- Semua jenis sepeda gunung masa kini telah menerapkan sistem suspensi pada roda depannya (fork suspension), dan beberapa diantaranya bahkan menerapkan sistem suspensi di roda belakangnya (dual suspension = full suspension).
- Kategori sepeda tidak hanya dilihat dari kemiripan bentuknya saja, namun ada dua faktor penting lainnya yaitu GEOMETRI dan MATERIAL sepedanya. Sebagai contoh sepeda kategori AM atau DH akan terlihat dari Head Angle yang semakin slack dibawah 70 derajat. Semakin kecil sudutnya semakin nyaman dan mumpuni untuk menghadapi turunan atau ber-downhill ria.
- Demikian juga dengan bahan materialnya, sepeda AM/DH yang notabene lebih banyak dipakai untuk meng"hajar" jalanan offroad tentunya memerlukan jenis material yang lebih kuat.
Saat ini, sepeda disain mutakhir sudah menerapkan cross-genre, artinya satu sepeda bisa masuk di dua atau lebih kategori. Misalnya, Giant Reign yang dirancang untuk penggunaan AM yang optimum tapi masih cukup nyaman untuk light-DH. Atau Santacruz Blur LT yang awalnya didisain sebagai Aggresive-XC tapi juga mumpuni untuk AM, bahkan belakangan malah pindah kelas menjadi kategori AM ;-)
- Sepeda gunung pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sesuai dengan peruntukan medan yang dilaluinya, diantaranya;
- Cross-Country Bike
- Beratnya relatif paling ringan dibandingkan jenis sepeda gunung lainnya, berkisar antara 8 hingga 12 kg. Sepeda gunung jenis ini didisain untuk mendapatkan efisiensi yang optimal pada saat mengayuh dan menanjak, karenanya banyak juga digunakan untuk keperluan XC-race. Rancang bangunnya masih didominasi oleh jenis hardtail (tanpa sistem suspensi belakang), sekalipun dalam 2-3 tahun terakhir ini jenis full-suspension dengan travel suspensi belakang 3-4 inches semakin banyak mengisi pasar.
- Penggunaan full-suspension pada sepeda gunung jenis cross-country banyak dipicu oleh teknologi baru dalam pembuatan bahan material berbobot ringan serta geometri suspensi belakang yang mampu mengeliminasi efek negatif dari bobbing (tendangan balik pada saat suspensi mengayun). Hanya saja sepeda gunung jenis ini tidak selayaknya dipergunakan secara extreme, kecuali sebatas lompatan kecil (bunny hop) dan kondisi medan dengan halangan teknikal yang ringan.
- All Mountain
- Saat ini merupakan pilihan yang cukup populer bagi para penggemar sepeda gunung petualangan bebas dan popularitasnya sedang menanjak pesat. Jarak main suspensi biasanya berkisar antara 4 hingga 5 inches bahkan beberapa sudah ada yang menerapkan 6 inches, sekalipun kategori ini masih menyisakan beberapa sepeda gunung jenis hardtail. Sepeda gunung jenis all-mountain dirancang untuk mampu melintasi medan berbatuan, tanah pegunungan maupun batu lepas dengan nyaman pada kecepatan relatif tinggi dan nyaman dibandingkan sepeda jenis cross-country, bahkan mampu melakukan lompatan (drop off) hingga 2 meter. Berat keseluruhan sepeda berkisar antara 11-15 kg, dengan komponen yang yang relatif ringan namun tetap kuat.
- Freeride
- Pada dasarnya sepeda gunung jenis ini tidak berbeda banyak dengan sepeda gunung jenis All-mountain, kecuali beberapa komponen-nya dibuat lebih kuat dan berkarakteristik sepeda gaya bebas. Seperti misalnya, suspensi depan yang lebih kekar dan minimal dilengkapi suspensi double crown (batang penahan stanchion), serta menggunakan dual cranks pada pengayuhnya. Sepeda gunung ini biasanya dirancang untuk dapat bertahan ketika melakukan lompatan-lompatan yang yang cukup tinggi.
- Dirt Jump / Urban Bike
- Penggemar sepeda gunung ini awalnya adalah kawula muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung untuk segalanya. Selain sebagai alat transportasi, menikung dengan kecepatan tinggi, juga digunakan untuk melakukan lompatan-lompatan tinggi bahkan sangat extreme. Rangka sepedanya (frame) terbuat dari bahan yang sangat kuat dengan disain yang kokoh, serta ruang ban yang cukup besar untuk penggunaan ban yang ekstra lebar dan besar. Disamping itu frame bagian atasnya (top tube) dibuat serendah mungkin untuk kemudahan pengendalian. Berat sepeda gunung ini mencapai antara 13-18 kg dengan kualitas material yang lebih kuat, sehingga membuat jenis sepeda ini relatif lebih mahal.
- Downhill
- Sepeda gunung jenis ini tujuan utamanya adalah menaklukan turunan dengan cepat, aman dan nyaman; yang pada awalnya banyak dilakukan pada area turunan bermain ski disaat tidak musim salju. Untuk itu dibutuhkan suspensi yang lebih panjang jarak mainnya, serta super-sensitif terhadap medan yang dilintasinya. Geometri dari rangkanya (frame) didisain dengan titik gravitasi yang rendah dan mampu menikung dengan stabil sekalipun pada kecepatan tinggi. Kemampuan melakukan pengereman juga merupakan faktor yang penting bagi sepeda jenis ini, karenanya penggunaan rem piringan (disc brake) berukuran besar sangat direkomendasikan. Komponen dan material sepeda ini dipilih yang kuat untuk menahan perlakuan yang “abnormal” dan ini menyebabkan bobot sepeda meningkat sehingga berkisar antara 15-20 kg.
 | maaf, numpang baca.. mudah-2 an berguna bagi kami dan anggota |
 | ozy1 wrote on Nov 14, '07 Monggo silahkan, semoga bermanfaat. Salam kenal buat rekan2 di Probolinggo. |
 | Niatnya cuma searching buat tips pilih sepeda, akhirnya nyasar ke MP-nya Mas Ozy, keren banget sih, tau ttg sepeda sampe segitunya, penggemar berat ya? Hebat euy..dari tadi baca cuma melongo doang, karena ngga ngerti soalnya istilah2 nya aja baru denger sekarang..he..he..jadi masih sulit bayangin, salam kenal ya Mas... |
 | ozy1 wrote on Nov 29, '07 Salam kenal juga mbak Anie, Semuanya berawal dari tidak kemengertian koq dan jangan khawatir banyak yang dengan tulus ikhlas untuk membantu rekan2 yang membutuhkan tuntunan memilih sepeda yang cocok dengan target penggunaannya. Semoga menemukan tambatan hati yang cocok ;-)
|
 | Oom Kalau XC,AM,LT,DH itu apa sih?
Salam New Bie |
 | XC= Cross Country, medan alam bebas seperti trek dipegunungan AM= All Mountain, medan pegunungan yang treknya lebih extreme kondisinya DH= Downhill, kontur tanah dengan turunan extreme |
 | om, paling cocok untuk XC jenis HARDTAIL ato FULLSUS? TX..... |
 | om, paling cocok untuk XC jenis HARDTAIL ato FULLSUS? TX..... |
 | Sebenernya dua-duanya masih cocok, meskipun sekarang trend-nya cukup banyak yang beralih ke fullsus. Selain terknologinya yang sudah semakin efektif juga tingkat kenyamanannya yang lebih superior. |
 | lama nggak maen kesini..? |
| |