Ada tulisan menarik seputar dunia para pria yang saya kutip dari blog nya om Eppy di "http://eppysumadji.multiply.com/journal/item/26". Silahkan disimak...! ====== Sebuah riset mengatakan bahwa Pria dan Hobi merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan, dan kadang menjadi misteri bagi kaum Hawa. Sering terjadi di kalangan kaum wanita bahwa mereka tidak pernah mengerti dengan apa dan bagaimana kebiasaan yang dilakukan pasangannya. Apalagi jika itu berkaitan dengan hobinya. Jika memang kaum pria sangat memerlukan penyaluran berupa hobi tertentu hal ini bisa saja terkait dengan berbagai hal, termasuk kebiasaan di masa kanak-kanak dan tingkatan stres yang diterimanya. Sebuah riset kualitatif mengatakan bahwa Mayoritas pria berusia 25-49 tahun itu harus mampu menjaga kinerja mereka seiring dengan waktu kerja yang kerap menyita pikiran dan stamina, tenggat waktu yang mepet, dan suasana kerja yang kompetitif. Kondisi kerja seperti itu sering dapat menyebabkan stres, kehilangan konsentrasi, dan kelelahan fisik. Dari riset itu tersingkap pula jalan keluar untuk mengatasi stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Responden lajang berusia 25 -30 tahun, yang sedang berusaha keras membangun karier, cenderung melakukan sosialisasi dan hang-out di kafe. Bahkan, bagi kelompok ini, pergi ke kafe tetap dianggap sebagai "bekerja". Itu karena dalam kegiatan sosialisasi mereka, dapat menjalin jaringan kerja atau networking. Selain itu, mayoritas responden juga banyak mengonsumsi kafein, alkohol, dan merokok sebagai salah satu kompensasi terhadap stres. Sementara itu, pria berusia 31-40 tahun lebih memilih untuk meninggalkan pekerjaan mereka di kantor saat pulang ke rumah. Pertimbangannya, keluarga merupakan salah satu medium untuk relaksasi dan menghilangkan stres. Berbeda dengan pria dewasa usia 41 - 49 tahun yang sudah lebih mapan dalam karier dan kebanyakan telah mempunyai usaha sendiri. Mereka pun mempunyai fleksibilitas yang lebih dalam membagi waktu. Mereka dapat lebih mudah mengatur waktu untuk pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial. Acap kali mereka mencari ketenangan melalui kegiatan-kegiatan religius, berolahraga ringan, atau melakukan hobi-hobi tertentu. Terlihat disini adanya tahapan-tahapan di kalangan pria untuk dapat mengontrol tingkat stres nya. Hal ini akan berlangsung jauh lebih mudah jika mereka memiliki hobi yang akan memindahkan dan menenangkan pikiran mereka dari berbagai tingkatan stres. Watak Pria dan KarakternyaAda juga yang mengatakan bahwa dari hobi seseorang dapat diketahui wataknya. Boleh percaya, boleh tidak. Coba cermati, apa sih kesukaan Anda terus, cocokkan apakah itu mirip dengan kelakuan Anda sendiri. Hal ini akan jauh lebih mudah jika Anda meminta orang lain yang menilai diri Anda. Jika Anda hobi otomotif, sifat pria seperti ini biasanya: - Berani menghadapi tantangan. - Cerdas dan punya taktik jitu - Tingkat kesabaran tinggi - Teliti dan detil, termasuk urusan jodoh - Sigap, terbiasa mengambil keputusan cepat Jika Anda suka olahraga, sifatnya kurang-lebih: - Sportif, sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan - Suka bersosialisasi, terutama bagi yang menggemari olahraga kelompok Jika Anda kolektor benda-benda, sifatnya: - Daya ingat tinggi - Teliti dan rapi, barang koleksi hilang atau terselip, Anda langsung tahu Jika Anda suka main game, Anda cenderung: - Suka tantangan - Sangat senang berkompetisi Jika Anda suka gadget, sifatnya: - Dinamis dan senang perubahan. Teknologi kan selalu berubah, asal jangan termasuk berubah pikiran soal pasangan - Sensitif dan senang mengamati perkembangan yang terjadi. Hmm, sepertinya ada yang memang 'nyangkut' sesuai dengan kepribadian Anda bukan? Hobi Yang Patut DiwaspadaiUntuk melakukan aktivitas hobi memang perlu dicermati proses dan hasil yang akan Anda dapatkan. Apalagi bagi Anda yang sudah menikah. Jangan sampai hobi Anda mengganggu keuangan keluarga Anda. Apalagi dengan adanya 4 (empat) pos keuangan penting yang patut Anda cermati agar tidak overbugdet. Pos-pos tersebut adalah: 1. Telepon, Listrik, Air 2. Hadiah & Sumbangan 3. Busana & Aksesoris 4. Barang Elektronik Perhatian pada pos nomor 4, Barang elektronik... Ini akan dapat menjadi salah satu hobi yang menguras keuangan Anda. Pos ini, sering diidentikkan dengan hobi suami. Seperti halnya, pos busana & aksesoris sering diidentikkan dengan kebutuhan istri. Dalam hal busana & aksesoris, suami seringkali menyalahkan pihak istri sebagai orang yang selalu menghambur-hamburkan uang untuk membeli kebutuhan tersebut. Tetapi, bagi para istri, mungkin harus tahu juga bahwa suami pun memiliki pengeluaran yang besar untuk hobi. Lho, memangnya semua hobi mahal? Begitu mungkin Anda pikir. Yah, tergantung sih. Cuma, kali ini ada 3 hobi kaum Bapak yang harus diwaspadai tidak ingin pengeluaran keluarga menjadi bengkak. Benda-benda tersebut adalah: 1. RokokTidak bisa disangkal lagi, banyak pria di Indonesia yang menghabiskan uangnya hanya untuk membeli rokok. Parahnya lagi, kalau Anda mau menghitungnya, pengeluaran untuk rokok ini cukup tinggi. Coba saja bayangkan, anggap saja satu bungkus rokok filter isi 12 batang seharga Rp 7500. Sekarang, berapa bungkus rokok itu habis oleh suami Anda? Sehari atau dua hari? Kalau sebungkus itu habis dalam waktu sehari, berarti pengeluaran keluarga Anda hanya untuk membeli rokok sekitar Rp 225 ribu sebulan. Itu baru rokoknya, belum lagi uang yang mungkin harus Anda bayarkan karena besar kemungkinan suami Anda bisa terkena penyakit paru-paru kronis ketika ia tua nanti. Wah, bisa keluar uang lebih banyak tuh. 2. OlahragaTergantung apa jenis olahraganya, tapi beberapa bidang olahraga tidak bisa dipungkiri dapat menghabiskan biaya yang cukup tinggi. Ini terutama pada bidang-bidang olahraga yang membutuhkan sejumlah peralatan yang mahal. Prinsipnya, semua olahraga yang butuh peralatan. Apa saja sih olahraga yang butuh peralatan? Olahraga sepeda balap atau sepeda gunung, bowling, golf (jelas mahal sekali), bulutangkis, tenis meja, dan sebagainya. Sekali lagi, tidak semua alat olahraga itu mahal, tetapi beberapa cabang olahraga tersebut memang memerlukan peralatan yang cukup mahal. 3. MainanYang dimaksud dengan mainan adalah barang-barang yang seringkali membuat kaum Adam ketagihan. - Barang Elektronik. Contohnya peralatan kamera untuk Anda yang hobi fotografi atau peralatan sound system buat kaum pria yang gila dalam mendengarkan musik.
- Otomotif. Segala macam yang berhubungan dengan otomotif, entah itu kendaraannya maupun aksesorisnya,
- Pertukangan. Ini adalah hobi yang berkaitan dengan segala macam kegiatan pertukangan. Biasanya sih, kalau seperti ini, mungkin segi positifnya adalah bahwa Anda akan lebih sering membetulkan dan merenovasi rumah Anda.
Sekali lagi, hobi merupakan sesuatu yang kadang memang harus dilakukan. Kalau tidak dilakukan, Anda sekeluarga mungkin akan jenuh dalam menjalani hidup ini. Dengan menjalankan hobi, Anda punya kesempatan untuk mengatasi kejenuhan Anda. Jadi, Anda pasti mengeluarkan uang untuk hobi Anda. Tinggal bagaimana Anda bisa mengatasi hobi-hobi tersebut, agar jumlahnya tidak membengkak. Ada Hobi Yang Menghasilkan UangSudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang. Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan. Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi BisnisSatu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya : 1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “ Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya. Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi. 2. Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya. 3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya. Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network. 4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan. Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Hobi adalah HobiSiapapun Anda, berapapun usia Anda, jika memang Anda memiliki sebuah atau beberapa buah hobi, janganlah Anda abaikan karena itu adalah sarana rekreasi alami bagi otak Anda. Yang terpenting adalah memandang hobi dengan keadaan realitas yang melingkupi Anda. Jangan sampai terseret pada arus hobi menggoda. Sebab sekali tergoda Anda akan sangat susah untuk keluar lagi. Jadi berhati-hatilah. (RS)
Satu lagi karya tulis om Hidayat yang cukup kritis dan tajam melihat permasalahan. Kali ini beliau menyoroti korelasi Car Free Day yang diselenggarakan pada akhir pekan selama beberapa jam SAJA, dikaitkan dengan impian para Bikers-to-Work yang tengah bermimpi untuk bisa menikmati bersepeda di kota-kota seperti Jakarta ini secara aman dan nyaman. Saya sepakat dengan analisa om Dayat mengenai korelasi Car Free Day dengan "tuntutan" jalur sepeda di kota-kota besar; dimana sebenarnya tidak ada korelasi langsungnya :-( B2W-Indonesia telah cukup lama kita berjibaku untuk membangun awareness mengenai B2W... dan ternyata berhasil, buktinya lihat sendiri saja ya ;-) Sayang, awareness saja tidaklah cukup, rupanya ada faktor "lain" yang lebih berperanan disini, coba kita tanyakan kepada para pejabat pemerintah pengambil keputusan; apakah menyiapkan sarana atau infrastruktur sepeda lebih rumit dan mahal dibandingkan bus wae atau monoraaail.... pingin tahu saya jawabannya.... ;-? Saya tidak bilang bus way adalah solusi yang jelek, tapi lihat yang terjadi sekarang pembuatan jalur khusus tersebut dan pengadaan bus ternyata tidak synchrone. Akhirnya jalur yang sudah dibuat rapi menjadi berantakan karena bus yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Ironisnya, hal ini akhirnya memakan banyak korban kecelakaan bahkan mati sia-sia akibat prasarana bus way yang kurang diperhitungkan secara matang ini. Bagaimana kalau kita usulkan Jalur Bus Way dijadikan jalur khusus sepeda selama 5 hari kerja setiap awal bulannya, khususnya jalur yang belum ada busnya... xixi xi xi.... Silahkan nikmati tulisan dari om Hidayat berikut ini yang saya cross posting seijin beliau dari blog nya di "http://hsgautama.multiply.com/journal/item/382" ============================================================================ Berbicara tentang mimpi mempunyai bike lane di Jakarta, beberapa kawan menimpali itu sebuah mimpi indah saja. Mimpi tersebut sebuah harapan tinggi yg bisa jadi tidak akan ditanggapi serius oleh pengelola kota Jakarta dengan menyediakan bike lane secara khusus. Jikapun ada, bisa jadi rencana menyediakan bike lane akan dilakukan 10 tahun lagi atau mungkin lebih. Pemerintah dan pengelola Jakarta dianggap tidak serius mendorong tumbuhnya lingkungan kota yg sehat, green city, dan menyediakan sarana transportasi alternatif disini, alasannya bisa sejuta dengan pembenaran ini itu. Kota modern spt Jakarta lebih dihitung pada aspek sarana transportasi modern (memakai bahan bakar) yg bisa mendatangkan keuntungan konkret secara financial, ketimbang membuka peluang adanya transportasi alternatif seperti sepeda yg bebas polusi untuk bekerja bagi penduduknya. Untuk meredam desakan munculnya jalur khusus sepeda (bike lane), lantas secara regular disediakan jalur tertutup dibeberapa wilayah di Jakarta untuk sarana “jalan jalan dengan sepeda” diakhir pekan. Jalur tertutup tersebut yg dikenal dengan program Car Free Day memang bisa mendorong minat banyak manusia di Jakarta untuk memakai sepeda disana, plus berolahraga. Namun ini seperti meleset dari goal awal yakni bahwa adanya bike lane akan mendorong penduduk Jakarta mau memakai sepeda setiap hari pulang dan pergi dari rumahnya ke kantor karena pemerintah memberikan jalur khusus. Goal utamanya adalah sepeda sebagai alat transportasi utama bekerja, bukan cuma dipakai diakhir pekan untuk olah raga disebuah ruas jalan yg ditutup. Itu intinya. Jika pasrah saja mengikuti program semacam ini, bisa jadi ujungnya bak drama kontemporer “Menunggu Godot”, sebuah ekspresi pesimis dan meledek. Gak akan jelas kapan realisasinya. Bike Lane atau jalur khusus sepeda diartikan dikepala setiap pejabat pemerintah kota disini adalah menyediakan membuat jalur khusus dengan lebar minimal sepanjang bahu orang dewasa, atau dua sepeda berjajar. Jalur ini akan memanjang diruas jalan utama yg menjadi urat nadi dari kantong perumahan penduduk di 5 penjuru mata angin menuju pusat bisnis didalam kota. Dari sini lantas muncul kekhawatiran dikepala mereka, bahwa jalur khusus sepeda akan “merampas” jalur ranmor shg makin menyempitkan ruas jalan yg telah ada. Lahan terbatas, jalur jalan hanya ada itu saja dan kian sulit untuk dikorting lagi. Dalih ini spt adalah lagu lama. Hal yg sama sebetulnya juga berlaku buat jalur busway ketika diawalnya dibuat menuai kecaman disana sini karena membuat kemacetan hebat dan di cap merampas lebar ruas jalan yg cuma segitu gitu saja. Toh begitu busway berjalan, banyak pemilik mobil beralih memakai busway untuk menembus kemacetan jalan yg kian lama kian parah. Hemat waktu dan hemat biaya bensin. Logika ini tentunya akan berlaku sama dengan jalur sepeda. Dengan adanya jalur sepeda maka akan memicu masyarakat pekerja kelompok usia produktif akan turun kejalan raya memakai sepeda. Kembali pada ekspresi “bak menunggu Godot” diatas, kesungguhan Pemerintah dan pengelola kota harus dipertanyakan kenapa mereka selalu berkutat dng alasan standar spt diatas. Sebetulnya, jika mau serius, ada hal lain yg bisa berjalan segera dan diterapkan tanpa harus menunggu pemecahan masalah klasik soal lalu lintas ruwet di Jakarta. Bermain tarik ulur “mana telur dan mana ayam duluan” akan terasa melelahkan. Pertama, pemerintah seharusnya sudah mulai menyebarkan rambu rambu khusus sepeda diruas jalan utama hingga keruas jalan kekantong perumahan penduduk padat. Rambu sepeda itu disertai warning “waspada sepeda” atau “awas sepeda”. Ini mendorong tumbuhnya awareness yg positif kepada pemakai ranmor untuk mau menghargai pemakai sepeda. Bagaimanapun, memakai sepeda jelas kalah dalam segala aspek dibanding ranmor. Cara ini juga telah diterapkan buat pejalan kaki atau penyeberang jalan dimana semua ranmor diminta untuk bersabar jika ada yg menyeberang di zebra cross. Baiklah, jalur sepeda belakangan saja, yg penting ada ada rambu yg menjaga keselamatan “si lemah” dari sambaran ranmor yg ugal ugalan. Picture linked from 1, 2

Kedua, pemerintah atau masyarakat sendiri bisa meminta kepada pengelola real estate yg ada dilingkar suburban area untuk menyediakan jalur sepeda. Ini mirip konsep Mao “Desa Mengepung Kota”. Mulailah dulu dari pinggiran kota dengan melipat gandakan pesepeda aktif dari sana dan membangun kulturnya, sediakan sarana parkir dan penitipan sepeda, tersedia rambu sepeda yg jelas. Jika secara kuantitas dan kualitatif akan meningkat tajam, maka akan mampu memberi penekanan positif kepada pengelola kota. Jika kota Jakarta masih ragu menerapkan bike lane, kenapa tidak dimulai dengan kota terdekat disekeliling Jakarta, misal Bogor, Tangerang, Bekasi, Banten. Pengelola real estate juga bisa didorong untuk menerapkan bike lane dilingkungannya agar tercipta kesadaran “bersepeda secara massal”. Kultur itu hal yg penting. Tanpa kultur bersepeda, maka kita bak mengulangi sejarah di tahun 90 dimana booming “sepeda gunung” hanya keluar sesaat lalu amblas hilang dua tahun kedepan. Membangun tren bukan cuma dari toko penjualnya saja, tapi juga harus disemua sisi supaya minat tetap terjaga dengan baik. *** hsgautama.multiply.com
Sudah lama salah satu suhu dunia persilatan MTB, alias pakde Momi alias pak Hendro Poernomo, tidak menulis tips & tricks mengenai persepedaan. Beliau ini pulalah yang berjasa mengajak saya kembali untuk memulai bersepeda di Indonesia, dan dari beliau ini pulalah saya banyak menimba ilmu2 praktis persepedaan. Setelah sekian lama, akhirnya beliau kembali menelurkan sebuah karya tulis yang sering kali dibutuhkan oleh kita, khususnya para pemula ketika sedang menentukan ukuran sepeda yang cocok untuk dirinya. Silahkan menyimak sebuah karya tulis beliau seperti yang saya kutip seijin beliau dari "http://pepesankosong.multiply.com/journal/item/30", silahkan mencermati. ============================================================================= Dimana sebenarnya pengaruh memakai sepeda dengan ukuran yang pas? Jawabnya sebetulnya sederhana, pengaruhnya persis seperti memakai sepatu dengan ukuran yang pas, dipakainya nyaman, tidak bikin lecet karena kekecilan atau tidak bikin keserimpet karena kedodoran, intinya selain aman buat yang memakainya juga akan lebih PD untuk melakukan sesuatu.Nah kalo hubungannya dengan sepeda jelas lebih banyak lagi anggota badan yang merasakan pengaruhnya, (leher, pinggang, persendian2) dan yang terpenting seberapa nyaman/ mampu kita ber manuver dalam kondisi lintasan apapun dengan sepeda baik untuk balapan maupun rekreasi.Jadi jelas untuk yang serius olahraga bersepeda atau sering bersepeda jarak jauh terutama yang mengunakan sepeda gunung jenis full suspensi, disini size, geometri dan setingan yang pas menjadi sangat membantu sekali, apalagi ditambah dengan pemakaian sadel, stang, grip, yang ergonomik.Untuk sepeda jalan raya lebih mudah menetukan patokannya ketimbang untuk sepeda gunung, pembuat sepeda jalan raya cukup hanya berkonsentrasi diukuran seat tubenya saja, sedang ukuran yang lain2 sudah setandard (top tube, down tube, seat stay, dll). Sedang menetukan patokan ukuran untuk sepeda gunung lebih rumit, karena banyaknya jenis2 geometri frame yang dibutuhkan ada hard tail (memakai suspensi depan dengan travel yang beda2) dan frame full susp dengan panjang travel suspensi belakang yang beda2 juga (xc, am, dj, dh, dll), yang artinya seat tube idealnya pun jadi beda2 juga tergantung model framenya tadi.Dibawah ini beberapa penjelasan istilah setelah data dihitung oleh "fit calculator" 1. Standover heightDengan kasus2 seperti diatas, maka sebagai bencmark terbaiknya adalah dngan memasukan standover clearence, ini adalah jarak dari paling atasnya top tube (di posisi tengah2 antara seat tube dan head tube) dengan tanah. apa bila frame yang digunakan tinggi standovernya kependekan buat seseorang begitu pula head tubenya jadi pendek, ini membuat posisi handle barnya jadi rendah yang mengakibat kan stres pada leher dan pinggang. Jika frame dengan standovernya ketinggian, maka sepeda akan kurang lincah bila ber manuver di lintasan singgle trak dan akan terasa lebih kaku untuk manuver2 menghidari rintanagn2, tapi jika tinggi standovernya pas maka akan serasa lebih balance, lincah, dan nyaman dibawa ber manuver meliuk2 sepanjang lintasan. Karena frame sepeda full suspension umumnya mempunya jarak bb ke tanah lebih tinggi dan membutuhkan pennyetelan bagi sag nya, maka ketinggian standovernya umumnya lebih besar dibanding untuk sepeda hardtail, maka diperlukan 2 ukuran standover, satu untuk sepeda HT dan satu untuk sepeda FS. 2. Virtual top tube range.Ini sebetulnya bukan ukuran sebenernya top tube itu sendiri, lebih kepada standar pembuatan sepeda mtb untuk menetukan ukuran dengan cara membuat garis paralel denngan tanah secara imajinari, sepanjang top tube dari mulai tengah2 seat tube ke tengah2 head tubeIni juga dikenal sebagai "efektif top tube", tidak ada satupun geometri sebuah frame yang enak dan nyaman dampaknya selain pengaruh dari top tube ini, jadi apabila ingin lebih fokus pada satu ukuran jadilkanlah patokan ukuran ini.3. Stem lenghtUkuran ini menujukan ukuran panjang stem yang ideal. juga menetukan jenis sudut stem apakah medongak atau datar. 4. BB - Saddle position.Ini adalah ukuran sepanjang seat tube, mulai dari pusat as bb hingga puncak dari sadel. ini patokan pertama untuk tingi sadel, yang nantinya akan di sesuaikan lagi dengan penggunaan cleat dan panjang pedal, atau tebalnya sadel, umumnya berkisar 2 cm5. Saddle-HandlebarUkuran ini berkaitan antar pemilihan panjang stem dan maju/mundurnya posisi sadel, diukur dari hidung sadel hingga sisi terpendek handle bar (tengah2), dengan selalau berada dalam patokan ini maka dalam posisi ideal berat tubuh tidak akan terllu berat kebelakang atau terlalu kedepan. Data2 yang diperlukan "fit calcultor" untuk menghasilkan ukuran frame off road yang tepat sesuai pengendaranya adalah.1. Ukuran inseam 2. Ukuran trunk 3. Ukuran forearm 4. Ukuran arm 5. Ukuran thight 6. Ukuran lower leg 7. Ukuran sternal notch 8. Ukuran total body height Hasil yang keluar dari fit calculator ini natinya, selain data yang diperlukan untuk pembuatan custom frame, juga menghasilkan ukuran umum untuk frame siap pakai yang ada sbb.1. Hardtail Satndover height2. Full suspension Standover height3. Virtual top tube4. Stemp lenght5. BB - Saddle position6. Saddle - Handlebar
AIR SUSPENSIONSuspensi dengan t eknologi pegas udara mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan suspensi dengan teknologi pegas koil yang biasanya terbuat dari besi atau titanium. Diantaranya adalah bobot yang relatif ringan, serta kemudahan dalam mengatur daya pegasnya ( spring rate) sesuai kondisi trek yang ada. Saat ini sudah banyak suspensi udara yang mempunyai daya pegas yang konstan sepanjang travel-nya tanpa menimbulkan daya pegas ya ng lebih kaku pada akhir dari travelnya (posisi suspensi dalam keadaan terkompresi maksimum), atau dikenal dengan “ a linear spring rate”. Suspensi dengan karakteristik seperti ini biasanya lebih cocok untuk medan XC hingga AM dengan kondisi trek yang mudah dipre diksi. Sebaliknya, “ a progressive spring rate” adalah suspensi yang semakin kaku/keras ketika menjelang akhir maksimum kompresinya. AIR PRESSUREKinerja suspensi berpegas udara sangat ditentukan oleh tekanan an  gin yang dipompakan untuk mendapatkan tin gkat kekerasan atau kelembutan yang dibutuhkan sesuai deng an medan yang akan dilalui. Tekanan angin yang lebih tinggi biasanya dibutuhkan oleh para XC racers atau mereka yang bermain agak ekstrem, dan tentunya menuntut compression damping yang lebih baik pula. Sebagai patokan awa l, tekanan angin yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan berat badan pengendara mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pabrikannya. Idealnya, suspensi harus bisa mendekati jarak main maksi malnya ( maximum travel) sekitar 2-3 kali dalam setiap trip yang anda lakukan. Tentunya harus diperhatikan untuk tidak sampai mentok dengan keras/kasar ( bottoming out). Untuk suspensi yang mengg  uanakan Dual Air System, aturlah tekanan angin positipnya terlebih dahulu baru sesuaikan tekanan angin negatipnya. Tekanan angin positip berfungsi untuk mengatur daya pegas layaknya suspensi pada Solo Air. Sedangkan tekanan angin negatip akan mempengaruhi sensitivitas pada awal travel ( initial stroke). Untuk penggunaan normal atau standar XC, tekanan angin negatip bisa disamakan 100% dengan tekanan angin positipnya. Sedangkan pemakaian untuk rough terrains, turunkan tekanan angin negatip dikisaran 60-80% dari tekanan angin positipnya. Intinya semakin tinggi tekanan angin negatip (biasanya maksimum sama dengan tekanan angin positip) maka semakin cepat reaksinya terhadap benturan kecil ( small bump compliance) SAGSalah satu unsur penting dalam pengaturan suspensi adalah jarak SAG. Umumnya untuk bersepeda di trek jenis cross-country atau AM, pastikan SAG yang ada berkisar 20-25  % dari dari total travel suspensinya. Seringkali saya perhatikan banyak pengendara sepeda XC y ang tidak memaksimalkan kemampuan suspensi akibat dari SAG yang terlalu sedikit, kurang dari 20%. Untuk mengatur SAG secara mudah, cukup gunakan cable tie yang dililitkan pada stanchion (pastikan dipasang tidak terlampau erat). Bawa sepeda dekat dengan tembok atau tiang dan duduklah disadelnya dengan posisi seperti sedang mengendarai sepeda, dengan bahu menyandar ringan ke tembok. Pastikan cable tie dalam posisi terendah atau menyentuh tubing dari stanchion, dan turunlah dari sepeda secara perlahan, lalu ukur jarak antara cable tie dengan mulut tabung stanchion nya. Jarak tersebut haruslah berada pada kisaran 20-25% dari total travel suspensi. Untuk suspensi jenis DH atau FR bahkan bisa mencapi 30% dari total travel suspensi. Lalu kendarai sepedanya sambil sekali-kali menekan kebawah dengan kuat pada bagian depannya untuk mendapatkan full travel. Jika tidak mencapai full travel, maka kurangi tekanan anginnya. Jika setelah tekanan angin dikurangi, lalu dengan cara yang menekan yang sama tadi ternyata menjadi terlalu mudah "mentok" ( bottoming out) tambahkan tekanan angin secukupnya. REBOUNDHampir semua suspensi model terakhir sudah dilengkapi dengan Rebound System yang berfungs  i mengatur kecepatan pegas kembali keposisi semula setelah mengalami kompresi kare n a benturan dari bawah atau ayunan berat badan pengendaranya. Pengatur rebound kebanyakan sudah diletakan pada bagian atas dari suspensi untuk kemudahan. Aturlah rebound sehingga suspensi kembali ke posisi semula dengan tidak terlalu cepat yang dapat mengakibatkan efek pecut ( pogo stick). Sebaliknya jangan pula terlalu lambat yang berakibat suspensi tidak dapat kembali keposisi semula ketika melintas dari sebuah benturan ke benturan lainnya. Yang akhirnya menyebabkan efek “ packing down” akibat susp ensi belum kembali pada panjang travel awal namun sudah harus menerima benturan berikutnya. Hampir semua pengatur rebound biasanya dilengkapi dengan gambar penunjuk arah putaran, untuk rebound yang lebih lambat putar kearah gambar kura-kura, untuk rebound lebih cepat putar ke arah gambar kancil. COMPRESSIONSistem kompresi ( Compression System) berfungsi mengatur kecepatan suspensi terkompresi  dan reaksinya terhadap sebuah benturan. Suspensi dengan pengaturan kompresi terlalu rendah akan menyebabkan suspensi cepat bereaksi dan mudah bergerak terhadap benturan ringan saja, khususnya ketika melakukan pengereman mendadak. Compression System yang baik biasanya terdiri dari 2 tingkat ( low & high speed compression). Dimana Low-Speed Compression System berfungsi untuk mengatur benturan ringan ( small bump compliance) pada initial stroke, sedangkan benturan keras atau square bump akan diatur oleh Hi-speed Compression System. Untuk pengaturan awal, putarlah tombol Low-speed Compression pada posisi “ open” atau paling kiri berlawanan arah jarum jam, sedangkan Hi-speed Compression letakan ditengah-tengah (biasanya 7 klik dari total 14 klik untuk Fox). Bila suspensi te  rasa terlalu cep at bereaksi terhadap benturan kecil ata u saat melakukan pengereman, putarlah tombol te rkait 1-2 klik ke arah tanda “+”. Sedangkan pengetesan Hi-speed Compression hanya bisa dilakuka n dengan melabrak halangan agak besar ( square bump) dengan kecepatan yang cukup. Lihat posisi penanda suspensi ( cable tie) apakah begitu mudah mencapai posisi kompresi maksimum, jika ya, putarlah tombol kompresi 1-2 klik ke tanda “+” secara bertahap, dan lakukan test ulang. INTELLIGENT PLATFORMS & THRESHOLDIntelligent Platform dan Threshold adalah teknologi yang mampu mengurangi pergerakan suspensi yang diakibatkan ol  eh pengendara saat mengayuh pedalnya. Teknologi ini sangat bermanfaat pada saat sedang ditanjakan panjang. Hampir semua produsen suspensi terkemuka sudah menerapkan teknologi ini dengan merek dagang yang berbeda, seperti; Rockshox dengan Motion Control, Manitou dengan SPV ( Stable Platform Valve) atau Fox dengan ProPedal nya. Sedangkan Threshold System berfungsi untuk mengunci suspensi ( Lock) tapi tetap masih tetap bisa berfungsi ketika mendapat benturan dengan tekanan tertentu. Seberapa besar tekanan yang dapat menyebabkan suspensi aktif kembali dapat diatur dengan memutar tombol Threshold. Pada beberapa tipe suspensi bahkan menyediakan Threshold Adjuster & Lock dengan sistem remote yang diletakan pada handlebar. TRAVEL ADJUSTERPerk  embangan teknologi suspensi juga telah berhasil menciptakan suspensi dengan panjang travel yang dapat diatur, misalnya Fox dengan TALAS dan Rockshox dengan teknologi U-Turn. Tidak seperti generasi awal, produk keluaran terkini sudah mampu menghasilkan spring rate yang lebih linear seperti yang tercermin dalam namanya TALAS ( Travel Adjust Linear Air Spring). Yang artinya, daya pegas suspensi ini akan tetap sama disepanjang travelnya sekalipun maksimum travel dirubah dari yang terpendek ke yang terpanjang atau sebaliknya.  Teknologi untuk memanjang-pendekan juga telah berkembang, dimana pada saat awal pemunculannya, perubahan panjang travel ini dengan memutar tombol yang ada beberapa kali untuk mendapatkan panjang yang diharapkan (lihat contoh gambar disamping pada pembahasan ini). Saat ini, Fox dengan sistem TALAS-II nya telah berhasil menciptakan mekanisme memanjang-pendekan suspensi hanya dengan menggeser tombol yang ada secara praktis (lihat gambar di atas).
Berikut ini adalah sekilas penjelasan atas beberapa pertanyaan yang dilontarkan di milis B2W-Indonesia.
1. KENAPA SELI ATAU MTB? Kesan bahwa B2W identik dengan sepeda lipat atau MTB hanyalah sesaat, khususnya bagi mereka yang belum memahami sejarah terbentuknya komunitas ini. B2W-Indonesia diprakarsai oleh rekan2 penggemar MTB yang peduli akan kemacetan lalu lintas dan udara segar. Kondisi jalan dan lalulintas khususnya Jakarta yang memang seperti dalam rimba, yakni rimba beton, maka pilihan MTB menjadi lebih mudah dicerna, selain stabilitas, manueverability serta ketangguhannya. Sedangkan Seli menjadi pilihan karena kepraktisannya bagi mereka yang melakukan hybrid transportation (sepeda + kereta/bus way/taxi). Namun tidak sedikit yang menggunakan sepeda onthel, sepeda mini, road bike atau sepeda hybrid, jadiiii.... apapun sepedanya mari ber Bike-to-Work !
Betul sekali, B2W itu untuk semua lapisan termasuk kuli bangunan, pembantu, satpam, pedagang siomai, penjahit berjalan, dll-nya; kita sering menyebutnya dengan B4W (Bike for Work). Dan mereka ini sudah dari dulunya ber B2W jadi tidak perlu lagi melakukan kampanye intensif dikalangan mereka, selain selalu memberikan atensi atas keberadaannya. Misal, ketika berpapasan atau mendahului mereka kita usahakan untuk sekedar menyapa. Nach, justru kampanye B2W perlu digaungkan untuk para pengguna kendaraan bermotor dengan pendekatan getok tular, artinya kita berusaha mengajak lebih banyak eksekutif perusahaan maupun pemerintahan. Dengan demikian efek bola saljunya akan terasa lebih dahsyat, ini bisa terlihat jika kita bandingkan kondisi 3 tahun yang lalu dengan sekarang. Saat ini sudah semakin banyak perusahaan yang mendukung program ini.
Masalah jenis sepeda, sekali lagi itu adalah pilihan. B2W-Indonesia juga turut memikirkan hal ini dengan mengeluarkan sepeda edisi B2W yang handal dengan harga ditekan serendah mungkin. Namun, seandainya ada yang menggunakan sepeda mahal untuk ber B2W tentunya juga bukan masalah besar. Keikut-sertaan mereka ber B2W sudah merupakan suatu kemajuan bagi pertumbuhan B2W.
2. PENAMPILAN Pakaian kala ber B2W sebenarnya bisa apa saja, yang penting nyaman dan AMAN, artinya mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya yang lebih cepat dan besar. Kebanyakan dari kita sih pakai baju kaos atau ada juga yang pakai jersey, tentunya tidak ada yang salah dengan ini, bukan? Sudah pernah ber B2W di Jakarta?, jelas sekali kondisinya belum aman apalagi nyaman. Oleh karena itu perlengkapan seperti helmet, sarung tangan, kacamata, lampu kelap-kelip bahkan masker hidung menjadi perlengkapan standar yang sangat dianjurkan demi masalah AMAN dan NYAMAN tadi. Mohon diingat, sebagian dari target B2W adalah masyarakat yang tadinya merasa aman dan nyaman di dalam mobil atau kendaraan bermotor lainnya.
3. EFEK SAMPING Benturan dengan pengguna jalan lainnya tidak hanya terjadi dengan kami yang ber B2W, tapi juga terjadi antar pengguna jalan maupun sesama mereka sendiri. Permasalahannya adalah disiplin penggunana jalan yang rendah akibat LAW ENFORCEMENT yang tebang pilih serta mudahnya mendapatkan ijin mengemudi. Coba lihat di daerah pinggiran Jakarta, berapa banyak anak SD atau SMP yang mengendarai motor tanpa SIM, atau berapa banyak supir kendaraan umum yang sembrono tanpa DITILANG oleh aparat terkait. Kuncinya tidak cukup dengan SABAR, tapi juga EDUKASI. Kita harus tanpa bosan berikan contoh baik untuk selalu berhenti dibelakang garis pada perempatan yang ada Traffic Light-nya, bersepeda tidak melawan arus, dan sebagainya.
Harga kostum sepeda, kenapa tidak menggunakan apa yang sudah ada, om Tekad salah satu maskot B2W, beliau masih sangat bangga menggunakan kaos oblong dengan logo B2W yang disablon sendiri. Sarung tangan atau helm pun ada yang berharga cukup murah, bahkan B2W-Indonesia sedang memikirkan untuk pengadaan helm edisi B2W dengan harga terjangkau untuk banyak lapisan. Tetapi jika ada yang menggunakan kostum sepeda yang lebih mahal, toh itu tidak akan berpengaruh banyak bagi lainnya yang memang sadar akan pentingnya bersepeda atau B2W.
TREND.... bisa saja B2W suatu saat tidak menjadi trend lagi, sekalipun saya cukup percaya kemungkinan itu akan terjadi diwaktu yang sangat lama sekali dari sekarang ;-) Bayangkan saja, negara2 maju yang mempunyai sistem transportasi nyaman dengan mobil2 canggih, sekarang ini kembali lagi menggalakan bersepeda untuk citi travel nya. Saya pribadi tidak terlalu pusing dengan ini, yang jelas bersepeda saat ini dipercaya bisa menyelamatkan bumi dan generasi mendatang.
Quoated dari om Handry: "Anak2 sekolah bersepeda, kuli2 bangunan dan kuli angkut juga kuli2 pabrik bersepeda, org2 kantor, org2 pemerintahan dan bahkan polisi bersepeda. Keren kan ?"
Keren banget pastinya, dan saat ini sudah terjadi koq hanya saja skalanya yang perlu diperbesar. Yang pasti diacara ulang tahun B2W-Indonesia ke-3 yang diperingati di Monas pada tanggal 29 Agustus 2008, hadir pula adik-adik SMA.
Terima kasih, semoga bisa menjelaskan dan bermanfaat.
Salam - Ozy
============================================================================ On Sun, Aug 31, 2008 at 12:42 AM, Handry Gantina wrote: Om2 dan Te2 B2W'ers,
Perkenalkan saya bagi yang sudah kenal, yg sudah kenal dilanjut aja gowesnya . Saya ada uneg2 nih soal B2W. Uneg2nya begini :
1. Arti dasar B2W. Kok kesannya kalo yg B2W itu musti pake Seli atau Mountain Bike ya ? Soalnya dari sekian banyak foto2 disana ya memang spt itu. Padahal kan B2W bisa juga dilakukan sama masyarakat golongan menengah ke bawah karna kan mereka juga bisa ber-B2W ke tempat kerja juga. Contohnya saja kuli bangunan, pembantu, bahkan sampe pemulung pun kalo aktifitas sehari2nya juga bekerja kan ? Dan saya yakin enggak akan kebeli lah Seli ato bahkan MB bekas sekalipun. Saya kira yg kebeli speda omar bakri atau apa lah yg bahkan bisa dicari di loakan. Ini saya enggak merendahkan lho tapi bicara kenyataannya. Karna bagaimanapun kita enggak bisa menghindari kenyataan iya kan ? 2. Penampilan. Kok kesannya kalo yg B2W itu musti pake setelan balap sepeda ya ? Padahal kan arti dasar B2W kan pake sepeda ke tempat bekerja dan bukan gowes balap kan ? Beda halnya kalo balap kan musti kenceng dan kalo kecelakaan resiko benturan kepala dengan keras juga tinggi. Kalo memang buat berangkat kerja kan pasti dgn kondisi santai, beda halnya kalo memang berniat kencang karna mungkin buru2 atau memang untuk olahraga jantung dan otot. Maksud saya gimana mau santai pake baju kerja gowes misalnya kalo speda yg dipake MB, kalo Seli lebih cocok gowesnya pake baju kerja. 3. Efek samping. Dari beberapa postingan kemarin2 kayaknya beberapa orang mengalami kontra dgn org lain terutama dgn pengguna motor. Ini memang susah2 gampang. Susahnya ya meredam emosi dan posisi yang tidak menguntungkan, gampangnya sih sebetulnya bisa diambil sikap memaklumi saja, karna memang fakta kalo mental pengguna lalu-lintas jalan di Jakarta atau pun kota2 besar lainnya dominan negatif. Kita2 sebagai pelopor ini mesti bersikap lebih bijaksana dalam menghadapinya. Salah satunya yaitu bersabar. Saya juga ber-B2W kok, asli tiap hari dan akan terus begitu selagi bisa. Dan pro banget dgn gerakan B2W ini. Hanya saja kalo sampai kesan yang muncul jadi lain di masyarakat kalo B2W itu jadi nomor 1,2 dan 3 di atas.... hmmm saya jadi prihatin. Kenapa prihatin ? Karna B2W berkesan milik golongan menengah ke atas. Kenapa saya bilang begitu ? Kita harus melihat kenyataan bahwa harga sepeda beserta kostum yang banyak dipakai sekarang berharga sekitar >750rb, bahkan ada yang sampai juta-an yang enggak mungkin toh di-ikuti masyarakat kita yang masih dominan miskin. Bayangkan misalkan ada beberapa org dari golongan menengah ke bawah pakai sepeda omar bakri misalnya atau misalnya ada pembantu ke pasar pake sepeda mini, terus gabung atau pas-pas-an dgn B2W kantoran, kalau enggak muncul kesan malu sih bagus, tapi kalo malah fikiran orang jadi minder dan mendingan pake angkutan umum lagi? Bukannya malah proses penyebaran virus B2W bisa saja mati di tengah jalan, walaupun beberapa orang dari kita akan terus gowes sampe nanti.. Bisa saja B2W ini cuman jadi trend yang suatu saat nanti akan tidak jadi trend lagi dan orang meninggalkannya walaupun mereka sadar bisa saja B2W ini bikin umur lebih awet lagi. Mudah2an ini bisa jadi bahan renungan buat kita semua, bahwa B2W adalah suatu aktifitas yang sangat bagus untuk semua orang dan tidak terbatas dengan derajat ekonomi. Artinya B2W bisa meracuni semua orang di berbagai golongan, umur dan suasana. Anak2 sekolah bersepeda, kuli2 bangunan dan kuli angkut juga kuli2 pabrik bersepeda, org2 kantor, org2 pemerintahan dan bahkan polisi bersepeda. Keren kan ? Salam B2W, Handry
  K ompas, Sabtu , 2 Agustus 2008, hal 11; menyajikan liputan bersepeda d i kota-kota Amerika. Salah satu yang menarik ketika menyinggung perkembangan yang terjadi di kota Boulder, Colorado, USA. Kota dimana saya sempat menetap hampir 4 tahun, sekaligus menemukan si jantung hati... MTB - mountain bike ;-) Bagaimana tidak, kota Boulder yang terletak di kaki pegunungan Rocky Mountain ini dilintasi oleh beberapa creeks (anak sungai) yang banyak dilengkapi d engan jalur sepeda selebar 3-6 meter, jogging track beserta pedestrian sekitar 3-4 meter disamp ingnya. Di kota inilah saya mulai mengenal nikmatnya bersepeda, hampir kemana saja selalu saya lakoni dengan bersepeda dan akhirnya mobil hanya cuma dipakai untuk belanja 2 mingguan. Apalagi kalau kuliah, kampus yang begitu luas dan perpindahan dari kelas-ke-kelas yang bisa berjarak ratusan meter, jelas terbantu dengan adanya sepeda. Makanya mari terus kita galakan kampus hijau di Indonesia, kapan mau sehat kalau dilingkungan kampus saja pakai mobil atau sepeda motor. Dengan bersepeda, seluruh pelosok kota dapat dicapai dengan nyaman dan mudah. Hampir semua bus termasuk bus antar kota mempunyai fasilitas untuk mengangkut sepeda. Bahkan kota ini pada tahun 1990an sudah punya peta jalan sepeda yang tidak kalah detil dengan peta jalan yang kita sering lihat sekarang. Rambu lalu lintas untuk sepeda-pun bertebaran dimana-mana, ditunjang pula dengan infrastruktur bersepeda yang sangat memadai, mulai dari lajur khusus sepeda dan road sharing, tempat parkir yang aman dan nyaman. Sekalipun mengikat sepeda dimanapun tidak dilarang seperti tiang lampu, kursi taman, dan lainnya, kecuali memang ada tanda dilarang. Bercermin dari keadaan kota Boulder, maka diawal-awal terbentuknya B2W-Indonesia, saya sempat mengusulkan untuk melakukan proyek percontohan disepanjang sungai kalimalang yang membentang dari Bekasi ke Jakarta. Meskipun ide ini sudah diamini oleh beberapa banyak pihak termasuk pemerintah kota dan daerah sebagai awal yang patut dikaji, hingga saat ini belum terlihat pergerakan yang cukup bearti :-( Padahal, jika inisiatip ini mau dijalankan jelas tidak akan mengurangi porsi jalan yang sudah ada seperti halnya proyek bus-way. Apalagi realisasi ini jelas-jelas akan membuat lingkungan sekitar sungai menjadi lebih nyaman dan asri. Mahalkah, tentu saja tidak jika dibandingkan dengan manfaat akhirnya... karena jalur sepeda tidak har us diaspal, cukup pemadatan dan pengerasan yang memadai. Kalkulasi sederhana, berapa banyak-kah warga Bekasi dan sekitarnya yang bekerja di seputaran kawasan segitiga emas di Jakarta. Katakanlah 1,000 orang saja ditahap awal yang mau beralih menggunakan sepeda untuk bekerja, akankan jalan-jalan yang menghubungkan Bekasi - Jakarta menjadi lebih ringan, bisa jadi. Bagaimana kalau 10,000 orang yang melakukannya, pasti sangat terasa dampaknya. Lalu berapa orang sih sebenarnya warga Bekasi yang bekerja di Jakarta, silahkan dicari tahu sendiri ya... ;-) Bagaiamana kalau warga Tangerang bahkan Depok dan Bogor kita masukan dalam perhitungan ini, luar biasa dampak positipnya bukan... ! Lalu apalagi yang ditunggu, ayoooo tunggu apalagiiiiii ....Picture: courtesy of "www.colorado.edu/bicycleprogram/buffbikes.html" Buff Bikes are single speed cruiser bikes with coaster brakes, designed for simplicity and durability. Each rental comes with a U-Lock, optional helmet and light. Bicycle rentals are free for faculty, staff and fees-paid students*.=========================================================================== Demam Sepeda Landa ASKompas, Sabtu, 2 Agustus 2008 Tingginya harga bahan bakar membuat banyak penduduk kota beralih ke kendaraan nonbahan bakar, seperti sepeda. Di kota-kota di AS, penggunaan sepeda kini melonjak tajam. Hanya saja, kehadiran sepeda membuat pengemudi mobil kini ekstra hati-hati. Kini sering terlihat pertengkaran pengemudi mobil dan pen gendara sepeda. Portland selama ini dikenal dengan reputasinya sebagai kota ramah sepeda. Namun, belakangan ini reputasi itu terganggu dengan seringnya terjadi keributan antara pengendara sepeda dan pengemudi mobil di jalan-jalan Portland.  Bersepeda kian mew abah di Portland d an juga kota-kota lainnya. Beberapa pemerintah kota terpaksa mulai memikirkan membuat jalan khusus sepeda agar tidak sampai terjadi perseteruan karena berebutan jalan. ”Kami melihat semakin banyak pengendara sepeda di jalan karena harga bahan bakar yang tinggi. Kami melihat semakin banyak masalah soal perebutan jalan,” kata Mami Ratzel, seorang perencana transportasi sepeda/pejalan kaki di Boulder, Colorado. Kota ini dikenal karena mempunyai hampir 500 km jalan kota yang dilengkapi dengan jalur khusus sepeda. Harga minyak mentah dunia, Jumat (1/8), berada di level 122 dollar AS per barrel. Turun tajam dari posisi tertinggi 147 dollar AS per barrel pada 11 Juni. Level 122 dollar AS tetap relatif tinggi yang berpengaruh pada harga bahan bakar minyak. Dirk Gowin, pejabat perencanaan transportasi Louisville, Kentucky, memperkirakan jumlah pengendara sepeda di kota itu telah meningkat dua atau tiga kali sejak tahun lalu. Dan, pengendara sepeda pun menimbulkan masalah. ”Perlu pendidikan bagi pengendara sepeda,” kata Gowin. ”Ada pengendara sepeda yang berkendara berlawanan arah, berkendara di kaki lima, dan tanpa helm. Mereka tak tahu apa yang mereka lakukan,” ujarnya. Keluhan umum dari para pengemudi kendaraan adalah bahwa pengendara sepeda tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Berkendara dengan sembarangan. Adapun pengendara sepeda menuduh para pengemudi mobil tidak berhati-hati atau jika perlu mengalah kepada mereka. Para pengendara sepeda di Seattle, bulan lalu, menjadi brutal ketika seorang pengemudi mobil menabrak beberapa pengendara sepeda yang menutup jalan. Polisi Seattle menuturkan, beberapa pengendara sepeda mengepung mobil, memecahkan kacanya, menyayat bannya, dan memukul pengemudinya. Demi lingkunganNamun, ribut pengendara sepeda dan pengemudi mobil itu tak menghalangi demam orang yang beralih ke sepeda. Soalnya, sebagian besar perjalanan dengan sepeda aman. Bersepeda ke tempat kerja, menurut para pengendara, itu sehat dan bermanfaat bagi lingkungan. ”Sejak 1990 banyak pembangunan dilakukan. Fasilitas tersedia di banyak kota,” kata Elizabeth Preston, Direktur Komunikasi Liga Pengendara Sepeda Amerika.  Pengendara sepeda masih merupakan minoritas di AS. Sensus AS 2005 memperlihatkan, hanya 0,4 persen orang AS bersepeda ke tempat kerja, dibandingkan dengan 2,5 persen yang berjalan kaki dan 77 persen yang mengemudikan mobil. Di Portland, ada 6 persen penduduk berkendara sepeda tiap hari. Para karyawan bersepeda ke tempat kerja. Orangtua mendudukkan anak-anak mereka dalam trailer sepeda dan membawanya ke sekolah atau ke tempat bermain. ”Dulunya hanya terlihat tiga sepeda di sebuah lampu lalu lintas, sekarang ada 12 sepeda,” kata Dave Pearson yang selama 15 tahun bersepeda hampir 25 km sekali jalan ke kantornya. Harga minyak yang relatif tinggi membuat demam sepeda di AS bakal mewabah. Mungkin juga di dunia. (Reuters/DI)
Banyak dari kita hanya bergerak (baca: tergerak) kalau sudah terpaksa... Kala kendaraan dijalan tidak lagi bergerak, berfikir apa yang masih bisa? .... sepeda Kala raga mulai rentan, jantung & paru sering tesendat, olah raga? ... sepeda Kala BBM sudah tak terjangkau, tabungan terkikis, transportasi? ... sepeda Kala polusi tak lagi sisakan ruang udara yang segar, stop polusi... sepeda Kala kemacetan tak teratasi, waktu kian mahal, smart people... berSepeda ;-)
Semoga para pengemban amanah tersadar... akan tugas yang akan dimintakan pertanggungan-jawabannya kelak... sadarlah... sadarlah... sadarlah ...
Rekan2 B2Wers, Team Sepeda Obor Nusantara mengajak rekan rekan B2W yang ingin terlibat sebagai Official atau Mekanik dalam kegiatan tersebut. Saat ini, team masih memerlukan beberapa official dan mekanik untuk melengkapi team yang sudah ada. Kegiatan akan berlangsung antara tanggal 30 Mei hingga 2 September 2008 (3 bulan). Secara umum, jobdesc Official adalah megkordinasikan kegiatan di lapangan antara local bikers, local staff dan panitia nasional. Sedangkan mekanik bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keamanan dan kesiapan sepeda yang akan digunakan selama kegiatan. Syarat : Pria, Usia Min. 20 tahun, Pengalaman perjalanan bersepeda ke luar kota. Apabila di antara rekan-rekan ada yang berminat atau mengetahui di antara yang rekan-rekan kenal dpat menjadi bagian dari tim, sila hubungi Chief Alfa Febrianto by email ke: alfafebrianto@hotmail.com subject : SON Mekanik atau SON Official (sesuai yang diinginkan). Mohon paling lambat diterima tanggal 28 Mei 2008. Terima kasih dan salam berjuta sepeda dari Sabang sampai Merauke! ____________________ +rp Humas B2W-Indonesia =================================================================== Karantina Official dan Mekanikdear team, menindaklanjuti pengumuman yang telah dirilis di milis perihal lowongan official dan mekanik, maka perlu di sampaikan beberapa hal sebagai berikut : Diharapkan keterlibatan yang cukup besar dari teman teman bike to work untuk ikut dalam kegiatan ini, sehingga sense of bike to work nya sudah sangat kentara dibandingkan dengan yang tidak berbike to work sama sekali. Mengenai jadual kegiatan, akan dibentuk sebuah team yang terdiri dari 10 orang, dengan komposisi 5 orang official dan 5 orang mekanik. Yang akan bertugas secara bergantian, dengan schedule rata rata 14 hari bertugas, 7 hari istirahat. Sementara itu, mengenai jenis pekerjaan dan tugas yang harus dilaksanakan kurang lebih sebagai berikut ; Kriteria OFFICIAL, pada prinsipnya adalah Mampu menjalin hubungan dengan local staff, local bikers, korwil. Managerial skill sangat diperlukan, karena akan membuat laporan, mendokumentasikan kegiatan, melakukan kampanye bike to work, dan kegiatan lain yang sifatnya kordinasi dengan panitia nasional maupun dengan pengurus bike to work di jakarta. Kalau kriteria Mekanik : mampu bongkar pasang sepeda dan tiang obor, serta memastikan sepeda dalam keadaan aman dan layak digunakan. Dengan kondisi tugas yang seperti disebutkan diatas, maka perlu dilakukan kegiatan Karantina di Jakarta, yang akan diadakan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni, dengan asumsi tanggal 2 Juni sudah harus berangkat menuju titik keberangkatan. Dalam kegiatan karantina ini, akan dilakukan briefing secara menyeluruh mengenai jadual kegiatan, dan tugas tugas yang harus dilakukan, termasuk melakukan persiapan persiapan keberangkatan. Persiapan yang dimaksud adalah persiapan administrasi, dana, tiket, packing perlengkapan sepeda, perlengkapan kampanye, perlengkapan pribadi, kesehatan, dan lain lain. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga informasi singkat ini dapat membantu rekan rekan semua, terima kasih. komando Alfa Febrianto
 Tidak seperti biasanya, pagi-pagi buta selepas shalat subuh dengan ditemani oleh sepeda "koneng" kesayangan, saya sudah mengayuh sepeda menuju ketempat pertemuan pertama pagi itu diperempatan traffic light Pondok Indah, seberang mantan apartemen Papilon. Tepat jam 0510, belum ada seorangpun yang tampak batang hidungnya sesuai dengan kesepakatan sehari sebelumnya; untuk selanjutnya menuju Gedung Mandiri Club di jalan Mataram, Senopati, Kebayoran Baru -- http://ozy1.multiply.com/calendar/item/10030/Kampanye_Akbar_Pagi. Selang beberapa menit kemudian barulah muncul seoarang pengayuh dari Cinere (maap lupa namanya) dan disusul dengan kedatangan om Benny Mamoedi. Mengingat tugas yang harus dilakukan pagi itu, akhirnya saya ditemani oleh om Benny berangkat terlebih dahulu ke lokasi acara. Dengan kayuhan santai sembari menghirup udara segar pagi, sampailah kami berdua ditempat tujuan.  Singkat cerita, para peserta yang notabene adalah karyawan Bank Mandiri mulai berdatangan diikuti oleh para direksi termasuk Dirut Bank Mandiri - Bp. Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama - Bp. Wayan Agus Mertayasa. Acarapun diawali dengan sambutan dari Ketum B2W-Indonesia - Om Toto Sugito, diikuti sambutan dari Dirut Bank Mandiri. Usai sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan dari B2W-Indonesia atas upaya Bank Mandiri yang berperan aktif dalam menciptakan udara bersih melalui gerakan bersepeda ketempat kerja. Tidak hanya itu, B2W-Indonesia pun menyerahkan 2 buah sepeda edisi B2W kepada Bp. Agus Martowardojo dan Bp. Wayan Agus Mertayasa; sebagai harapan Bank Mandiri sekiranya senantiasa mendukung aksi nyata untuk mewujudkan bersepeda ketempat kerja. Seusainya acara sambutan dan penyerahan sepeda, berangkatlah rombongan sepeda Bank Mandiri beserta jajaran Direksinya menuju kantor pusat mereka di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto. Setibanya di kantor pusat Bank Mandiri, rombongan langsung memarkirkan sepeda ditempat yang telah disediakan sebelum akhirnya menuju arena terbuka di selatan gedung untuk beramah tamah sekaligus sarapan pagi.  " Biru Langitku Jayalah Mandiriku" semoga bukan hanya kiasan belaka, namun justru menjadi awal dari kiprah-kiprah nyata Bank Mandiri selanjutnya dalam rangka mengurangi efek Global Warming serta solusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi. B2W-Indonesia selalu siap mendukung setiap korporasi yang dengan serius mendukung program B2W. Note: Foto-foto diambil dari Blog-nya om Rivo dan om Butegsid.
Foto-foto lainnya dapat dilihat di: - http://sirivo.multiply.com/photos/album/58- http://butegsid.multiply.com/photos/album/49- http://ozzan.multiply.com/photos/album/34- http://rosessbike.multiply.com/photos/album/11- http://swargaloka.multiply.com/photos/album/83- http://rifailyasa.multiply.com/photos/album/247- http://oqdepeku.multiply.com/photos/album/49
Diharian Kompas Minggu, 16 Maret 2008 pada halaman 13; Benny & Mice dengan gayanya yang kocak mengangkat topik Bike to Work sebagai salah satu kondisi sosial yang sedang nge-trend di masyarakat. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan gambar]  Gambar: Courtesy of Kompas.
----- Original Message ----- From: Rivo Pamudji To: B2W Community Sent: Thursday, March 13, 2008 10:02 PM Subject: [b2w] Penting: Info Lowongan Rekan-rekan B2Wers, Sekretariat B2W-Indonesia membutuhkan seorang tenaga administrasi full time untuk menjalankan tata kelola aktivitas kesekretariatan sehari-hari. Untuk itu bagi rekan-rekan yang memiliki teman, kenalan atau saudara yang memenuhi kriteria di bawah ini, silakan bantu untuk mengirimkan lamarannya ke alamat di bawah. Kriteria Wanita, single, usia maksimum 25 tahun; Latar belakang pendidikan D-III dari bidang yang relevan. Fresh graduate D-III dapat dipertimbangkan. Pendidikan SMU atau sederajat akan dipertimbangkan bila memiliki kualifikasi tambahan berupa pengalaman kerja atau sertifikasi kursus atau pelatihan yang relevan (mis. komputer, bhs Inggris, administrasi, dll). Memiliki potensi dan keinginan untuk belajar dan berkembang, serta mampu bekerja baik di bawah tekanan dan dalam kondisi minim supervisi; Mandiri serta memiliki inisiatif tinggi dan mampu bekerja dalam tim; Menguasai bahasa Inggris meskipun pasif; Mampu mengoperasionalkan komputer, minimal aplikasi MS Office dan internet. Bagi pelamar yang lolos kriteria dan diterima dalam posisi tersebut, B2W-Indonesia akan memberikan imbalan berupa gaji yang cukup bersaing. Mohon surat lamaran dilampirkan data diri dan no. telepon dalam CV/resume beserta foto dikirimkan melalui email ke sekretariat(at)b2w-indonesia(dot)or(dot)id - ( sekretariat@b2w-indonesia.or.id ) atau langsung ke Sekretariat B2W-Indonesia di: Jl. Wijaya I No. 8 Jakarta Selatan No telp. 021.912.66.555
Selambat-lambatnya Jumat, 28 Maret 2008.
Mari kita tunjukkan keperdulian kita terhadap perkembangan aktivitas Bike to Work di Indonesia. Mari kita bantu carikan kandidat yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan komunitas tecinta.
Salam berjuta sepeda
+rp Humas B2W-Indonesia
Pagi ini ketika sedang buka multiply, koq berasa ada yang aneh, uuups ternyata ada pengunjung yang "salah nulis" dibuku tamu ya... :-( Jadinya seluruh Guestbook saya tertutup dengan layer hitam... :-(( Adakah yang bisa dan berkenan membantu saya untuk menyembuhkannya. Terima kasih sebelumnya. Terlampir beberapa snapshot kondisi pada saat "penyakit" diketahui. 
Rekan2 ytc, Dibulan yang suci ini seyogyanya kita lebih mampu menahan diri untuk berlaku sabar, khususnya dalam berdiskusi. Untuk itu akan lebih nyaman apabila penanya memikirkan lebih dulu dengan matang urgensi ( sensitivity & timing) dari pertanyaan sekaligus susunan kalimat pertanyaannya. Disamping itu, mengingat para pembaca tentunya tidak dapat melihat mimik ataupun bahasa tubuh dari sang penanya, maka usahakan pertanyaan2 yang mengarah sensitif disampaikan dengan cara/ bahasa yang sopan. STATUS KEUANGANKondisi arus keuangan kas b2w-Indonesia saat ini adalah minus, karena sebagian besar sponsor belum melunasi biaya sponsor yang telah disepakati; karena menunggu selesainya Laporan Kegiatan dari Panitia. Disisi lain masih ada tunggakan kepada para suppliers dan pengembalian uang pinjaman ( bridging fund) cukup besar dari salah seoran g rekan b2w yang telah berbesar hati. Namun insya Allah, bila semuanya beres, dimana semua tagihan kesponsor telah dibayar lunas dan semua kewajiban sudah diselesaikan; b2w-Indonesia akan mempunyai surplus yang cukup untuk operasional kedepan. Dan ini untuk pertama kalinya sejak berdirinya b2w-Indonesia, kita bisa mempunyai modal sendiri untuk biaya operasional. Karena, selama ini hampir semua biaya operasional adalah hasil "gali lubang tutup lubang". Sekedar diketahui, pada HUT ke-1 tahun 2006, b2w-Indonesia menanggung kerugian sekitar 15jt yang telah diselesaikan secara gotong royong oleh beberapa rekan2 Pengurus/Panitia. Dalam kesempatan ini kami atas nama Pengurus sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka atas keihlasannya menyelesaikan tanggung jawab ini. Terkait dengan pertanyaan salah satu rekan kita mengenai status keuangan b2w-Indonesia, dapat saya jelaskan bahwa kita menganut azas keterbukaan. Dimana didalam AD/ART sudah diatur mekanisme audit keuangan serta proses Pelaporannya. Oleh karena itu bila ada rekan2 yang ingin mengetahui status keuangan silahkan menghubungi Bendahara, nanti akan diundang disalah satu rapat Pengurus untuk melihat Status Keuangan. GELAR PEKERJA BERSEPEDA 2007Atas nama Pengurus b2w-Indonesia, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya tidak saja kepada jajaran panitia yang telah berjibaku dalam persiapan hingga setelah acara berlangsung. Tetapi juga kepada seluruh anggota komunitas b2w-Indonesia mulai dari Aceh hingga Maluku, yang telah secara aktif maupun pasif mendukung hajatan terbesar yang pernah dilakukan oleh b2w-Indonesia -- Gelar Pekerja berSepeda. Tanpa dukungan dan keterlibatan rekan2 semua yang ada dalam komunitas ini, mustahil acara dapat berlangsung sukses. Kepada rekan2 Panitia dalam komando om Dudies, yang saat ini sedang merampungkan tugasnya (menyiapkan Laporan Kegiatan untuk menagih pelunasan para sponsor, pengiriman kaos-kaos ke chapter-chapter b2w-Indonesia); terima kasih atas dedikasi dan kerjasama yang luar biasa dalam menyelenggarakan rangkaian acara selama hampir 1 bulan lebih ini. You are the best ever... SEKRETARIAT.... PINDAHSetelah sekitar dua tahun Sekretariat b2w-Indonesia berkantor di PAC (Pelopor Adventure Camp), Jalan Duren Barat no.5 ; maka diberitahukan bahwa PAC akan segera pindah kelokasi yang baru pada tanggal 1 Oktober 2007 ini.  Dalam kesempatan ini, kami mewakili keluarga besar komunitas b2w-Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada om Alfa Febrianto, manajemen dan sahabat2 PAC atas kerjasamanya selama ini. Apa yang telah diperbuat PAC untuk b2w-Indonesia sungguh tidak ternilai, mulai peminjaman lokasi, ruang meeting dan perlengkapannya, keterlibatan para staf PAC, serta dukungan langsung dalam hampir setiap kegiatan b2w-Indonesia; semua dilakukan tanpa ada pamrih dan imbalan komersial. Tanpa PAC sulit rasanya embrio b2w-Indonesia bisa bertumbuh kembang seperti saat ini, TERIMA KASIH PAC... Saat ini Pengurus sedang berupaya keras mencari lokasi baru untuk sekretariat b2w-Indonesia. B2W-INDONESIA supports UN CLIMATE CHANGE CONFERENCE, BALI Masih belum hilang dari benak kita hebohnya Gelar Pekerja berSepeda 2007, b2w-Indonesia dikomando langsung oleh Ketum, om Toto Sugito sudah disibukan dengan persiapan acara "United Nations Climate Change Conference" di Bali. Dimana KLH bekerja-sama dengan b2w-Indonesia akan melakukan bersepeda marathon dari Jakarta ke Denpasar pada 11 Nop - 01 Des 2007 sembari membawa bendera UN. Selain itu, salah satu program lain yang telah diusulkan oleh b2w-Indonesia adalah, keperluan transportasi para peserta selama berada di Nusa Dua, Bali akan menggunakan sepeda b2w yang disiapkan khusus untuk keperluan ini. Jelas ini adalah event berskala Internasional yang membutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya para sponsor, media dan pemerintah sendiri tentunya. Namun yang tidak kalah penting adalah dukungan seluruh anggota komunitas b2w-Indonesia, khususnya bagi kota-kota yang dilintasi oleh rombongan. Diharapkan para b2w di kota-kota tersebut dapat menyambut dengan meriah ketika rombongan memasuki dan keluar dari kota-kota tersebut. Acara ini diharapkan bisa semakin memperkuat eksitensi b2w-Indonesia dalam partisipasi aktifnya dalam mengatasi Global Warming sekaligus mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung berSepeda nyaman dan aman. Konferensi yang akan dihadiri oleh 189 negara dengan sekitar 5000 peserta, dipastikan mampu menyedot perhatian Internasional khususnya ketika rombongan bersepeda dilepas oleh Presiden RI nanti. Ayo kita buktikan lagi, dengan kebersamaan kita mampu mendukung acara ini.... Demikian penjelasan dan up-date yang dapat disampaikan hingga saat ini. Mari kita bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas udara tempat kita "hidup", sembari terus berjuang agar infrastruktur bersepeda nyaman dan aman bisa segera tercipta. Terima kasih atas dukungan semua pihak, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan... Salam - Ozy (Ketua b2w-Indonesia)
Rekan2 tercinta... Fenomena bersepeda dijalan umum memang akhirnya memunculkan permasalahan yang tadinya tidak mencuat kepermukaan, yang akhirnya menjadi sesuatu yang perlu dibahas. Diantaranya adalah yang sebagai berikut: (1) BERSEPEDA DI JALUR CEPATBersepeda seyogyanya tidak di jalur cepat karena sangat berbahaya, mengingat perbedaan kecepatan yang mencolok antara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor (mobil) yang melintas di jalur tersebut. Makanya, sepeda motor juga dilarang melintas disana. Namun, pada keadaan tertentu, misalnya -- pada saat jalur lambatnya dalam kondisi macet berat dan bersepeda di trotoar juga tidak memungkinkan (baca point.2); maka ada beberapa rekan yang memanfaatkan jalur cepat. Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini, yaitu: - Pastikan anda menggunakan jalur cepat HANYA dikala kondisi jalur cepat dalam keadaan merayap.
- Pastikan anda sudah mahir berkendara sepeda di jalur sempit dan mampu menjaga irama kecepatan.
- Pastikan anda melaju di posisi paling kiri (JANGAN MENYELIP DIANTARA DUA KENDARAAN), dimana ini sering mengagetkan pengemudi mobil. Saya beberapa kali melihat ini terjadi dan dilakukan oleh rekan b2w. Mohon pengertiannya untuk tidak melakukan lagi.
- Bila sedang melaju di posisi paling kiri jalur cepat, lalu terhalang kendaraan didepannya, maka kita HARUS BERHENTI, jangan berusaha untuk memotong/ menyelip. Apalagi sampai naik kejalur hijau antara jalur cepat dan jalur lambat. Belajarlah dari REKAN2 b4w yang sudah dari dulu memanfaatkan jalur cepat dikala memungkinkan, dimana mereka selalu setia diposisi paling kiri.
- PERGUNAKAN LAMPU BELAKANG YANG JELAS, ini sangat penting, mohon diperhatikan.
(2) BERSEPEDA DI TROTOARTrotoar pada dasarnya di sediakan untuk para pejalan kaki, namun dibeberapa negara fungsi trotoar juga dimungkinkan untuk bersepeda, khususnya kala tidak tersedia jalur berSepeda. Untuk kita di sini, di Jakarta, dibeberapa jalan kita memang terpaksa menggunakan trotoar. Dalam kondisi seperti ini kita harus memprioritaskan pejalan kaki, jangan sekali2 mendahului mereka secara meng-kagetkan, melajulah seirama dengan mereka. Jika kondisi trotoar sangat padat jangan segan2 menuntun sepeda anda. (3) BERSEPEDA DI JEMBATAN PENYEBRANGSerupa dengan bersepeda di trotoar, bersepeda di jembatan penyebrang tetap harus memprioritaskan kepentingan pejalan kaki. Namun mengingat kondisi jembatan penyebrang yang beraneka ragam, dan kebanyakan cukup sempit dan ramai, sebaiknya sepeda kita tuntun ketika berada di jembatan penyebrang. Meskipun ada beberapa jembatan penyebrang yang cukup lebar dan tidak terlalu ramai, sehingga masih memungkinkan untuk dikendarai. Pastikan saja selama dijembatan anda berlaku sopan, tidak menyalip pejalan kaki yang ada, tidak membunyikan bel untuk minta jalan, dsb. Demikian himbauan dari kami demi keselamatan dan kenyamanan kita semua termasuk pengguna jalan, trotoar dan fasilitas umum lainnya. Situasi ini terjadi, semata-mata karena belum tersedianya infrastruktur dan aturan hukum yang mendukung, misalya aturan yang jelas (baca:larangan) bersepeda di jalur cepat. Tentu saja, semuanya akan menyesuaikan apabila berSepeda sudah disediakan infrastruktur dan payung hukum yang memadai. Selama ini belum tersedia, mari kita tetap bersepeda dengan tenggang-rasa yang tinggi terhadap pengguna jalan lainnya demi keamanan dan kenyamanan bersama. Mari kita jaga nama baik komunitas b2w-Indonesia ini dengan berempati untuk meraih simpati dari pengguna jalan lainnya. Semoga berkenan. Salam - Ozy (Ketua b2w-ndonesia)
Assalamu'alaikum wr.wb dan salam sejahtera untuk kita semua, Rekan-rekan tercinta yang saya hormati, Mengingat banyak rekan-rekan yang belum dan ingin mengetahui sejarah slogan B2W, berikut ini adalah rangkuman perjalanan ter"PILIH"nya slogan/logo B2W. Organisasi resmi Pekerja Bersepeda Indonesia, terlahir dari dipercayanya formartur Komunitas Pekerja Bersepeda yang diwakili oleh 3T (Taufik, Toto dan Tekad). Tugasnya tidak lain membentuk organisasi yang lebih formal dengan om Taufik Hidayat sebagai Ketum dan om Toto Sugito sebagai Ketua Harian yang terbentuk dibulan Mai 2005. Singkat cerita, menjelang akhir tahun 2005 karena ada kepentingan pribadi, om Taufik Hidayat mengundurkan diri sebagai Ketum. Secara aklamasi pada rapat pleno Pengurus ditetapkan om Toto sebagai Ketua Umum, dan Ozy yang tadinya membantu sebagai Penasehat didaulat untuk membantu om Toto sebagai Ketua. Pelan tapi pasti identitas dalam bentuk keseragaman slogan/logo mulai mencuatkan pemikiran yang lebih matang, kita harus mempunyai keseragaman sikap yang lebih baik. Pada periode kepengurusan inilah kita mulai merasakan pentingnya suatu simbol komunitas yang baku dan standar. Dari sekian banyak usulan logo yang masuk, akhirnya logo hasil karya om Abby Kahuna yang dipilih untuk menjadi standar. Logo ini pulalah yang didaftarkan hak patennya. Pembicaraan slogan yang diwujudkan dalam bentuk logo sebenarnya sudah menjadi bahan diskusi dari awal 2005. Diawali dengan ajakan dari pakdhe Momi untuk bergabung dalam komunitas pekerja bersepeda sekaligus membantu untuk membesarkannya. Mulailah terpikir sarana marketing apa yang bisa dilakukan. Jangan dibayangkan keadaanya seperti hari ini ya..., dimana berbagai bentuk merchandise sudah banyak tersedia, mulai dari jersey, kaos, pin, sticker bahkan biketag. Atas inisiatip pakdhe Momi untuk membuat T-shirt sebagai seragam komunitas, maka saya dibantu oleh rekan yang kebetulan salah satu pendiri Dagado, akhirnya dibuatlah sekitar 160 buah T-shirt dengan dua jenis logo yang berbeda, kenapa tidak standar dan berbeda pula??? Kenyataannya diawal 2005 kala itu, kita memang belum mempunyai logo yang standar. Jangankan logo, slogan yang di-usung-pun belum seragam. Akhirnya dari beragam macam usulan yang dibahas kesepakatan mengerucut pada 2 pilihan yakni "bike-to-Go" dan "bike-to-Work" dan pilihan inilah akhirnya menjadi disain pada T-shirt yang dibuat (lihat gambar terlampir).
 Dalam pembahasan mengenai slogan ini sempat mencuat karena muncul pemikiran bagaimana dengan b2school, b2campus atau rekan2 pekerja yang sudah terlebih dahulu menggunakan sepeda untuk hidup, bike-for-work (b4w). Kenapa tidak pakai terminologi yang lebih generik seperti bike-to-Go agar bisa mewakili keseluruhan pengguna sepeda. Dari hasil browsing di internet, serta pengalaman pribadi dari beberapa rekan yang kebetulan sempat menghirup udara segar ketika tinggal di negeri keju. Akhirnya di "PILIH" dan di"SEPAKATI" untuk menggunakan terminologi "bike-to-work". Hal ini dilakukan semata-mata hanya sebagai PILIHAN mengingat B2W memang sudah menjadi jargon yang lebih dikenal sehingga
|
|