Sebagian besar penggemar MTB pasti pernah mendengar Puncak
Trail atau dikenal juga dengan julukan Jalur Rindu Alam. Semoga artikel ini dapat membantu memberikan gambaran sepintas bagi yang masih awam bersepeda gunung di Puncak. Dibagian terbawah artikel ini, anda juga dapat men-download Jalur lengkap Puncak Trail untuk GPS Garmin.
Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan hijaunya dipadu dengan
jalur trail yang bervariasi mulai dari batu macadam yang kadang berlumut, batu
dan kerikil lepas, tanah liat berumput, tanah kebun yang gembur, genangan air dan lumpur, jalan aspal rusak dan
mulus; membuat Puncak Trail menjadi jalur off-road
yang tiada bosan dan selalu digemari.
Tergantung jalur mana yang anda pilih, jarak tempuh bekisar
dari 30-40 KM dan terdiri dari 20-30% kombinasi tanjakan ringan maupun tanjakan
panjang sangat mendaki.
Lokasinya yang strategis dan mudah dicapai melalui jalan
Toll Jagorawi, membuat jalur MTB ini menjadi bike trail yang paling ramai dan
rutin dikunjungi oleh para penggemar MTB dari segala pelosok.
LOKASI PARKIR
KENDARAAN
Sekalipun lokasi start-nya berada tidak jauh di-tugu perbatasan Rindu Alam. Namun kebanyakan
dari mereka yang bermain di Puncak Trail memarkirkan kendaraannya di daerah Gadok, salah satunya di restauran
Padang Sederhana, Ciawi. Jika lewat Jagorawi dari arah Jakarta, lalu exit di gerbang tol Ciawi.
Ambil yang kearah Puncak/Bandung, tidak jauh dari pertigaan keluar jalan tol
(tidak sampai 1 km) ketemu pertigaan lampu merah. Nach sekitar 100 meter dari pertigaan ini terletak
restauran Padang Sederhana.
Silahkan parkir disini dengan rapi (ada penjaga parkirnya)
dan biayanya Rp 5000 per-mobil per-hari. Berhubung lahan parkirnya terbatas,
sebaiknya ramai-ramai saja satu mobilnya. Disini biasanya sudah menunggu beberapa
angkot untuk disewa/carter dengan muatan 3-4 sepeda berikut riders-nya untuk menuju lokasi start
yang berada persis di gerbang/tugu perbatasan, supir angkotnya sudah tahu
koq. Biayanya 60 ribu rupiah per-angkot, jangan lebih biar tidak rusak pasaran .
PERIKSA KELENGKAPAN
DAN KOMPONEN
Ketika memasukan sepeda
ke angkot, pastikan semua roda, seatpost, dan perlengkapan lainnya sudah
dibawa. Pastikan juga Quick Release terpasang dengan aman disetiap roda, sering terjadi ketika tiba dilokasi start, benda kecil ini tidak ditemukan.
Usahakan berangkat dari Gadok tidak lewat dari jam 7 pagi agar tidak terjebak kemacetan. Sekitar satu jam perjalanan dari restauran Sederhana, tibalah di Rindu
Alam. Bagi yang belum sarapan pagi bisa
menikmati salah satu warung/ resto yang ada, jangan khawatir meskipun masih
pagi tetap tersedia sate kambing muda koq.
Selesai sarapan, silahkan periksa ulang kelengkapan sepeda
dan fungsi dari setiap komponen sepeda.
Setelah semuanya selesai diperiksa ulang, silahkan menuju jalan batu menurun curam disamping resto. Sebelumnya, jangan lupa berdoa.
Sekitar 10 meter dari mulut jalan
ada portal yang biasanya dijaga oleh „petugas“ untuk memungut retribusi perawatan (ngga jelas juga sich ini resmi apa tidak). Kalau pergi
dalam kelompok besar (diatas 7 riders), biayanya dinego saja untuk group,
biasanya cukup bayar separuhnya atau bahkan kurang. Pastikan anda tidak sampai bersitegang, usahakan selalu bersikap ramah dan menyapa para penduduk yang sedang bekerja ketika kita melalui mereka.
Masalah teknis
yang sering terjadi selama perjalanan biasanya adalah; ban bocor, baut seatpost
yang patah, rantai putus, hingga masalah rear-derailleur maupun RD hanger yang
bengkok. Berhati-hatilah ketika melibas ranting pohon sekalipun kecil, karena berpotensi untuk sangkut dirantai atau komponen bergerak lainnya.
Untuk itu jangan lupa membawa cadangan ban dalam serta perkakas sepeda seperti, pompa ban, kunci Hex, obeng positif, chain tools, dan lainnya. Ada baiknya pula membawa kelengkapan P3K, minimal antiseptic semprot.
PEMBAGIAN RUTE PUNCAK
Rute Puncak
bisa dibagi dalam beberapa rute seperti yang terlihat pada peta terlampir yang dibuat
oleh om Igo.
1. Rute Rindu Alam -
Gunung Mas
2. Rute Gunung Mas - Taman Safari
3. Rute Taman Safari - Pondok Seng
4. Rute Pondok Seng – Gadok, Ciawi

Peta : Jalur off-road Puncak, Rindu Alam (Klik peta untuk enlarger map)
RUTE-1: RINDU
ALAM – GUNUNG MAS
Dari Rindu Alam,
start dari portal besi disamping warung makanan, diawali dengan jalan turunan
yang berbatu-batu lalu masuk jalur tanah yang ditumbuhi rerumputan hingga menuju
parkiran Paralayang. Dari Paralayang,
masuk lagi kejalur tanah kombinasi bebatuan dan rumput hingga bertemu jalur
turunan batu yang cukup panjang dan LICIN kala basah karena hujan atau embun
pagi.
Diujung turunan jalan batu ini akan bertemu pertigaan jalan, yang kekiri adalah jalan "tikus" yang merupakan jalan inspeksi saluran
air penduduk sekitar. Jalur pintas ini masuk ke hutan semak yang melintasi dua
anak sungai kecil seperti terlihat di foto bawah ini. Setelah itu akan melintasi jalur yang ada Bak
Kontrol Air disisi kiri dan jurang disisi kanannya, pentingkan keselamatan.
Sedangkan kalau
ingin menghindari jalan "tikus" dan sungai ini, maka dari pertigaan ini kita terus
saja sejauh 500 meter hingga tembus ke jalan raya. Lalu kita genjot dijalan
raya sekitar 1 KM hingga bertemu jalan kecil dari tanah masuk ke perkebunan teh
lagi. Dari pinggir jalan ini, ikuti jalan tanah menanjak sejauh 500
meter. Tak jauh akan bertemu dengan jalur dari jalan "tikus“ dan sungai yang
melalui hutan.
Dari sini ikuti
saja jalur tanah kombinasi batu dan rerumputan dengan pemandangan kebun teh disekelilingnya, hingga tiba pabrik teh Gunung Mas. Hati2 ketika bearada
dijalur ini karena jalur ini juga padat dengan pengunjung yang melakukan „tea
walk’ diakhir pekan. Total perjalanan section ini berkisar 6-7 KM tergantung rute yang
dilewati dengan mayoritas jalanan menurun (95%). Rute-1 ini
boleh dibilang termasuk All Mountain atau Cross Mountain trail, sehingga
dituntut kesiapan fisik , mental, kemampuan teknikal serta kelengkapan yang memadai, seperti knee dan elbow protectors.
RUTE-2: GUNUNG
MAS – TAMAN SAFARI
Biasanya setelah
istirahat beberapa saat di area Gunung Emas, dari sini langsung belok kiri
masuk kejalanan berbatu kasar hingga bertemu pertigaan pertama dan dua pilihan
yang
bisa diambil. Pilihan pertama ambil jalan lurus mengikuti jalur utama yang nantinya akan berada dibelakang
perumahan karyawan Gunung Mas. Jalur yang panjangnya sekitar 3.6 KM terdapat
beberapa bagian jalur dengan sudut menanjak lumayan, sebelum nantinya berakhir dengan
turunan keujung jalan beraspal.
Pilihan
kedua adalah belok kanan, kemudian sekitar 100 meter ada jalan bercabang dan
ambil yang kiri, terus menanjak hingga bertemu pertigaan, belok kekanan,
kemudian terus 100 meter dan ketemu jalan beraspal. Total perjalanan lewat
alternatif ini berkisar 1.5 KM,. Dari sini tinggal dilanjutkan keparkiran Taman
Safari untuk istirahat jika diperlukan. Disini tersediatersedia pisang, crackers
maupun minuman isotonik yang efektif menggantikan cairan tubuh yang hilang.
RUTE-3: TAMAN
SAFARI – PONDOK SENG (NGEHx-1)
Dari sini
perjalanan dilanjutkan dengan jalur tanjakan pemanasan. Siapkan mental untuk
tidakemosi untuk terburu-buru, sesuaikan saja kemampuan diri sendiri. Tidak perlu menyamakan dengan lainnya dengan menggenjot sekuat tenaga dari awal. Tidak perlu
pula melihat terlalu jauh kedepan untuk mengetahui sisa tanjakan yang harus
dilalui... ini penting buat pemula.
Dilokasi start jalur
Ngeh.. ini, biasanya sudah banyak anak-anak yang menawarkan jasa untuk
mendorong sepeda kita atau malah membawakan sepeda dan kita tinggal melenggang
berjalan ke atas. Disamping itu juga ada ojeg motor beneran, dimana kita naik
diboncengan belakang dan sepeda dipangku.
Pada saat genjot ditanjakan panjang, bagi pemula,
gunakan Granny Gear dan gear 3 atau 4 dibelakang, lalu jaga cadence speed sesuai
dengan kemampuan anda. Ketika sedang berada ditanjakan yang cukup tajam silah turunkan gear
ke 1 atau 2, dan sekali lagi jaga cadence speed-nya.
Kalau sabar, artinya tidak menghamburkan tenaga dengan hi-cadence atau over power, dengan 1 – 3 kali berhenti sudah bisa langsung sampai diujung
jalan semen dalam waktu 30-45 menit.

Sampai diujung
jalan semen dilanjutkan lagi jalan tanah hingga pondok seng sekitar 15 menit.
Di Pondok Seng ini, segala perbekalan yang dibawa dari rumah atau beli di Taman
Safari bisa dikeluarkan untuk menambah tenaga.
Dipertengahan
jalur
semen ini, ada jalur darurat atau seringkali disebut jalur kondangan
yang
lokasinya kira-kira ditengah jalur ini, lalu belok kanan yang ada
turunan "pendulum“nya. Kalau mau lewat jalur ini sebaiknya dipandu yang
sudah hapal
jalurnya, karena banyak percabangan sebelum masuk jalur biasanya.
RUTE-4: PONDOK SENG (NGEH-1) – GADOK, CIAWI
Dari Pondok Seng ada dua alternatif yang bisa dilalui untuk
menuju Gadok (Resturan Sederhana), yaitu (1) Jalur via Ngeh..2 dan (2) jalur
via hutan pinus atau sering juga disebut jalur "Belok Kanan”.
Jalur via Ngeh..2
melewati jalur yang semuanya tanah cukup gembur pada musim hujan,
khususnya yang menuju Pondok Kosong, sekitar 500 meter dari Pondok Seng. Di
Pondok Kosong ini pemandangan kesegala arahnya menakjubkan, jadi sempatkan
berhenti beberapa
saat disini, bahkan ada yang sempat tidur-tidur ayam sebentar
atau berfoto ria.
Dari Pondok Kosong perjalanan berlanjut dengan tingkat
kecuraman yang cukup lumayan dan jalanan yang cukup sulit akibat jalur tanah yang dalam akibat jejak motor
yang lewat. Setelah mencapai Puncak Tertinggi, perjalanan selanjutnya adalah melewati kebun
satu musim dan berlanjut hingga bertemu hutan pinus, dan jalur selanjutnya relatif menurun
hingga di desa Lemahnendeut. Tapi jangan keasyikan, karena sepanjang jalur ini
ada beberapa akar pohon yang bisa membuat ban melejit.
Jalur via Hutan Pinus, kebanyakan akan melewati jalur berbatu
disepanjang kebun teh dengan track menurun; hanya saja perlu behati-hati dengan
jalur yang tidak rata yang sering membuat celaka. Dari areal kebun teh, jalur
akan terus berlanjut hingga ke hutan pinus dan berakhir di desa Lemahnendeut
seperti halnya jalur via Ngeh..2
Dari desa
Lemahnendeut, ikuti saja jalan aspal mulus hingga resto Sederhana, Gadok. Di
jalur aspal mulus menurun sepanjang 6.5 KM ini, biasanya kita mampu mengembangkan kecepatan hingga diatas 60
KM/H, dan ini berbahaya jika ada yang menyebrang mendadak, dan sudah pernah
terjadi kecelakaan sebelumnya.
Pictures courtesy of: Om Hendro Purwanto & Om Cailendra Gautama
===000===