah naik sepeda roda 2 kok! SMS berikutnya datang dari istri tercinta. Bunyinya, ”Sayang, udah sejam aku kena macet di Lebak Bulus. Kamu gowes aja drpd kena macet”. Ah... Istri yang penuh pengertian. Hihihi! Langsung putar balik, masuk garasi, ganti kostum, dan bablas gowes. Senangnya Edwin ngga jadi punya bahan celaan.... Coba kalau saya tidak gowes karena hujan dan banjir, bisa jadi bahan celaan Edwin seumur hidup saya! Keluar kompleks dengan iringan hujan ternyata jalan lancar-tenteram-damai! Ngga ada macet blas! Menyesal bawa sepeda? Ternyata tidak. Sensasi bersepeda sambil hujan-hujanan mengingatkan akan kenangan indah masa kecil, termasuk ketika dimarahi oleh ibu. Setiap kayuhan pedal terasa ringan dan segar... Mana macetnya? Mana banjirnya? Masuk area Kemang ternyata Kompleks YDBP Kemang tidak dapat dilalui karena banjir sepangkal paha. Di Abdul Madjid Kemang lebih parah. Banjir sudah setinggi pinggang. Tampak di kejauhan sebuah perahu karet sedang membantu proses evakuasi warga sekitar. Balik arah menuju Kemang Raya, ingin lihat banjir seperti info dari oom WTT.  |  | Ternyata semua akses masuk ke Kemang putus kecuali lewat TB Simatupang! Jalan Raya Kemang dari arah Senopati dan Antasari juga tidak dapat dilalui karena banjir setinggi perut (ya setinggi stem-lah kalau pakai bahasanya oom WTT). Hmmm.... Kalau sudah begini pasti Pulo Raya dan Tendean lebih tinggi lagi. Benar seperti diperkirakan. Tendean banjir setinggi dada orang dewasa! Tidak hanya itu, air juga mengalir dengan sangat deras. Parah! Putar balik lagi, menuju kompleks Widya Chandra. Akses Widya Chandra ke Jl. Gatot Subroto juga terputus akibat sungainya meluap! tidak heran bila sambungan 70ribu pelanggan Telkom hari itu terputus, wong genset di gedung Telkom Gatot Subroto terendam banjir hingga setinggi dada. Akhirnya bisa tembus ke Gatot Subroto dan lewat jembatan penyeberangan di depan Kartika Chandra. | | Gatot Subroto pk. 08.00 | Dari atas jembatan penyeberangan tampak kemacetan luar biasa di kedua arah akibat ruas jalan yang tergenang banjir. Menuju Kuningan, jalan di depan Balai Kartini juga banjir setinggi lutut, sehingga jalur menyempit karena mobil dan motor menghindari genangan air tersebut. Sepeda? Bablas bebek-bebekan menembus banjir setinggi setengah roda. Nikmatnya ber-B2W... Bila cerita nikmatnya ber-B2W menembus kemacetan sudah tergolong ’standar’, cerita nikmatnya B2W di kala hujan dan banjir merupakan kisah yang lain daripada yang lain. Cerita asyiknya gowes menembus hujan dan banjir juga banyak disampaikan oleh teman-teman B2Wers lain dari segala penjuru mata angin. Di antaranya dari geng Robek yang kompak dan gagah berani menembus banjir rute Bekasi-Jakarta, Oom Edwin Jay dari Priok ke Cilangkap yang masuk jalan tol dari ujung By Pass hingga tol Jagorawi–pertamakali dalam sejarah!-, Oom Wahyu WTT dari Lenteng Agung yang bersepedarenangria di Kemang (kalo yang ini sih ngga heran! Masa berenang bawa sepeda?!), Bakhtiar dari Depok dengan rombongan lenong depok yang seperti anak kecil kegirangan main hujan, Ivan dari Bintaro, Oom Tekad dari Tebet –yang ini memang jelmaan siluman bebek-, Oom Wali Mursyid dari Pamulang, Dandi yang juga berenang bawa-bawa sepeda, Dudies dan Hendry yang naikin sepedanya ke gerobak, bahkan Tante Ita dari Tangerang! Terbukti bahwa sepeda merupakan moda transportasi yang handal tidak hanya untuk menembus kemacetan, tapi juga menembus banjir!  |  | | Bakhtiar di Benhil | Dandi di Atmajaya |  |  | | Sepeda Edwin Jay di Tol Jagorawi | Dudies & Hendry naik Gerobak | Banjir dan Posko Perduli B2W (Bersama MTB-I & Cherokee) Setelah Jumat malam berkampanye B2W di Bundaran HI dan saat bersilaturahmi dengan Bang Foke, Mas Toto sang Ketua Umum merangkap pendekar Komunitas B2W melaporkan kepada sang pelindung bahwa Komunitas B2W bersama dengan Mountain Bike Indonesia (MTB-I) serta Cherokee Arung Jeram membuka Posko Perduli Banjir di markas Cherokee, Jl. Iskandarsyah. Cherokee yang memiliki banyak perahu karet menurunkan semua fasilitas dan operatornya untuk membantu masyarakat, baik berupa usaha evakuasi maupun distribusi logistik. Relawan berasal dari anggota B2W dan MTB-I. Malam itu juga dari sisa anggota B2W yang ada kemudian rapat mendadak menyusun rencana dan strategi serta mengumpulkan dana seadanya untuk pengadaan logistik yang bersifat segera.  |  | Setelah menyusun rencana dan strategi, dari Balaikota DKI Jakarta sang pendekar Ketua Umum bersama segelintir kalongers meninjau lokasi banjir di Tanah Abang, Slipi dan Palmerah. Stasiun Tanah Abang tampak tergenang air yang berasal dari Kali Ciliwung di sebelahnya. Akhirnya malam itu diputuskan untuk bubar jalan dan beristirahat, untuk kemudian besoknya menyusun rencana dan strategi membantu masyarakat yang membutuhkan. | | Hari minggu pagi berkumpullah para pendekar B2W, MTB-I dan Cherokee di posko. Setelah briefing oleh mas Toto dan Daeng Igo serta doa bersama, pasukan berkekuatan 2 perahu karet, 8 crew perahu dan 20 relawan dari B2W, MTB-I dan Cherokee diberangkatkan sekitar pukul 10.00 menuju daerah Jati Rasa, Bekasi dan sekitarnya. Targetnya adalah evakuasi dan pembagian bantuan logistik berupa makanan, air minum, dll. Dipandu oleh Posko PLN Pondok Gede, tim diarahkan ke Perumahan Villa Jati Rasa di sekitar Jati Asih yang sudah terendam sekitar 2 m akibat meluapnya anak kali Cikeas. Ya sesuai dengan namanya, tim dari B2W teteub dong bersepeda... Gowes dari Posko PLN ke Jati Rasa dengan melewati ruas jalan yang terendam sampai pinggang. Operasi tim dipusatkan pada pendistribuasian logistik kepada penduduk yang terperangkap tetapi tidak mau dievakuasi, serta juga melakukan evakuasi penduduk ke luar daerah banjir. Sang Ketua Umum Komunitas B2W, mas Toto, dengan tetap mengenakan helm sepedanya terjun langsung –dalam artian sebenarnya: NYEMPLUNG- dalam menolong korban banjir. Memang tidak salah kita punya Ketua Umum seperti beliau. Sikapnya tidak hanya sebatas apa yang diucapkan.  |  | | Ketum B2W Oom Toto | Ivan Gunawan sang Designer |  |  |  |  | | Ripto sang Nahkoda | | Setelah sekitar 10 trip yang dilakukan dan semua pekerjaan yang berat dapat diatasi oleh tim relawan, diputuskan untuk keluar daerah tersebut. Dan berakhirlah sesi bhakti sosial B2W untuk hari itu. Usaha ini masih terus akan dilanjutkan oleh Komunitas yang sangat perduli ini hingga bencana banjir usai. Bagi B2Wers yang ingin menyumbangkan logistik untuk disalurkan melalui posko B2W, dapat menghubungi Humas B2W, tante Oettie melalui email: oettie_for_b2w@yahoo.com. Semoga bencana banjir di Jakarta dapat segera berlalu, sehingga masyarakat Jakarta yang menderita akibatnya dapat kembali membenahi hidupnya yang sempat terganggu. Semoga semakin banyak yang berani menggunakan sepeda sebagai moda transportasi pengganti kendaraan bermotornya, karena terbukti selain ampuh menghadapi macet, banjirpun dapat dilalui dengan leluasa. Kecuali bila memang takut dengan panas dan hujan... Let’s save fuel. Let’s clean our children’s air. Let’s make time more productive. Let’s get healthier. Let’s Bike to Work! Stories by Oettie, Igo & +rp Photos are taken with permission from Bakhtiar & Rangga Panji's collections, Oettie's inspiring multiply & Sacha's awesome multiply
Berhubung ada beberapa yang minta diberitahukan isi percakapan "rahasia" antara saya dan MenRistek sepanjang perjalanan dari Widya Chandra ke Thamrin, berikut ini ringkasan singkatnya ;-) Menjelang jam 0600, saya, om Ripto, om Asep dan on Nota merapat di Widya Chandra, ternyata sudah ramai dan sedang bersiap-siang. Memang kitanya yang terlambat kerena nungguin teman yang tinggal di Bintaro ujung ;-) Setelah koordinasi dengan pihak protokoler Menperin termasuk dengan patwal yang awalnya akan mengawal tepat didepan rombongan persis, namun dengan hormat saya minta untuk bisa menjaga jarak tidak kurang dari 200-300 meter. Ini semata-mata untuk mengurangi image eksklusif, karena rencana awalnya tidak ada kawal-kawalan seperti ini. Namun berhubung beliau adalah seorang menteri, pejabat tinggi negara, protokoler wajib dilakukan. Mungkin diwaktu mendatang kita minta disediakan patwal bersepeda saja kali ya.
Perubahan ini secara otomatis membuat vorijder b2w harus bekerja ekstra dan serius, bisa terbayang ngga kalau ada pejabat yang sedang ber b2w bersama kita sampai jatuh apalagi diseruduk. Tapi syukurlah, rombongan kali ini jauh lebih tertib dibandingkan waktu mengantar bang Andi Malarangeng pertama kalinya. Tidak ada satupun sepeda rombongan yang merangsek kedepan. Terima kasih ya rekan-rekan. Sempat merasa gembira karena Menteri dan jajarannya mengenak an seragam yang sama, tapi setelah diperhatikan dengan seksama koq ada yang aneh... ngga enak diomongin disini. Untungnya om Ripto membawa baju kaos putih b2w edisi terkini, langsung kita minta dengan hormat pak Kus untuk menggunakan kaos komunitas ini. Beliaupun dengan sigap tanpa basa-basi langsung mengenakannya. Hasilnya menakjubkan, baju polo putih yang dikenakan pak Mentri jadi lebih menonjol diantara kaos2 berwarna merah dan kuningnya b2w. Waktu sudah hampir mendekati pukul 0630 tapi rombongan bang Andi Malarangeng belum juga ada tanda-tanda segera muncul. Padahal rombongan pak Menteri harus segera berangkat, setelah sedikit penjelasan rute perjalanan dan tata cara selama diperjalanan yang dipaparkan oleh om Ripto dan om Koen2 secara detil. Akhirnya rombongan siap untuk diberangkatkan. Perjalanan dari Widya Chandra 3 no.14 diawali dengan pembacaan doa, lalu dengan perlahan tapi pasti pak Kus mulai menggowes dengan hati2, karena ada sikecil cucu tercinta yang berumur 3 tahunan diboncengan belakangnya. Sepanjang sekitar 200 meter dari start rekan-rekan wartawan masih sangat antusias untuk mengambil pose pak Menteri, sampai ngeri melihat mereka karena sedikit menghalangi jalur sepeda pak Menteri. Begitu memasuki Gatot Soebroto, rombongan mulai berjajar teratur, terima kasih pada rekan-rekan b2w yang secara sukarelah mengatur rombongan tadi. Khususnya pada om Ripto dan om Anto yang membuka jalan. Sepanjang perjalanan saya dan pak Sugiharto mengawal pak Kus tepat dikanan-kirinya. Disinilah terjadi obrolan ringan nan berbobot yang sangat menyejukan hati terhadap perkembangan b2w kita. Pak Kus sebenarnya sudah lama senang bersepeda karena sudah dilakukan ketika beliau masih kuliah S-3 di Australian National University (ANU), Australia. Secara bergantian om Sugi dan saya menceritakan perkembangan b2w diselingi dengan percakapan yang hanya dimengerti oleh pak Menteri dan om Sugi ;-) Mumpung sedang ngobrol dengan pejabat tinggi negara, langsung saja saya tekankan bahwa saat ini yang kita perlukan adalah POLITICAL WILL dari pemerintah. Lah, bikin busway dan waterway dengan dana yang besar saja bisa koq, mosok bike lane yang notabene bisa menjadi salah satu solusi masalah multidimensi kog belum digubris. Lalu saya timpali lagi bahwa kita perlu melakukan pilot project dan bantaran kali malang yang sebagian membentang dari Bekasi ke Jakarta bisa dijadikan proyek percontohan. Tinggal jalur selebar 3 meter sepanjang sungai tersebut dibenahi pada saat pengerjaan bantaran kalinya. Dananya juga tidak akan terlalu besar, karena jalannya tidak perlu diaspal cukup tanahnya saja diratakan, yang penting ada pagar supaya tidak diserobot sama motor.
Beliau langsung respon, harusnya bus way, water way dan bike lane bisa diintegrasikan. Terus beliau bilang, nanti saya makan siang dech sama Sutiyoso... koq dia gampang banget ya ketemunya, kita susah bener iihh ;-) Lalu saya jelaskan juga, bahwa kita memang sengaja banyak melakukan pendekatan top-down dalam mengkampanyekan b2w ini, dengan mengajak petinggi2 perusahaan maupun pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan anggota secara eksponensial. Ujung-ujungnya, beliau mau mengajak pejabat2 lain untuk genjot ke kantor, termasuk pak Rachmat. Yang jelas penuturan beliau sangat bijaksana dalam melihat permasalahan yang ada dan berkomitmen untuk menyukseskan program sehat ber b2w, seyogyanya beliau bisa menjadi salah satu asset besar untuk kemajuan b2w-Indonesia. Ketika melintas di jalan Thamrin yang terdiri dari 5 lajur, saya nyeletuk lagi; “Pak alangkah nikmatnya kalau satu lajur buat bike lane ya!” Jawaban kurang lebihnya dari beliau; seharusnya pesepeda dan pejalan kaki dapat jalur lebih banyak, sisakan satu jalur buat mobil/bis. Tapi beliau langsung sambung dengan; permasalahnnya sekarang adalah sudah terlalu banyak sepeda motornya ????? Rupanya motor memang menjadi permasalahan yang cukup pelik. Saya tetap yakin kalau jalur sepeda yang aman dan nyaman tersedia, maka pengguna sepeda motorpun akan banyak yang beralih ke moda transportasi sepeda. Tak lama kemudian tibalah rombongan di kantor Ristek, dan kita semua diarahkan ke pelataran lobbi utama dan sepeda diparkir dilokasi VIP ini. Pada saat rehat ada yang nyeletuk mana parkir sepeda di gedung Menristek, langsung beliau menjawab dan berjanji untuk membuat parkir sepeda didekat kali depan….. satu aksi spontan yang menggugah, terima kasih pak Kus. Setelah rehat di ruang lobbi dalam, pak Kus pun keluar menuju pelataran lobbi diluar untuk bertemu rekan-rekan b2w serta jajaran staf-nya, sembari menunggu rombongan bang Andi yang belum kunjung tiba. Disaat menunggu inilah om Ripto mengingatkan ke saya bahwa akan ada seremoni pak Kus diangkat sebagai anggota kehormatan b2w-Indonesia. Untuk itu perlu disematkan pin b2w sekaligus menyerahkan bike tag-nya kepada beliau. Pin b2w sudah dapat, koq bike tag nya ngga ada, untung ada om Koen2 yang dengan sekali instruksi ntah bike tag siapa sudah ada ditangan ;-) Lalu dengan TOA mesjidnya om Koen pun seperti biasa dengan bahasa yang tegas suara yang lantang menyita perhatian hadirin yang ada untuk meng-guide seremoni kecil namun cukup sakral tersebut. Singkat cerita, akhirnya penyematan pin b2w dan penyerahan bike tag sukses dilakukan dengan liputan penuh dari rekan2 wartawan. Banggalah kita semua bahwa anggota b2w sekarang sudah ada Menteri yang menjadi ANGGOTA KEHORMATAN b2w-Indonesia. Tak lama kemudian, tibalah rombongan bang Andi yang dikawal om Toto, WTT, om Rivo dan banyak lagi lainnya. Setelah chit-chat dan berfoto ria dengan para banci foto dari b2wers, bang Andi meneruskan perjalanan ke Bina Graha dengan diantar oleh sekitar 30an b2wers. Demikianlah cukilan sejarah b2w-Indonesia yang kita torehkan pagi tadi. Tentunya tidak lupa terima kasih kepada seluruh rekan2 yang tadi pagi sudah menyempatkan diri untuk mendukung acara ini. Satu langkah maju lagi telah kita capai dalam menuju terciptanya jalur bersepeda…!!! Insya Allah. Photo Courtesy of: Riafa Ilyasa, Sacha, Sonny Susanto Foto lengkap bisa lihat di: http://sirivo.multiply.com/photos/album/28http://fajar01.multiply.com/photos/album/16http://rifailyasa.multiply.com/photos/album/53 http://sachavandiest.multiply.com/photos/album/75http://sonnysusanto.multiply.com/photos/album/22http://t3k0.multiply.com/photos/album/17http://ewinsindahauss.multiply.com/photos/album/10Liputan oleh Media: SCTV http://www.liputan6.com/view/3,143028,1,0,1181861743.htmlMedia Indonesia http://www.mediaindo.co.id/mediagaleri/view.asp?id=5574&page=2Sinar Harapan http://www.mediaindo.co.id/mediagaleri/view.asp?id=5574&page=2 ==================================================================== Catatan Tambahan: Terlampir penggalan message dari pak Kus disalah satu milis yang beliau ikuti, dan terbukti apa yang beliau sampaikan tadi pagi sudah ada hasilnya kurang dari 12 jam. Mari kita iringi MenkoKesra bersepeda menuju kantornya, tunggu tanggal mainnya… <email KK> Rekan-rekan sepedawan, Terima kasih banyak atas kiriman berita dan foto2nya. B2W hebat banget. MenkoKesra setelah denger cerita B2W mau juga. Kita atur dan cari waktu ya bersepeda dengan beliau. Sepeda dan helm mau pinjemkatanya he he he... Lets B2W, KK
Sering dengar nama Trek JPG (Jalur Pipa Gas), tapi belum pernah menjajalnya, tidak ada alasan untuk tidak mencobanya setelah membaca artikel ini. Trek JPG terletak di Desa Jombang Timur, Tangerang, Banten; diantara BSD dan Bintaro Sektor 9 (sekolah Jepang / Perum Permata Bintaro).  Panjang Trek JPG sekitar 6.5 KM yang bisa ditempuh dalam waktu 20-40 menit tergantung rute yang dilewati. Trek JPG terdiri dari bererapa jalur yang bermanfaat untuk melatih ketrampilan pengendalian, stamina, nyali bahkan ketahanan fisik (endurance). Nama jalur-jalurnya juga unik, seperti jalur landai yang ditemukan oleh Pak Lubis yang kala itu telah berusia 60 tahun, akhirnya dikenal dengan Jalur Pak Lubis. Adalagi yang disebut Turunan Heryzon, Tanjakan Ayu, atau Tanjakan Achmad karena sekali waktu Achmad pernah terluka ketika sedang meniti tanjakan menikung dan terjatuh dirimbunnya pepohonan bambu. Selain tempat berlatih endurance atau kemampuan teknikal bersepeda, Trek JPG juga nyaman sebagai tempat rekreasi atau refreshing di alam segar dengan pemandangan yang indah. Dilintasan trek ini ada 2 kolam pemancingan ikan yang dilengkapi dengan restro yang cukup adem dan nikmat lauknya. Bagi yang senang fotography atau “banci” foto, banyak lokasi yang menarik untuk kegiatan ini. 

 
AWALNYA Trek JPG dirintis pertama-kalinya pada tahun 1995 dan sempat sepi pada saat krisis moneter menerpa negeri ini. Namun diakhir tahun 2000, beberapa komunitas MTB seperti Xplorer, PJMI (Jurang Mangun Indah), dan BPI (Bukit Pamulang Indah) mulai merapikan kembali trek yang pernah tidak terawat. Sejak saat itulah Trek JPG semakin berkembang seperti yang ada saat ini, dan selalu ramai dikunjungi oleh para penggemar MTB disetiap akhir pekan atau hari libur. Kebanyakan yang datang biasanya menyempatkan waktu untuk mencicipi Trek JPG yang tersohor ini, atau sekedar sarapan pagi di warung mpok-cafe sebelum melanjutkan perjalanannya (touring) ketujuan sekitarnya. Bahkan ada yang sekedar datang untuk sarapan pagi di mpog-cafe (tempat mangkal di Trek JPG) lalu kembali pulang ke rumah, adapula yang datang hanya sekedar “dugem” hingga tengah hari.
LOKASI Dari tol BSD-Serpong – arah Tanah Kusir, ambil Exit ke Pamulang (BSD Lingkar Timur) lalu berputar-balik diujung jalan kembar, jalan terus di Traffic Light pertam a sembari perhatikan Polsek BSD dikanan jalan, lalu berputar balik dikesempatan pertama. Begitu sampai didepan Polsek BSD, langsung belok kiri disampingnya, lanjut lagi hingga bertemu jalan bercabang, ambil yang kekanan, setelah itu ikuti saja sekitar 600 meter, anda akan menemukan mpog-cafe dengan ciri khas banyak sepeda diparkir; silahkan parkir kendaraan dengan rapi. Untuk yang genjot dari arah Bintaro, setelah menemukan sekolah Jepang, ambil arah yang ke perumahan Taman Permata Bintaro, setelah itu bertanya saja dengan penduduk disekitar, karena Trek JPG hanya 1.5 KM dari lokasi ini. Bagi yang mereka yang mempunyai target membakar kalori cukup banyak, ada baiknya sebelum sampai di Trek JPG menyempatkan dulu untuk genjot sekitar 5-10KM. Begitu tiba di Trek JPG badan sudah cukup pemanasan dan bisa langsung garap itu track. Kebetulan rumah saya berjarak 14 KM dari Trek JPG, dan perlu waktu 30 menit-an, sehingga klop sekali sebagai sarana latihan “light endurance” maupun latihan teknikal di Trek JPG. Berikut ini adalah JPG Track yang di mapping oleh om Igo; JPG Track, jalur besar (biru muda) dan kecil (pink). 
PERSIAPAN Trek JPG tergolong XC track dengan beberapa extreme-XC yang sangat nyaman dinikmati jika kondisinya kering tidak berdebu. Dimusim panas waktu yang terbaik bekisar antara jam 0730 – 1000, selewat jam tersebut biasanya tanah sudah mulai berdebu. Sebaliknya, dimusim hujan, tanahnya yang liat sangat lengket dengan roda sepeda yang membuat roda dengan cepat menjadi “donat” yang besar. Ini sangat menyulitkan karena akan membuat roda sulit berputar bahkan stuck karena tanah liat di roda sepeda bergesek dengan chain stay, seat stay; dan fork. Apalagi bagi yang tidak menggunakan rem tipe disc brake seperti v-brake atau cantilever. Kondisi ini menjadi lebih ber bahaya ketika roda donat tadi melibas ranting atau kerikil yang menempel pada tanah liat di roda, yang bisa merusak komponen bergerak bahkan frame sepeda. Dimusim penghujan, bagi pencinta Trek JPG, mereka akan mempersiapkan sepedanya untuk situasi ini dengan baik. Mulai dengan menggunakan ban berukuran lebih ramping (maksimum 1.95) dari jenis yang khusus untuk lumpur seperti, Maxxis Medusa, Panaracer Trailraker, Maxxis Swampthing dan sejenisnya. Tentunya sangat dianjurkan untuk menggunakan disc brake. 1. START/MPOG CAFE – TANJAKAN SUMUR Start dari mpog-cafe menyusuri Jalur Pipa Gas kearah Utara dengan kondisi jalan yang relatif datar dan baik buat pemanasan singkat, setelah bertemu jalan aspal, barulah perjalanan mulai memasuki hutan dan menembus alang-alang cukup tinggi. Setelah meliuk-liuk sedikit maka akan bertemu turunan cukup terjal pertama dan perlu ketenangan dalam mengendalikan sepeda sekaligus mengatur kecepatan dengan mengkombinasikan rem depan dan belakang secara simultan. Setelah lulus diturunan terjal pertama ini, langsung bersiaplah melintasi jembatan bambu yang kadang-kadang kurang baik kondisinya. 150 meter dari jembatan ini, akan bertemu lagi dengan turunan kearah sawah, bersiaplah dengan tanjakan yang cukup terjal setelah belokan kekiri. Buat yang masih baru dengan Trek JPG ini, pergunakan terus Crank terkecil selama berada dalam trek. Selepas itu, lanjutkan perjalanan dengan santai dan penuh konsentrasi, karena anda berada dalam kebon penduduk sekitar. Begitu bertemu dengan kuburan disebelah kiri, bersiaplah untuk melewati turunan pendek yang terjal yang dibawahnya langsung dihadang dengan jembatan kecil dari bambu menuju jalan pematang sawah (single track). Diujung jalan pematang ini, bersiaplah untuk mengambil tanjakan tajam kekanan, dan tak lama kemudian tibalah dibidang terbuka.

Teruskan perjalanan anda dan diujung semak-semak, bersiaplah berbelok kekanan untuk menaklukan turunan sumur yang curam yang langsung berbelok patah kekiri (switchback) melewati pematang sawah lagi. Ditengah jalan pematang ini ambillah ancang-ancang untuk mendaki tanjakan yang cukup terjal. Jika anda berhasil melewatinya, maka anda telah menyelesaikan section pertama dari Trek JPG, dan anda dapat beristirahat di Tanjakan Sumur ini (disini ada sumur keperluan penduduk yang namanya menjadi landmark lokasi ini). Section pertama ini, boleh dibilang lebih banyak melatih handling dan nyali, belum diperlukan power yang istimewa dirute ini.
2. TANJAKAN SUMUR – ROLLER COASTER Puas beristirahat di Tanjakan Sumur, bagi yang memerlukan, lanjutkan perjalanan ke hutan bambu. Tidak jauh dari Tanjakan Sumur ini, segera ambil ancang-ancang yang cukup karena ada tanjakan yang lumayan, lalu ikuti single track yang ada hingga bertemu jalan aspal. Langsung anda disuguhi tanjakan aspal rusak, jangan kelewatan, diujung tanjakan aspal ini anda harus belok kekanan masuk ke jalur single track lagi. Ikuti jalur single track ini hingga melewati kolam pemancingan, lalu lewati jembatan bambu yang cukup licin pada saat hujan. Ada dua alternatif dari sini; (1) belok kiri menyusuri pematang sawah disamping kolam pemancingan untuk ambil Trek JPG Besar. (2) untuk Trek JPG Kecil, lurus terus searah jembatan mengikuti trek yang ada dan belok kanan hingga bertemu Kolam Pemancingan lagi. Lalu masuk ke hutan bambu yang tembus ke pematang sawah, jaga keseimbangan ketika melewati pematang ini kalau tidak ingin mandi bareng kerbau. Di akhir pematang sawah ini, bersiap-siap untuk menaklukan tanjakan pendek kekanan yang lumayan terjal. Ikuti saja jalur yang ada hingga masuk lagi ke hutan bambu dimana disebelah kanan jalur ini terdapat "Roller Coaster' yang merupakan ujian akhir bagi pecinta Trek JPG. Kalau belum berhasil melewati Roller Coaster, maka dianggap belum lulus di Trek JPG ini ;-) Roller Coaster adalah trek turunan curam dan tanjakan terjal sedalam 5 meter dengan bentangan tidak lebih dari 20 meter. Untuk menaklukannya, pastikan menggunakan Midle Crank, dan RD di posisi 3 atau 4. Ambil ancang2 agak jauh dari bibir turunan, turun dengan TENANG dan JANGAN di REM, begitu sampai di dasar genjot sekuat tenaga untuk membantu momen yang terbentuk saat turun tadi, dan sampailah anda di atas. Di dasar Roller Coaster saat ini telah dibuat jalur tambahan kekanan untuk mereka yang belum mampu menaklukan tanjakannya.
3. ROLLER COASTER – MPOG CAFE Dari Roller Coaster teruskan perjalanan dengan mengikuti jalur yang ada hingga bertemu tanjakan pendek cukup curam, disebelah kanan bawah terlihat Turunan “S”. Ambil ancang-ancang dengan baik sebelum turun, aplikasikan rem depan dan belakang dengan seimbang dan jangan sampai lock-up, dan langsung bersiap untuk belok kiri patah menuju pematang sawah. Turunan “S” ini sangatlah licin pada saat basah/hujan, dan banyak yang nyungsep disini. Ketika memasuki pematang sawah, hati-hati dengan patok beton pendek disebelah kanan. Setelah belok kiri di pematang ini, siap-siap lagi untuk menghadapi tanjakan terjal, perlu speed yang cukup untuk melewatinya. Berhasil melewati tanjakan ini, langsung kekanan melewati semak-semak tinggi, dan ikuti jalurnya hingga bertemu lapangan bola disamping SD Negeri. Belok kanan disini hingga masuk kehutan bambu lagi dan akan bertemu drop-off lumayan curam setinggi 1 meter. Ikuti saja trek yang ada hingga bertemu jalan aspal dekat Jembatan. Dari jalan aspal ini ada dua pilihan, bila ingin langsung kembali ke mpog-cafe, belok kanan ikuti jalan aspal sekitar 400 meter. Jika belum puas, silahkan belok kiri sekitar 50 meter belok kanan masuk ke trek JPG lagi sepanjang 1.5 KM. Ikuti saja jalur yang ada di hutan singkong ini, pada 300 meter pertama akan ada beberapa tanjakan ringan. Setelah bertemu belokan kekanan, terus saja hingga melewati beberapa rumah penduduk, dan hati-hati dengan pagar bambu runcing yang mengarah ke arah datangnya kita. Terus saja ikuti jalur yang ada hingga bertemu jembatan besi yang licin jika basah, setelah itu ikuti saja jalur pipa gas yang ada hingga bertemu jalan aspal didepan mpog-cafe. Selamat menikmati Trek JPG, minimal pergunakan helm dan sarung tangan, periksa sepeda anda dengan baik sebelum berpetualang didalam Trek JPG.
Foto-foto lain bisa lihat di "http://ozy1.multiply.com/photos/album/19"
Catatan: Dibagian terbawah artikel ini, anda juga dapat men-download Jalur lengkap JPG Track untuk GPS Garmin. Attachment: JPG Track 2006d.zip
Sebagian besar penggemar MTB pasti pernah mendengar Puncak
Trail atau dikenal juga dengan julukan Jalur Rindu Alam. Semoga artikel ini dapat membantu memberikan gambaran sepintas bagi yang masih awam bersepeda gunung di Puncak. Dibagian terbawah artikel ini, anda juga dapat men-download Jalur lengkap Puncak Trail untuk GPS Garmin.

|
|