Rekan2 tercinta... Fenomena bersepeda dijalan umum memang akhirnya memunculkan permasalahan yang tadinya tidak mencuat kepermukaan, yang akhirnya menjadi sesuatu yang perlu dibahas. Diantaranya adalah yang sebagai berikut: (1) BERSEPEDA DI JALUR CEPATBersepeda seyogyanya tidak di jalur cepat karena sangat berbahaya, mengingat perbedaan kecepatan yang mencolok antara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor (mobil) yang melintas di jalur tersebut. Makanya, sepeda motor juga dilarang melintas disana. Namun, pada keadaan tertentu, misalnya -- pada saat jalur lambatnya dalam kondisi macet berat dan bersepeda di trotoar juga tidak memungkinkan (baca point.2); maka ada beberapa rekan yang memanfaatkan jalur cepat. Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini, yaitu: - Pastikan anda menggunakan jalur cepat HANYA dikala kondisi jalur cepat dalam keadaan merayap.
- Pastikan anda sudah mahir berkendara sepeda di jalur sempit dan mampu menjaga irama kecepatan.
- Pastikan anda melaju di posisi paling kiri (JANGAN MENYELIP DIANTARA DUA KENDARAAN), dimana ini sering mengagetkan pengemudi mobil. Saya beberapa kali melihat ini terjadi dan dilakukan oleh rekan b2w. Mohon pengertiannya untuk tidak melakukan lagi.
- Bila sedang melaju di posisi paling kiri jalur cepat, lalu terhalang kendaraan didepannya, maka kita HARUS BERHENTI, jangan berusaha untuk memotong/ menyelip. Apalagi sampai naik kejalur hijau antara jalur cepat dan jalur lambat. Belajarlah dari REKAN2 b4w yang sudah dari dulu memanfaatkan jalur cepat dikala memungkinkan, dimana mereka selalu setia diposisi paling kiri.
- PERGUNAKAN LAMPU BELAKANG YANG JELAS, ini sangat penting, mohon diperhatikan.
(2) BERSEPEDA DI TROTOARTrotoar pada dasarnya di sediakan untuk para pejalan kaki, namun dibeberapa negara fungsi trotoar juga dimungkinkan untuk bersepeda, khususnya kala tidak tersedia jalur berSepeda. Untuk kita di sini, di Jakarta, dibeberapa jalan kita memang terpaksa menggunakan trotoar. Dalam kondisi seperti ini kita harus memprioritaskan pejalan kaki, jangan sekali2 mendahului mereka secara meng-kagetkan, melajulah seirama dengan mereka. Jika kondisi trotoar sangat padat jangan segan2 menuntun sepeda anda. (3) BERSEPEDA DI JEMBATAN PENYEBRANGSerupa dengan bersepeda di trotoar, bersepeda di jembatan penyebrang tetap harus memprioritaskan kepentingan pejalan kaki. Namun mengingat kondisi jembatan penyebrang yang beraneka ragam, dan kebanyakan cukup sempit dan ramai, sebaiknya sepeda kita tuntun ketika berada di jembatan penyebrang. Meskipun ada beberapa jembatan penyebrang yang cukup lebar dan tidak terlalu ramai, sehingga masih memungkinkan untuk dikendarai. Pastikan saja selama dijembatan anda berlaku sopan, tidak menyalip pejalan kaki yang ada, tidak membunyikan bel untuk minta jalan, dsb. Demikian himbauan dari kami demi keselamatan dan kenyamanan kita semua termasuk pengguna jalan, trotoar dan fasilitas umum lainnya. Situasi ini terjadi, semata-mata karena belum tersedianya infrastruktur dan aturan hukum yang mendukung, misalya aturan yang jelas (baca:larangan) bersepeda di jalur cepat. Tentu saja, semuanya akan menyesuaikan apabila berSepeda sudah disediakan infrastruktur dan payung hukum yang memadai. Selama ini belum tersedia, mari kita tetap bersepeda dengan tenggang-rasa yang tinggi terhadap pengguna jalan lainnya demi keamanan dan kenyamanan bersama. Mari kita jaga nama baik komunitas b2w-Indonesia ini dengan berempati untuk meraih simpati dari pengguna jalan lainnya. Semoga berkenan. Salam - Ozy (Ketua b2w-ndonesia)
 | mbot wrote on Sep 13, '07 setuju banget. supaya banyak orang tertarik untuk ber-b2w, kita harus menjaga citra para pengendara sepeda. |
 | Setuju Oom Ozy....speed is important but safety (for all) is number one...... |
 | Setuju banget oum..., harus disosialisasikan nih.... |
 | Kita sopan mereka segan.... Tunjukin kalo kita pengguna jalan yg sopan |
 | Terimakasih oom diingatkan lagi... :) |
 | keliatannya memang harus ada peraturan 2 yang berlaku di jalan raya..... sebagai ciri pengendara yg baik dari komunitas B2W...
|
 | bagus banget nih om, makasih ya :D |
 | agar himbauan dan anjuran ini menyebar bagaikan virus flu burung....bagaimana kalo ini boleh di link di mp teman2 B2W yang lain.....
jadi kalo boleh saya mohon ijin untuk ngelink ini di mp saya yah om..... boleh yah...???... |
 | ozy1 wrote on Sep 13, '07 agar himbauan dan anjuran ini menyebar bagaikan virus flu burung....bagaimana kalo ini boleh di link di mp teman2 B2W yang lain.....
jadi kalo boleh saya mohon ijin untuk ngelink ini di mp saya yah om..... boleh yah...???...  Dengan senang hati apabila bisa menyebarkan kepada rekan2 yang lain melalui berbagai media, baik email, blog atau lainnya. Terima kasih atas concern-nya. |
 | Om Ozy,
Saya sangat setuju metode tersebut, mungkin sebelum bike line terwujud ada baiknya kita membuat "green map" Jakarta, agar jelas jalur sepeda dan pejalan kaki yang aman. |
 | Berguna bangeud, Oom Ozy! Jadi malu... aku sering pake jalur cepat... tapi selalu berusaha tertib kog. Kecuali di depanku ada bus GEDE, so aku usaha salip tapi dengan sopan, tentunya untuk kembali lagi ke jalur paling kiri... Jadi ingeud. Kapan itu aku b2w, nunggu lampu ijo. Pengendara motor sebelahku bilang: lewat situ aja, Mbak (sambil nunjuk2 jalur buswae). Aku bilang: ga Pak, makasih. Ga boleh tu... bahaya. Saya ngantri disini aja degh. Ngajarin kog ga beneuuur...'(
Oom Ozy... bahas di postingan lain lagi dunk... ini logh... misal niy... ada pertigaan/perempatan... kan kita ada di paling kiri tapi kita mau lurus, gmn caranya spy kita ga mbingungin roda 4 yang mau ke kiri, kita harus kasih tanda gimana... hal2 yang ky gini niy, Oom. I need your guidance.
Thanks a bunch, Oom...
*malu deh.. prnh ditegur Wak Ozy krn ga pake lampu, thus, sampe detik ini belum nemuin batere R1-N buat lampuku '( ada yg tau blinya dimana?!* |
 | t3k0 wrote on Sep 14, '07 bacaannya amat sangat membantu neeh om, thx 2 remind us!!
|
 | sip om ozy saya kalo naek trotoar pasti di tuntun sepedanya .. naek jembatan penyeberangan juga di tuntun .. hehehehehe
|
 | ozy1 wrote on Sep 14, '07, edited on Sep 14, '07 Nina quoted: [[Oom Ozy... bahas di postingan lain lagi dunk... ini logh... misal niy... ada pertigaan/perempatan... kan kita ada di paling kiri tapi kita mau lurus, gmn caranya spy kita ga mbingungin roda 4 yang mau ke kiri, kita harus kasih tanda gimana... hal2 yang ky gini niy, Oom. I need your guidance.]]
Kalau berada di perempatan atau pertigaan, lalu kita pingin terus maka kendaraan yang lain harus tahu bahwa kita maunya lurus terus. Kalau saya biasanya mengangkat tangan setinggi mungkin tapi agak condong kedepan tangannya.
Pastikan juga, kalau ada beberapa lajur, untuk berhentinya tidak di lajur yang belok kekiri, tapi dilajur yang lurus.
Cara lain, menyeberanglah menggunakan fasilitas pejalan kaki jika memang ada; artinya, ketika lampu hijau untuk penyebrang jalan kaki, dan kitapun bergerak bersama mereka.
Semoga membantu... masih lewat flamboyan ;-)
|
 | oom Ozy, kalau berkendara berlawanan arah gimana oom etikanya? sebagai sepeda kan kita lebih fleksibel ya oom... tapi etika benernya gimana ya? sejujurnya kalau saya naik mobil dan ketemu motor yang jalan berlawanan arah saya suka kesel.. tapi kalau sepeda sih gak masalah ya oom seharusnya? |
 | kalau di perempatan si, yg biasa lewat itu di perempatan pa tani dari arah kwitang. kalau kita mau ambil yg arah ke lampu merah kebon sirih (belok ke kanan), pas di pa tani tadi udah harus siap. yg sy lakukan biasanya ambil lajur paling kiri. nah kalau pas lampu merah, dari arah kiri itu sy terus ambil posisi paling depan bersama para pengendara sepeda motor. Kalau bisa lebih depan dari mereka. Begitu sy lirik ke kanan lalulintas dari kanan (hotel aryaduta) udah mo berenti krn lampu merah, barulah siap-siap kayuh sepeda.
|
 | aswi wrote on Sep 14, '07 Makasih banget atas saran yang sangat bermanfaat ini. Saya dah positif kena penyakit LUPUS, apalagi pas sepedaan. Makin kronis aja. Maklum aja, LUPa USia! Salut! Lam kenal, Om! |
 | makasih banget om Ozy atas guidancenya, selama ini sudah melaksanakan juga apa yang om Ozy arahkan, tetapi kadang kala kalau terpaksa melanggar juga, tapi bagaimanapun juga tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan baik pejalan kaki maupun pengendara moda transpor lainnya.... |
 | ozy1 wrote on Sep 14, '07 oom Ozy, kalau berkendara berlawanan arah gimana oom etikanya? sebagai sepeda kan kita lebih fleksibel ya oom... tapi etika benernya gimana ya? sejujurnya kalau saya naik mobil dan ketemu motor yang jalan berlawanan arah saya suka kesel.. tapi kalau sepeda sih gak masalah ya oom seharusnya?  Berkendara berlawanan arah jelas2 BERBAHAYA. Tapi ya itu tadi semuanya menjadi situasional karena infrastruktur dan aturan yang belum memadai.
Bila memang terpaksa melawan arus, gunakanlah nalar kita dengan baik; kalau memang kondisinya membahayakan, mending naik ke trotoar dan ikuti petunjuk no.2 uraian diatas.
Jika kondisinya memang lengang, dan ingin melakukan secara belawanan arah; maka tetap harus ekstra hati2. Apalagi ketika hendak berpapasan dengan kendaran yang cukup besar, seperti Kijang atau SUV, apalagi bus atau truk. Karena bisa jadi sepeda motor atau mobil kecil dibelakangnya mengira bahwa arus searah dia aman. Sehingga ketika mereka bergeser kekiri, atau bahkan menyalip dari kiri (sepeda motor), maka tabrakan dengan kita bisa terjadi.
Sekali lagi, sebaiknya tidak melawan arah jika situasi tidak benar2 aman. |
 | "Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini..." Om Ozy bagaimana kalo dibikin tertulis:) bisa jadi JUKNIS ato KODE ETIK B2W nih... jika aturan2 itu bener2 dipatuhi akan menjadi KEHORMATAN tersendiri bagi komunitas kita ini. bahkan motor2 yg buanyak sekali komunitas tidak berpikir seperti ini (mungkin?) |
 | nambahin satu lagi om .. jangan masuk jalur busway kalo ga kepepet banget ... o iya mau ngaku dosa .. suka masuk jalur hijau di casabanca kalo lagi macet banget :D
|
 | sepeda dijalur cepat?????, kok menurut saya itu sangat berbahaya ya, walaupun kondisinya padat merayap ato gmn, menurut saya alangkah baeknya kita tetep mengunakan jalur lambat, karena takut terjadi salah persepsi mengenai padat merayap itu sendiri, kan persepsi setiap orang bisa berbeda-beda mengenai padat merayap, kan aturannya sudah jelas, jalur cepat hanya untuk kendaraan beroda 4, bukan roda 2, takutnya dengan pembolehan pengunaan jalur cepat disaat padat akan mengkaburkan peraturan lalulintas
mohon koreksi jika salah
salam Arifcer |
 | Terima kasih Wak Haji,
Dah kami sebarluasken.
Salam gowest & B2W slalu, BP |
 | Kecuali jalur busway yang belum dipake, seperti di Ps Jumat & Pd. Indah. Mantab |
 | ozy1 wrote on Nov 15, '07, edited on Nov 16, '07 sepeda dijalur cepat?????, kok menurut saya itu sangat berbahaya ya, walaupun kondisinya padat merayap ato gmn, menurut saya alangkah baeknya kita tetep mengunakan jalur lambat, karena takut terjadi salah persepsi mengenai padat merayap itu sendiri, kan persepsi setiap orang bisa berbeda-beda mengenai padat merayap, kan aturannya sudah jelas, jalur cepat hanya untuk kendaraan beroda 4, bukan roda 2, takutnya dengan pembolehan pengunaan jalur cepat disaat padat akan mengkaburkan peraturan lalulintas
mohon koreksi jika salah
salam Arifcer  Secara harafiah sebenarnya tidak elok kalau kita masuk jalur cepat. Tapi kalau kita perhatikan secara seksama di pagi hari dan sore hari pulang kantor, lihatlah berapa banyak para b4w maupun pedagang bersepeda yang menggunakan jalur cepat... Karena jalur cepat memang sudah tidak menjadi jalur cepat lagi, bahkan kalah cepat dengan sepeda.
Nach untuk itulah bagi yang masih tetap mau menggunakan jalur cepat, seyogyanya tidak bertindak arogan, menggunakan lampu belakang yang terang agar mudah dikenal oleh kendaraan besar lainnya.
Intinya setuju, sebisa mungkin hindari jalur cepat, tapi bila kondisi memaksa untuk masuk jalur cepat patuhi aturan tidak tertulis demi keselamatan.
Buat yang rutin melalui jalur protokol sudirman thamrin, pasti sudah bisa membedakan mana yang lebih aman jalur lambat atau jalur cepat pada saat-saat macet berat.
Sekali lagi, semuanya tergantung kepada diri masing2, saya hanya bisa menganjurkan dan memberikan sekedar guidance, sehingga jangan sampai b2w di "cap" tidak tahu aturan.
Terima kasih om atas concern-nya, semoga jalur sepeda dan perangkat hukumnya segera ditegakan. |
 | Dalam kondisi di Jakarta sebenarnya make sense juga masuk jalur cepat, karena umumnya ancaman utama pesepeda itu adalah sepeda motor yang gerakannya lebih gak beraturan dan unpredictable dibandingkan mobil......hal ini sih pengalaman pribadi aja....saya lebih tenang berada di antara mobil di banding motor.... |
| |