Ozy's Corner: Human-powered Commutes

Blog EntryThe Story of Puncak Trail - 2007 GuideMar 31, '07 2:34 PM
for everyone

Sebagian besar penggemar MTB pasti pernah mendengar Puncak Trail atau dikenal juga dengan julukan Jalur Rindu Alam. Semoga artikel ini dapat membantu memberikan gambaran sepintas bagi yang masih awam bersepeda gunung di Puncak. Dibagian terbawah artikel ini, anda juga dapat men-download Jalur lengkap Puncak Trail untuk GPS Garmin.

Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan hijaunya dipadu dengan jalur trail yang bervariasi mulai dari batu macadam yang kadang berlumut, batu dan kerikil lepas, tanah liat berumput, tanah kebun yang gembur, genangan air dan lumpur, jalan aspal rusak dan mulus; membuat Puncak Trail menjadi jalur off-road yang tiada bosan dan selalu digemari.

Tergantung jalur mana yang anda pilih, jarak tempuh bekisar dari 30-40 KM dan terdiri dari 20-30% kombinasi tanjakan ringan maupun tanjakan panjang sangat mendaki.

Lokasinya yang strategis dan mudah dicapai melalui jalan Toll Jagorawi, membuat jalur MTB ini menjadi bike trail yang paling ramai dan rutin dikunjungi oleh para penggemar MTB dari segala pelosok.


LOKASI PARKIR KENDARAAN

Sekalipun lokasi start-nya berada tidak jauh di-tugu perbatasan Rindu Alam. Namun kebanyakan dari mereka yang bermain di Puncak Trail memarkirkan kendaraannya di daerah Gadok, salah satunya di restauran Padang Sederhana, Ciawi. Jika lewat Jagorawi dari arah Jakarta, lalu exit di gerbang tol Ciawi. Ambil yang kearah Puncak/Bandung, tidak jauh dari pertigaan keluar jalan tol (tidak sampai 1 km) ketemu pertigaan lampu merah. Nach sekitar 100 meter dari pertigaan ini terletak restauran Padang Sederhana.

Silahkan parkir disini dengan rapi (ada penjaga parkirnya) dan biayanya Rp 5000 per-mobil per-hari. Berhubung lahan parkirnya terbatas, sebaiknya ramai-ramai saja satu mobilnya. Disini biasanya sudah menunggu beberapa angkot untuk disewa/carter dengan muatan 3-4 sepeda berikut riders-nya untuk menuju lokasi start yang berada persis di gerbang/tugu perbatasan, supir angkotnya sudah tahu koq. Biayanya 60 ribu rupiah per-angkot, jangan lebih biar tidak rusak pasaran .


PERIKSA KELENGKAPAN DAN KOMPONEN

Ketika memasukan sepeda ke angkot, pastikan semua roda, seatpost, dan perlengkapan lainnya sudah dibawa. Pastikan juga Quick Release terpasang dengan aman disetiap roda, sering terjadi ketika tiba dilokasi start, benda kecil ini tidak ditemukan.

Usahakan berangkat dari Gadok tidak lewat dari jam 7 pagi agar tidak terjebak kemacetan. Sekitar satu jam perjalanan dari restauran Sederhana, tibalah di Rindu Alam. Bagi yang belum sarapan pagi bisa menikmati salah satu warung/ resto yang ada, jangan khawatir meskipun masih pagi tetap tersedia sate kambing muda koq.

Selesai sarapan, silahkan periksa ulang kelengkapan sepeda dan fungsi dari setiap komponen sepeda. Setelah semuanya selesai diperiksa ulang, silahkan menuju jalan batu menurun curam disamping resto. Sebelumnya, jangan lupa berdoa.

Sekitar 10 meter dari mulut jalan ada portal yang biasanya dijaga oleh „petugas“ untuk memungut retribusi perawatan (ngga jelas juga sich ini resmi apa tidak). Kalau pergi dalam kelompok besar (diatas 7 riders), biayanya dinego saja untuk group, biasanya cukup bayar separuhnya atau bahkan kurang. Pastikan anda tidak sampai bersitegang, usahakan selalu bersikap ramah dan menyapa para penduduk yang sedang bekerja ketika kita melalui mereka.

Masalah teknis yang sering terjadi selama perjalanan biasanya adalah; ban bocor, baut seatpost yang patah, rantai putus, hingga masalah rear-derailleur maupun RD hanger yang bengkok. Berhati-hatilah ketika melibas ranting pohon sekalipun kecil, karena berpotensi untuk sangkut dirantai atau komponen bergerak lainnya.

Untuk itu jangan lupa membawa cadangan ban dalam serta perkakas sepeda seperti, pompa ban, kunci Hex, obeng positif, chain tools, dan lainnya. Ada baiknya pula membawa kelengkapan P3K, minimal antiseptic semprot.


PEMBAGIAN RUTE PUNCAK

Rute Puncak bisa dibagi dalam beberapa rute seperti yang terlihat pada peta terlampir yang dibuat oleh om Igo.

1. Rute Rindu Alam - Gunung Mas
2. Rute Gunung Mas - Tam
an Safari
3. Rute Taman Safari
- Pondok Seng
4. Rute Pondo
k Seng – Gadok, Ciawi











Peta : Jalur off-road Puncak, Rindu Alam (Klik peta untuk enlarger map)


RUTE-1: RINDU ALAM – GUNUNG MAS

Dari Rindu Alam, start dari portal besi disamping warung makanan, diawali dengan jalan turunan yang berbatu-batu lalu masuk jalur tanah yang ditumbuhi rerumputan hingga menuju parkiran
Paralayang. Dari Paralayang, masuk lagi kejalur tanah kombinasi bebatuan dan rumput hingga bertemu jalur turunan batu yang cukup panjang dan LICIN kala basah karena hujan atau embun pagi.

Diujung turunan jalan batu ini akan bertemu pertigaan jalan, yang kekiri adalah jalan "tikus" yang merupakan jalan inspeksi saluran air penduduk sekitar. Jalur pintas ini masuk ke hutan semak yang melintasi dua anak sungai kecil seperti terlihat di foto bawah ini. Setelah itu akan melintasi jalur yang ada Bak Kontrol Air disisi kiri dan jurang disisi kanannya, pentingkan keselamatan.

Sedangkan kalau ingin menghindari jalan "tikus" dan sungai ini, maka dari pertigaan ini kita terus saja sejauh 500 meter hingga tembus ke jalan raya. Lalu kita genjot dijalan raya sekitar 1 KM hingga bertemu jalan kecil dari tanah masuk ke perkebunan teh lagi. Dari pinggir jalan ini, ikuti jalan tanah menanjak sejauh 500 meter. Tak jauh akan bertemu dengan jalur dari jalan "tikus“ dan sungai yang melalui hutan.

Dari sini ikuti saja jalur tanah kombinasi batu dan rerumputan dengan pemandangan kebun teh disekelilingnya, hingga tiba pabrik teh Gunung Mas. Hati2 ketika bearada dijalur ini karena jalur ini juga padat dengan pengunjung yang melakukan „tea walk’ diakhir pekan. Total perjalanan section ini berkisar 6-7 KM tergantung rute yang dilewati dengan mayoritas jalanan menurun (95%). Rute-1 ini boleh dibilang termasuk All Mountain atau Cross Mountain trail, sehingga dituntut kesiapan fisik , mental, kemampuan teknikal serta kelengkapan yang memadai, seperti knee dan elbow protectors.


RUTE-2: GUNUNG MAS – TAMAN SAFARI

Biasanya setelah istirahat beberapa saat di area Gunung Emas, dari sini langsung belok kiri masuk kejalanan berbatu kasar hingga bertemu pertigaan pertama dan dua pilihan
yang bisa diambil. Pilihan pertama ambil jalan lurus mengikuti jalur utama yang nantinya akan berada dibelakang perumahan karyawan Gunung Mas. Jalur yang panjangnya sekitar 3.6 KM terdapat beberapa bagian jalur dengan sudut menanjak lumayan, sebelum nantinya berakhir dengan turunan keujung jalan beraspal.

Pilihan kedua adalah belok kanan, kemudian sekitar 100 meter ada jalan bercabang dan ambil yang kiri, terus menanjak hingga bertemu pertigaan, belok kekanan, kemudian terus 100 meter dan ketemu jalan beraspal. Total perjalanan lewat alternatif ini berkisar 1.5 KM,. Dari sini tinggal dilanjutkan keparkiran Taman Safari untuk istirahat jika diperlukan. Disini tersediatersedia pisang, crackers maupun minuman isotonik yang efektif menggantikan cairan tubuh yang hilang.


RUTE-3: TAMAN SAFARI – PONDOK SENG (NGEHx-1)

Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan jalur tanjakan pemanasan. Siapkan mental untuk tidakemosi untuk terburu-buru, sesuaikan saja kemampuan diri sendiri. Tidak perlu menyamakan dengan lainnya dengan menggenjot sekuat tenaga dari awal. Tidak perlu pula melihat terlalu jauh kedepan untuk mengetahui sisa tanjakan yang harus dilalui... ini penting buat pemula.

Dilokasi start jalur Ngeh.. ini, biasanya sudah banyak anak-anak yang menawarkan jasa untuk mendorong sepeda kita atau malah membawakan sepeda dan kita tinggal melenggang berjalan ke atas. Disamping itu juga ada ojeg motor beneran, dimana kita naik diboncengan belakang dan sepeda dipangku.

Pada saat genjot ditanjakan panjang, bagi pemula, gunakan Granny Gear dan gear 3 atau 4 dibelakang, lalu jaga cadence speed sesuai dengan kemampuan anda. Ketika sedang berada ditanjakan yang cukup tajam silah turunkan gear ke 1 atau 2, dan sekali lagi jaga cadence speed-nya. Kalau sabar, artinya tidak menghamburkan tenaga dengan hi-cadence atau over power, dengan 1 – 3 kali berhenti sudah bisa langsung sampai diujung jalan semen dalam waktu 30-45 menit.

Sampai diujung jalan semen dilanjutkan lagi jalan tanah hingga pondok seng sekitar 15 menit. Di Pondok Seng ini, segala perbekalan yang dibawa dari rumah atau beli di Taman Safari bisa dikeluarkan untuk menambah tenaga.

Dipertengahan jalur semen ini, ada jalur darurat atau seringkali disebut jalur kondangan yang lokasinya kira-kira ditengah jalur ini, lalu belok kanan yang ada turunan "pendulum“nya. Kalau mau lewat jalur ini sebaiknya dipandu yang sudah hapal jalurnya, karena banyak percabangan sebelum masuk jalur biasanya.


RUTE-4: PONDOK SENG (NGEH-1) – GADOK, CIAWI

Dari Pondok Seng ada dua alternatif yang bisa dilalui untuk menuju Gadok (Resturan Sederhana), yaitu (1) Jalur via Ngeh..2 dan (2) jalur via hutan pinus atau sering juga disebut jalur "Belok Kanan”.

Jalur via Ngeh..2 melewati jalur yang semuanya tanah cukup gembur pada musim hujan, khususnya yang menuju Pondok Kosong, sekitar 500 meter dari Pondok Seng. Di Pondok Kosong ini pemandangan kesegala arahnya menakjubkan, jadi sempatkan berhenti beberapa saat disini, bahkan ada yang sempat tidur-tidur ayam sebentar atau berfoto ria.

Dari Pondok Kosong perjalanan berlanjut dengan tingkat kecuraman yang cukup lumayan dan jalanan yang cukup sulit akibat jalur tanah yang dalam akibat jejak motor yang lewat. Setelah mencapai Puncak Tertinggi, perjalanan selanjutnya adalah melewati kebun satu musim dan berlanjut hingga bertemu hutan pinus, dan jalur selanjutnya relatif menurun hingga di desa Lemahnendeut. Tapi jangan keasyikan, karena sepanjang jalur ini ada beberapa akar pohon yang bisa membuat ban melejit.

Jalur via Hutan Pinus, kebanyakan akan melewati jalur berbatu disepanjang kebun teh dengan track menurun; hanya saja perlu behati-hati dengan jalur yang tidak rata yang sering membuat celaka. Dari areal kebun teh, jalur akan terus berlanjut hingga ke hutan pinus dan berakhir di desa Lemahnendeut seperti halnya jalur via Ngeh..2

Dari desa Lemahnendeut, ikuti saja jalan aspal mulus hingga resto Sederhana, Gadok. Di jalur aspal mulus menurun sepanjang 6.5 KM ini, biasanya kita mampu mengembangkan kecepatan hingga diatas 60 KM/H, dan ini berbahaya jika ada yang menyebrang mendadak, dan sudah pernah terjadi kecelakaan sebelumnya.


Pictures courtesy of: Om Hendro Purwanto & Om Cailendra Gautama

===000===
Attachment: PUNCAK by Ozy 2007.02.17.zip

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
goshgosh wrote on Apr 1, '07
wow..
guide nya ok bngt oom..
ntar deh kalo udah cuacanya udah terang2an berangkat deh kesana :)
ozy1 wrote on Apr 1, '07, edited on Apr 1, '07
Sabtu kemarin udaranya sangat bersahabat om, langit bersih, dan matahari lebih banyak bersembunyi dibalik awan. Jadinya kita lebih banyak foto2, ha ha ha...
Ditunggu om kalau mau bareng.
goshgosh wrote on Apr 1, '07
yah itulah salah satu kendalanya...
kalo mau ke puncak nggak ada barengan :D
mbul2x wrote on Apr 1, '07
Kalu alat komunikasi two way yg motor****...bisa nembus nggak Oom...utk jaga2x apabila kalu ada rider yg ketinggalan karena bermasalah...
Wahyu Tok
kapepe wrote on Apr 2, '07
gw 3 kali ikutan Trekatlon (start dr Tm Safari), semua lokasi ini ternyata 'mainan mtb' toh...
riptogatut wrote on Apr 2, '07
sangat kredibel, wong yg nulis saban sabtu kluyuran disana...kekeke
ozy1 wrote on Apr 2, '07
mbul2x said
Kalu alat komunikasi two way yg motor****...bisa nembus nggak Oom...utk jaga2x apabila kalu ada rider yg ketinggalan karena bermasalah...
Wahyu Tok
Yang sudah pasti tergantung dari kemampuan alatnya juga, kalau tidak sampai ketinggalan dibalik bukit dan agak jauh, biasanya masih terjangkau. Kalau dalam rombongan besar, memang sebaiknya bawa peralatan komunikasi ini, biar mudah koordinasinya.
bobydarmawan wrote on Apr 2, '07
Oom Ozy...Happy Birthday Ya....Tulisannya OK banget...foto yg kemaren juga ok banget...jadi pengin balik lagi... tapi luka akibat jatuh kemaren masih snud-snud...ada biru disana-sini...he..he...
wahjuak wrote on Apr 3, '07
tambahan aja, sebenernya Jalur Ngehe 1/2 (kondangan), Ngehe 1 (Seng) maupun Ngehe 2 waktu tempuhnya gak bedha jauh.
Teoritically....... dari Ngehe 1 ke 2 gak lebih dari 15menit; jadi sebenernya mo kondangan jam berapa sih? kalo mo kondangan yha jangan kebanyakan istirahat.... hihihi
ozy1 wrote on Apr 3, '07
Bisa aja si mbah ini, akhir2 ini aku nemenin teman2 yang mau kondangan, jadi takut ntar dibilang spesialis kondangan nich. Sabtu depan kita habisan ngeh1 dan ngeh2 ya...

Yang penting jangan lupa bawa baju ganti yang cukup buat yang banci foto, karena pemandangan di pondok kosong sangat menakjubkan, apalagi kalau cuacanya lagi cerah.

Yuk siapa yang mau bareng, sabtu 7 April 2007, ada yang ulang taon juga pas hari itu loh :-)
sepedayann13 wrote on Jul 2, '07
Oom..aku copy lagi linknya ke MP ku ya oom... makasih banyak lho
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help