Ozy's Corner: Human-powered Commutes

Ozy's posts with tag: bike

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bike
LinkBERSEPEDA KE KANTOR MAKIN SEHAT AJAJul 4, '08 12:25 PM
for everyone
Link: http://www.intisari-online.com/majalah.asp?tahun=2006&edisi=520&file=w...

Mengatasi kemacetan Jakarta, beberapa orang menjajal alternatif lain, naik sepeda ke kantor. Meski banyak yang bilang itu nekat, dengan sepeda yang tepat perjalanan sejauh apa pun bakal terasa menyenangkan. Tidak harus sepeda yang bagus atau mahal. Asal enak dikendarai, nyaman di hati, dan pas di kantong.


Penulis : Thomas Tjahjo Widyasmoro

Haah?! Hari gini naik sepeda ke kantor? Kira-kira, begitu reaksi yang mungkin bakal Anda temui, saat pertama kali teman-teman sekantor tahu, Anda baru saja mengayuh kereta angin dari rumah. Belum lagi harus menerima tatapan mereka yang bercampur baur antara kaget, heran, kagum, atau malah mungkin rasa kasihan.

Jangan terlalu diambil hati. Di sekeliling kita setiap hari ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang bersepeda ke tempat kerja. Motivasinya macam-macam. Menghemat uang transpor, kepingin berolahraga, sekadar hobi, atau malah berpartisipasi mengurangi polusi udara. Di Jakarta ada komunitas Bike To Work (B2W) atau "Bersepeda ke Tempat Kerja".

Jika sudah tidak ada kata gengsi lagi, sekarang tinggal memilih sepeda yang tepat untuk berangkat kerja sambil menyehatkan jantung. Syaratnya cuma satu: nyaman dikendarai di jalan raya.



MTB PALING TEPAT.
Menurut para pencinta sepeda, apa pun jenis dan merek sepeda, semua oke-oke saja dijadikan alat transportasi ke tempat kerja. Mulai dari jenis sepeda BMX, sepeda jengki, sepeda mountain bike (MTB), atau sepeda balap. Semua sepeda dewasa itu sudah dirancang agar nyaman dipakai sehari-hari.

Tapi khusus pemakaian di kota-kota besar, seperti Jakarta, ceritanya sedikit lain. Sepeda yang lincah bermanuver di jalan raya dan mampu menyelip di antara laju kendaraan bermotor akan lebih menguntungkan. Maklum, lalu lintas perkotaan yang tidak ramah sering membuat pesepeda menjadi seperti "warga negara kelas bawah" alias tidak dipedulikan pengguna jalan lain. Belum lagi harus berhadapan dengan tantangan seperti aspal berlubang, genangan air, atau banjir.

"Sama seperti bersepeda di alam yang tidak bisa dipastikan kondisinya, maka di sini diperlukan sepeda jenis mountain bike," jelas Ozy F. Sjarindra, penggiat B2W yang dua kali seminggu bersepeda dari kawasan Bintaro ke kantornya di Jln. Sudirman sejauh 17 km. "Kota kayak Jakarta, dianggap saja sebagai hutan dengan tantangannya."

Di kota-kota yang sudah menyediakan jalur khusus sepeda, seperti di Cina, Belanda, atau negara-negara maju lain, kata Ozy, semua jenis sepeda membanjir di jalanan. Umumnya yang dipakai city bike, sepeda jengki yang memakai sistem transmisi. "Makanya, pembuatan jalur khusus sepeda di Jakarta juga jadi impian kita semua di B2W," papar pekerja bidang teknologi informasi yang sempat merasakan nikmatnya bersepeda semasa berkuliah di Amerika Serikat.

MTB juga punya keunggulan lain, terutama bagi pekerja yang menempuh perjalanan jauh. Di Jakarta pekerja yang bertempat tinggal di kawasan perumahan di pinggiran kota, minimal akan menempuh 10 km sekali jalan. Sepeda balap atau road bike sebenarnya memenuhi syarat ini. Tapi akan merepotkan ketika harus berhadapan dengan kepadatan lalu lintas. Soalnya, konstruksi sepeda balap dirancang untuk melaju lurus, sehingga kurang nyaman digunakan untuk bermanuver.



BISA LEBIH MAHAL.
What you see is what you get, selalu begitu pesan Sudiono, seorang pencinta MTB kepada para pemula yang sedang bingung mencari sepeda. Artinya, beli saja sepeda jadi atau full bike yang dipajang di toko-toko sepeda. "Anda akan mendapat sepeda sesuai dengan dana yang sudah pasti," tulisnya di situs internet penggemar MTB. Pembeli dijamin tidak kecewa dan tidak bakal tekor.

Di toko sepeda, MTB tersedia dalam berbagai jenis dan harga. Mulai MTB buatan lokal dengan harga sekitar Rp 800.000,- sampai seharga puluhan juta rupiah karena menyandang merek terkenal. Sepeda-sepeda yang sudah jadi unggul dalam menjamin kepastian soal kenyamanan, karena sudah dirancang pabrik sedemikian rupa. Pembeli tinggal memilih sesuai kebutuhan.

Bagi pemula, ada alternatif lain, yaitu merakit sendiri. Cuma cara ini tidak gampang. "Selain merepotkan, kalau kita tidak tahu betul soal sepeda, total harganya malah bisa jadi lebih mahal," pesan Rama Wijaya, staf promosi toko sepeda Rodalink. Ada juga kemungkinan sepeda tidak nyaman dipakai untuk perjalanan jauh jika paduan rakitannya tidak pas.

"Tapi kalau memang niatnya mau merakit sendiri, juga tidak apa-apa. Hitung-hitung, sambil mengenal lebih jauh tentang anatomi sepeda kesayangan. Kalau suatu saat ingin ditambah atau dimodifikasi, jadi lebih mudah," kata Ozy yang merakit sendiri dua sepeda MTB berwarna hitam miliknya.

Pekerjaan merakit sepeda diawali dengan memilih rangka. Ada banyak jenis rangka, karena MTB sendiri adalah sepeda olahraga untuk berbagai jenis aliran seperti cross country, cross country race, freeride, trailbike, downhill, atau dirt jump. "Karena bike to work sifatnya on road, maka semua tergantung pilihan individu saja. Semuanya sudah jelas cocok," papar Ozy.

Yang justru penting yaitu soal ukuran rangka, karena mesti dipilih sesuai tinggi badan pemakai. Untuk tinggi badan rata-rata orang Indonesia (165 - 175 cm) dipakai rangka ukuran 14 - 17 inci (lihat tabel). Ukuran dihitung berdasarkan panjang seat tube atau batangan vertikal yang menjadi titik tumpu tempat duduk pengendara. Ukuran rangka harus pas betul karena bakal berpengaruh pada besarnya tenaga saat mengayuh pedal. Semakin jauh kesesuaian antara ukuran seat tube dengan tinggi badan, sudut yang dibentuk bagian belakang kaki saat mengayuh akan semakin kecil. Tenaga lebih terkuras, bahkan dapat mengakibatkan cedera lutut.

Bobot rangka sepeda tergantung pada bahan pembuatnya. Saat ini ada beberapa jenis bahan rangka sepeda seperti hi-ten (baja), aluminium, skandium, titanium, dan karbon, yang masing-masing punya kelebihan sendiri. Untuk kelas rendah, misal baja, lebih murah harganya tapi lebih berat bobotnya. Bahan aluminium tidak berkarat tapi lebih getas, sehingga mudah menghantarkan getaran.

Rangka yang sekarang sedang jadi incaran para pencinta sejati MTB adalah jenis rangka berbahan karbon. Harganya memang tergolong paling mahal, tapi bobotnya tercatat paling ringan. Walau masalah berat-ringan sangatlah relatif. "Kalau niatnya mau berolahraga, kenapa harus pakai rangka yang paling ringan?" begitu Ozy berargumentasi.

Sebagai penambah kenyamanan, pemilihan rangka sebaiknya juga mempertimbangkan pemakaian suspensi. Ada rangka jenis hardtail yang tidak bersuspensi belakang dan softail yang bersuspensi belakang. Peredam kejut ganda tentunya dapat menambah kenyamanan saat melewati jalan yang tidak rata atau off road. "Tapi jika dipakai di jalan aspal yang umumnya rata, malah membuang banyak tenaga. Akibatnya, sepeda tidak bisa melaju secepat sepeda dengan rangka hardtail," kata Rama mengingatkan.



TIDAK MELOMPAT DI JALANAN
Jika urusan rangka selesai, kita tinggal melengkapi dengan pernak-pernik sepeda seperti sistem pengereman, sistem transmisi (derailleur), pengendalian (steering), dan tempat duduk. Perlengkapan yang umumnya standar ini dibedakan menurut bahan dan kualitasnya. Mintalah saran kepada toko sepeda agar mudah memilihnya. Atau bisa bertanya melalui situs-situs para pencinta sepeda yang bertebaran di internet.

Agar tidak melenceng, pada tahap ini sebaiknya sadarkan diri Anda agar tidak melenceng dari tujuan awal, yaitu merakit sepeda sebagai alat transportasi ke kantor. Masalahnya, banyak bergaul dengan komunitas pencinta sepeda membuat kita gampang tergiur sepeda MTB khusus jelajah alam yang gagah penampilannya. Padahal belum tentu cocok dipakai di jalanan aspal.

Misalnya pemilihan ban, untuk pemakaian di jalan aspal disarankan memakai jenis semi slick yang lebar tapi tidak bergerigi. Karena jenis ban MTB biasa yang bergerigi hanya cocok dipakai untuk jalan tanah. Pemakaian ban di jalan aspal akan membuat hambatan besar sehingga terasa lebih berat saat dikayuh.

Suspensi depan (fork) juga demikian. Disarankan memakai yang secukupnya, yaitu yang berjarak main 8 - 10 cm. "Jika tidak pernah melompat di jalanan, tidak perlu memakai suspensi yang digunakan menahan lompatan di alam," kata Ozy yang rajin bersepeda off road saat akhir pekan. Maklum, semakin tinggi spesifikasinya, harganya juga semakin mahal.

Jangan main-main sama harga, karena ini "penyakit" terbesar saat merakit sebuah sepeda. Masalahnya, selalu saja ada godaan membeli barang yang lebih bagus dan mahal yang berakibat jebolnya anggaran. Padahal menurut perhitungan Ozy, kalau sekadar sepeda kerja, dana Rp 2 juta sudah lebih dari cukup. Ada juga sih segelintir orang yang merakit sampai habis puluhan juta rupiah. "Barang mahal kualitasnya memang bagus. Tapi sebetulnya banyak yang kualitasnya sama, harganya lebih murah," tutur Ozy. "Dan jangan lupa! Kalau sepedanya mahal, harus dipertimbangkan masalah keamanannya waktu melintas di jalan raya atau saat diparkir di kantor. Kalau hilang atau ditodong orang, bisa gigit jari nanti."

Jika sepeda Anda sudah siap, Anda perlu mencobanya di jalanan. Penyesuaian harus terus dilakukan sebelum benar-benar turun ke jalan dengan lalu lintas ramai. Masalahnya, ada saja bahaya bagi pengendara sepeda kalau sudah bersinggungan dengan kendaraan bermotor. "Salah perhitungan saat berbelok atau sampai tersenggol, bisa celaka," Ozy mengingatkan.

Jangan lupa, beberapa perlengkapan bersepeda di alam sebaiknya juga dipakai di jalan. Helm, sarung tangan, baju dan celana khusus sepeda (jersey), serta lampu di bagian depan dan belakang sepeda.

Nah, kalau sudah komplet, silakan ngaciiir ....

EventROAD TO B2W DAY! 2008Jun 17, '08 8:17 AM
for everyone
Start:     Jun 20, '08 06:00a
Location:     Parkir Timur Senayan
B2Werz,

Dalam rangka pencanangan Gerakan Penghemat Energi Nasional, merupakan kehormatan bagi Komunitas B2W Indonesia karena gerakannyalah yang pertama kali terlintas di pikiran seorang Presiden RI untuk menjadi gerakan yang sangat relevan dan patut disosialisasikan. Untuk itu, Presiden RI, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran menteri Kabinet Bersatu secara khusus mengundang Komunitas B2W Indonesia untuk bersama-sama melakukan "Kampanye Bersepeda Untuk Beraktivitas" pada hari Jumat, 20 Juni 2008.

Adapun teknis lebih rinci lagi akan disampaikan kemudian mengingat faktor keamanan yang disyaratkan oleh biro protokoler kepresidenan.

PENTING! Bagi rekan-rekan yang berkenan untuk bersama-sama hadir pada acara tersebut untuk mengirimkan email dengan subject: DAFTAR B2W RI-1 berisi NAMA dan NO. KTP ke inufebiana@b2w-indonesia.or.id. Hal ini merupakan persyaratan dari Biro Protokoler Kepresidenan yang harus kita lengkapi bersama Presiden juga berkenan untuk mengundang Komunitas B2W Indonesia beramah tamah di Istana Negara setelah kampanye tersebut.

Karenanya, bagi rekan-rekan yang berkenan untuk hadir agar Mengenakan celana panjang atau celana training. Tidak diperkenankan mengenakan celana pendek. Tidak lupa untuk mengenakan sepatu, bukan sandal.

Mengenai waktu dan rute, akan kami sampaikan pada saat mendekati hari-H. Namun diminta dengan hormat koordinasi dari masing-masing koordinator wilayah untuk mempersiapkan rombongannya agar pada pk.06.00 sudah dapat siap di Parkir Timur Senayan. Bila ada perubahan akan disampaikan sesegera mungkin.

Khusus bagi rekan-rekan Robek dan seputaran Cilangkap/Cibubur, dimohon kesiapannya untuk mendampingi dan mengawal Bung Andi Mallarangeng dari kediaman menuju istana. Mengenai teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut secara tersendiri.

Setelah bersepeda bersama RI-1 pada BFEGTB tempo hari, event Jumat mendatang ini menjadi salah satu tonggak sejarah (milestone) Komunitas B2W Indonesia.

Selayaknya kita buat gaung gerakan komunitas tercinta ini lebih dahsyat agar lebih terdengar ke seluruh antero nusantara, bahkan dunia. Dan anda, B2Wers, dapat dengan bangga mengatakan bahwa diri anda merupakan bagian dari komunitas ini serta telah melakukan aksi nyata dan besar manfaatnya dalam melestarikan udara dan lingkungan di sebuah planet kecil bernama bumi.

Untuk anda,
Untuk generasi penerus,
Untuk lingkungan dan bumi tercinta.

Sepeda untuk beraktivitas!

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia
____________________
Rivo Pamudji

=========================================================
UPDATE RUNDOWN BIKE to WORK BERSAMA RI-1
Rekans,

Berikut disampaikan update per jam dikirimnya email ini. Setiap perkembangan yang terjadi selanjutnya akan diinformasikan sesegera mungkin. Mohon bantuan para koordinator rombongan atau wilayah untuk mengingatkannya kepada rekan masing2.

1. Semua nama dan no. KTP yang telah masuk ke sekretariat B2W Indonesia akan diserahkan ke markas pusat Paspampres Tanah Abang dan biro protokol kepresidenan hari Kamis, 19 Juni untuk dicatat dan dilegalisir. Selanjutnya kartu pengenal untuk memasuki areal Istana juga akan dilegalisir. Namun demikian, hal ini tidak membatasi jumlah peserta yang ingin mengikuti rombongan B2W bersama RI-1 tanpa menghadiri undangan ramah tamah di lingkungan istana. Karenanya, siapapun dipersilakan untuk mengikuti kampanye "Bersepeda untuk Beraktivitas" ini dengan catatan menjaga ketertiban dan disiplin.

2. Kartu tanda pengenal akan siap diambil di sekretariat B2W Indonesia mulai Kamis, 19 Juni 2008 pk.17.30 hingga tengah malam. Dipersilakan bagi koordinator rombongan atau masing2 individu untuk mengambilnya di sekretariat dengan membawa daftar nama yang diwakili.

3. Pakaian bebas disesuaikan dengan kebiasaan rekan2 saat ber-B2W. Namun kami berkewajiban menyampaikan pesan dari protokoler kepresidenan agar bagi rekan2 yang berkenan memenuhi undangan RI-1 ke istana agar mengenakan celana panjang. Tidak harus celana pantalon resmi, namun celana training atau jeans diperkenankan mengingat sifat acara yang tidak formal.

4. Per Kamis malam hingga Jumat pagi pk.07.00, area silang Monas dinyatakan sebagai daerah yang steril. Artinya sebelum hari Jumat, 20 Juni pk.07.00 tidak satupun warga sipil -termasuk B2Wers- diperkenankan untuk memasuki area tersebut. Karenanya meeting point Monas ditiadakan sebelum pk.07.00. Semua rekan2 dipersilakan untuk menentukan di antara 2 meeting point berikut:
PUTT-PUTT GOLF PARKIR TIMUR SENAYAN atau BUNDARAN HI
dgn jadwal terlampir di bawah.

ROMBONGAN BUNG ANDI MALLARANGENG :

05.00 Berangkat dari kediaman Bung AM di Cilangkap
05.10 TMII
05.45 Carrefour Cawang
05.55 Pancoran
06.05 Perempatan Kuningan
06.15 Perempatan Diponegoro
06.20 Bundaran HI utk bergabung dengan rombongan dari Parkir Timur
06.30 Berangkat bersama menuju silang Monas

Untuk pengawalan Bung AM akan dipimpin oleh Road Captain "Mbah" Wahju WTT. Bagi rekan2 yang ingin bergabung di flying pitstop harap perhatikan benar-benar lokasi dan prakiraan jam tiba karena skedul sangat ketat dan Bung AM selalu mengayuh sepeda dgn kecepatan cukup tinggi secara konstan.

ROMBONGAN NON AM

06.00 Briefing di Putt-Putt Golf Parkir Timur Senayan
06.15 Berangkat dari parkir timur senayan
06.30 Bundaran HI, bergabung dengan Rombongan AM

Bagi rekan2 yang memilih untuk bergabung di Bundaran HI, silakan langsung menuju meeting point dengan mengacu kepada waktu yang telah dtentukan.

Rombongan Putt-Putt akan dipimpin oleh Road Captain Rivo dengan bantuan koordinator rombongan serta beberapa rekan lainnya. Rute akan mengambil jalur cepat Jl. Jend. Sudirman melalui pintu keluar Sudirman Palace dan masuk ke jalur cepat di depan Hotel Sultan. Mengingat kondisi lalu lintas yang biasanya di pagi hari kurang bersahabat, maka diingatkan untuk waspada dan berhati-hati. Iring-iringan hanya SATU BARIS dan tidak diperkenankan untuk saling menyusul.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kepada rekan-rekan B2W wilayah, kami menghimbau agar menggunakan momen ini untuk berinisiatif mengajak pemerintah daerah masing2 melakukan kampanye yang bersifat sama. Tidak harus di saat yang sama, namun dapat menentukan waktu lain yang sesuai setelah event ini. Sekretariat dan seluruh jajaran Pengurus B2W Indonesia siap memberikan dukungan yang diperlukan.

Kepada rekan2 di Jakarta dan sekitarnya, mari sekali lagi kita gebrak kemacetan pagi Jakarta dengan sepeda. Tidak usah memikirkan hal lain yang tidak relevan selain kita sedang melakukan upaya memasyarakatkan penggunaan sepeda untuk beraktivitas yang manfaatnya secara instan dapat langsung dirasakan oleh pelakunya.

Kita beraksi tanpa berucap. Bukan hanya berucap tanpa melakukan tindakan. Planet tua kecil bernama bumi ini sedang sekarat dan tidak butuh wacana. Andalah, B2Wers, yang berkontribusi nyata untuk menyelamatkannya. Lengkapi kontribusi anda dengan menyebarluaskan semangat menggunakan sepeda untuk beraktivitas kepada masyarakat luas.

Untuk kita,
Untuk bumi,
Untuk generasi penerus.

GEBRAK JAKARTA DENGAN SEPEDA!!!

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia

_________
+rp

Let's act beyond green.
Let's Bike to Work.

EventJakarta Thallasaemia Day - 2008Jun 9, '08 2:05 AM
for everyone
Start:     Jun 15, '08 06:30a
Location:     Halaman Kantor Kementerian Pemuda & Olah Raga, Jakarta
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA

Beduawerzz,

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Komunitas B2W-Indonesia turut mendukung
penuh acara Fun Bike "Jakarta Thalassaemia Day 2008" yang diselenggarakan
oleh Yayasan Thalassaemia Indonesia dalam rangka menggalang dana bantuan
bagi para penderita Thalassaemia bersama Universitas Yarsi.

Adapun acara ini akan diselenggarakan pada:

Hari & Tanggal : Minggu, 15 Juni 2008
Waktu : Pk. 06.30 s/d selesai
Tempat : Halaman Kantor Kementerian Pemuda & Olah Raga,
Senayan, Jakarta Selatan
Biaya : Rp.35.000,-

Pendaftaran dan pengambilan jersey dapat dilakukan di Sekretariat B2W
Indonesia

Humas & Publikasi,

[rg]

ReviewReviewReviewReviewReviewGiant Reign 2008Jun 6, '08 7:24 PM
for everyone
Category:Other
It has been quite some years that I’ve ride my Santa Cruz Blur LT and I am still loving her so much. This is all can do bike that most bike riders should have fallen in love with, the rear end is so smooth and stays put until it needs to suck up a bump. Nonetheless, the bike is so stable, precise and confident on single tight tracks while very comfortable hammering rough terrain with ease. In my opinion, this is one of the best all around bike for full range of XC and AM.

But early 2008, I was thinking to get more nimble hot-bike to attack uphill mountainous with better efficiency of pedaling. Hence, after doing so many searches and studies, I end up with Giant Trance-X as reviewed at http://ozy1.multiply.com/reviews/item/16. As I mentioned in my review, this is one of the most value for money of trail bike today.

After so many rides with my Trance, I feel something missing comparing to my Blur LT, which is a comfy riding on rough trails. Then I’ve decided to look for other bike to kill my curiosity, Blur LT 2008 was always on top of the list along with Ibis Mojo. Until, again I’ve discussed with my best friend HPW (Hendro Purwanto) that suggesting me to try Giant Reign. I was thinking, with a half price of Blur or Mojo why not give Reign a shot. I almost picked Reign-X with longer travel of 6.7”, but heavier frame and old shock-mount design was holding me back to Reign 2008.

Giant Reign won several awards from many Mountain Bike mags especially the frameset-only option. It shares almost identical frame layout and overall design as the 5 inch travel Trance ‘2008, but at generally burlier and more robust construction level. Reign ‘2008 frame lost more than 720 gram from last year’s model. The new downtube has been redesigned to accommodate shock mount. The bottom shock anchor is now mounted on top of the lower downtube. The tire clearance is also noticeably wider than Trance and the shock-mount construction is able to take 200mm shock.

Not too long after, I was lucky to get a beautiful anodized silver of Giant Reign’ frame-set only version equipped with Fox DHX Air 4.0. As usual, I contacted my talented bike mechanic to set everything up. Being in an “altered” state of mind and dense matter, I had planned to build a light semi freeride rig. First thing to happen was to put on Fox Talas 36 RC2 with 3 different adjustable travels. Next set is to put Crossmax XL wheel set with 2.10 Nevegal rubber on it, which I will soon replace with bigger 2.35 tyre on the front. To keep the weight down, I put XTR drive train components and dual cranks equipped with e13 DRS. For disc brakes, I still trust Avid BB7 with 6” rotor to handle the braking; even though, I may replace the front rotor with bigger one.

Well, I can’t wait to test ride this new born bike at the next morning in Rindu Alam, one of my favorite trail mountain. Make the story short; I set the Talas RC2 with 50psi air pressure, 150 psi for DHX main chamber and 160psi in the reservoir.


The first section of Rindu Alam trail (see http://ozy1.multiply.com/journal/item/11) was a perfect place to learn how Reign behaves for different type of terrains. I was actually blown away by how Reign is performs at that section. Reign is not a downhill nor freeride bike, it is a lightweight Giant performance that deliver outstanding ride comfort and stability.

MAESTRO SUSPENSION. I am becoming more impressed with an advanced design of Giant Maestro system. While the suspension can comfortably soaks up bumps ironing out the trail, Reign instantly feel accelerate forward under power. At the first section before the water pot holes, Reign feels very comfortable moving along fast rolling terrain. However after crossing the small river and moving through the jungle section until the tea plantation at Gunung Mas, the 6 inches rig and 160cm fork with fairly slack head tube make it bog down a little bit.

SUSPENSION. Let’s riding fast on loose gravel, rock garden or small drops, the Reign proved capable of handling anything that we could throw at it. The rear suspension was very active and performs very well on small bumps while ramped up enough to take the edge of big hits. The DHX Air 4.0 is the key in providing a very smooth ride and felt balance with the rear suspension.

CLIMBING. The 2nd and 3rd sections of Rindu Alam were basically pedaling uphill, which was about time to understand how the big boy feel during steep with various technical climbing. I found that Reign is an excellent technical climber, finding traction in all sorts of unlikely places and holding a line well during technical climbing (loose rocky mountain) near the end of Ngeh-1. I was able to keep pedaling from the beginning of Ngeh-1 until the end of this trip. This bike may not be the fastest, but there is no reason to get off and push the bike no matter how long or steep climbs became.

DESCENDING. Section 4 of Puncak trip ran from Ngeh-1 to Gadok, Ciawi. This section was mostly a downhill section which Reign handled the trails with ease, absolute blast downhills and fast rolling terrain. Fox Talas RC2 with a 20mm axle has added more stability during the blast and of course a very smooth ride. However, I found a little bit challenging on very steep descents on tight single tracks; perhaps due to longer fork dive as well the slacker head angle of 69 degree.

BRAKING. It’s like any other Giant that deployed Maestro suspension system, Reign remains very active under braking. There is no concern whatsoever during the braking, except I may want to replace the front rotor with a bigger one to dissipate heat better on long descent.


The bottom line is that I really like the Reign equipped with DHX Air 4.0, I'm so impressed, I'm thinking of riding this rig for most of my trail journeys ;-) This is not a full freeride nor downhill, but the one bike that can do it all, from epic cross country rides, a little jumping and light freeride.


Blog EntryTim Pendukung "Obor Nusantara" 2008 (Vacancy)May 26, '08 11:07 AM
for everyone
Rekan2 B2Wers,

Team Sepeda Obor Nusantara mengajak rekan rekan B2W yang ingin terlibat sebagai Official atau Mekanik dalam kegiatan tersebut. Saat ini, team masih memerlukan beberapa official dan mekanik untuk melengkapi team yang sudah ada. Kegiatan akan berlangsung antara tanggal 30 Mei hingga 2 September 2008 (3 bulan).

Secara umum, jobdesc Official adalah megkordinasikan kegiatan di lapangan antara local bikers, local staff dan panitia nasional. Sedangkan mekanik bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keamanan dan kesiapan sepeda yang akan digunakan selama kegiatan.

Syarat : Pria, Usia Min. 20 tahun, Pengalaman perjalanan bersepeda ke luar kota.

Apabila di antara rekan-rekan ada yang berminat atau mengetahui di antara yang rekan-rekan kenal dpat menjadi bagian dari tim, sila hubungi Chief Alfa Febrianto by email ke: alfafebrianto@hotmail.com subject : SON Mekanik atau SON Official (sesuai yang diinginkan). Mohon paling lambat diterima tanggal 28 Mei 2008.

Terima kasih dan salam berjuta sepeda dari Sabang sampai Merauke!
____________________
+rp
Humas B2W-Indonesia


===================================================================
Karantina Official dan Mekanik

dear team,
menindaklanjuti pengumuman yang telah dirilis di milis perihal lowongan official dan mekanik, maka perlu di sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
 
Diharapkan keterlibatan yang cukup besar dari teman teman bike to work untuk ikut dalam kegiatan ini, sehingga sense of bike to work nya sudah sangat kentara dibandingkan dengan yang tidak berbike to work sama sekali.
 
Mengenai jadual kegiatan, akan dibentuk sebuah team yang terdiri dari 10 orang, dengan komposisi 5 orang official dan 5 orang mekanik. Yang akan bertugas secara bergantian, dengan schedule rata rata 14 hari bertugas, 7 hari istirahat.
 
Sementara itu, mengenai jenis pekerjaan dan tugas yang harus dilaksanakan kurang lebih sebagai berikut ;
 
Kriteria OFFICIAL, pada prinsipnya adalah Mampu menjalin hubungan dengan local staff, local bikers, korwil. Managerial skill sangat diperlukan, karena akan membuat laporan, mendokumentasikan kegiatan, melakukan kampanye bike to work, dan kegiatan lain yang sifatnya kordinasi dengan panitia nasional maupun dengan pengurus bike to work di jakarta.
 
Kalau kriteria Mekanik : mampu bongkar pasang sepeda dan tiang obor, serta memastikan sepeda dalam keadaan aman dan layak digunakan.

Dengan kondisi tugas yang seperti disebutkan diatas, maka perlu dilakukan kegiatan Karantina di Jakarta, yang akan diadakan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni, dengan asumsi tanggal 2 Juni sudah harus berangkat menuju titik keberangkatan.
 
Dalam kegiatan karantina ini, akan dilakukan briefing secara menyeluruh mengenai jadual kegiatan, dan tugas tugas yang harus dilakukan, termasuk melakukan persiapan persiapan
keberangkatan. Persiapan yang dimaksud adalah persiapan administrasi, dana, tiket, packing perlengkapan sepeda, perlengkapan kampanye, perlengkapan pribadi, kesehatan, dan lain lain.
 
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga informasi singkat ini dapat membantu rekan rekan semua, terima kasih.
 
komando
Alfa Febrianto


ReviewReviewReviewReviewReviewGiant TranceX 2008 (Updated June 2008)Mar 21, '08 9:16 PM
for everyone
Category:Other
Inspired by my good friend, HPW (http://hendropw.multiply.com/) who had set a new bike not too long ago. When I saw his action with his new toy in Puncak last month, I was amazed with how active the rear suspension reacting to the decent loose rocks at one of rather extreme section after the "water pot holes". The suspension looks becoming more active when hits from the bottom.

A week after the Puncak ride, I asked my buddy Hendro to accompany me to have lunch at Roxy... :-) We took a quick lunch at a famous "ayam goreng" restaurant nearby the bike shops. Then, we went to the shop, I asked the owner if he had the frame I was looking for. Luckily me, he pointed his finger to the frame hanging on the wall. Yeaah, that one, the size is right and the anodized black color is just perfect. What else I can ask ... ;-) The Trance has always been a great bike, especially the latest 2008 release with maximum use of swoopy hydroformed tubing.

Since I plan to set this bike as my pure XC, I've decided to put the original Fox F120 fork which came along with the bike. I brought the frame home and setup the bike to be ready for action. The total weight is about 13.2kg due to heavier Kenda UST tyres both front and rear.

Make the story short, I went to Rindu Alam again with my buddies Hendro who was riding his TranceX and Hendra Bitong with his new Blur LT. I've put 60psi air pressure into the fork and 100psi for rear shock. As usual, we started as early possible from Rindu Alam and planned to take our normal courses.

The steep decent rockie track beside mang Ade's restaurant is my first attempt to test the bike. Trance reacted very positevely, her stability has brought full of traction during this short section which instantly also built my confidence to this new baby.

On the way to Paralayang parkir lot, I can feel the rear end was very stable and the traction was very good even in loose gravel. So far it's an excellent ride with this particular XC bike. While, the Fox forks are plush from the off and soak up everything I throw at them too

We continue the course heading to the Gunung Mas which has long decent of rocks terrain. I put some more power during the decent terrain to test how the bike behave. Again, it's a very comfy ride and I can feel the 5" rear suspension doing a great job of ironing up the rocky terrain for me; of course not to be compared with Blur LT of Santa Cruz for instance. Another excellent point, rear end is still very active during hard braking which gives me more control of the bike.

We took a quick stop at Taman Safari parking lot before continuing our trip with steep climbing. I started with slow rolling at normal cadence, as soon as I pedal the crank feels firm under the feet and the Trance shoot forward; it seems the bike was very nimble on the way up. After awhile, I put some more power with higher cadence, the bike shown unnoticed bobbing, very good Maestro improvement over the old design. Moreover, under standing power I can feel a little kickback to control traction and give a sharp pedal edge, but not enough to knock off my pedaling rhythm. Excellent work of Giant parallel link suspension work.

Jump to the track section between Citeko and the end of off road tracks before asphalt road where different kind of track conditions were available; rocks, hard pack, loose gravel, swamp, wet damped soil and slippery rocks. When descending, it's perfectly progressive for sucking up medium drops and ugly rock sections, and it rolls over big rocks beautifully as well. It looks linear and high leverage ratio of Mastro linkages were working perfectly.


TEST RIDE at JPG, BSD
After having enough experience with Trance at Puncak areas, I want to test the Trance at tight single tracks environment with various technical sections; the best place is JPG, BSD. So, I went there with my buddy Rivo Pamudji who hasn't do off road riding for about 3 months.

The bike setup remain the same except the rear tyre had been changed with Kenda Kharisma-II which gives more grip compare with Nevegal for this kind of soil at JPG. In short, the Trance still turns lightly which gives a very confident feel of exactly where the front tire is pointed at extreme speed. The Maestro is always active and gives the back end plenty of positive tractions.

It climbs like a mountain goat yet it descends like real downhill bikes - full of tractions all the time. I had not put my feet on the ground for those challenges. Handling in single tracks is quiet responsive without getting nervous at speed. Trance's light feel benefits on the descents too which adding to the responsiveness in the tight technical sections.


In summary, this is the best bike I've ever tried for trail contour, Anthem's travel just too short for me and built for race indeed. I believe this bike is becoming the most wanted bike by trail riders, from the price, style and its performance. Perhaps the best value for money in its class. I think I will hold this bike for quiet some years.

BUT, I still want to compare the Trance with Specialized Stumpjumper ;-)


UPDATED @ 07 June 2008:
I've just been updated by my friend HPW who has just returned from his trip at Rindu Alam this afternoon. He has substituted his Trance-X2 with Trance-X0 which equipped with Fox Float RP3, the mother of all XC air-shock suspension ;-)

HPW clearly mentions that descent trails is now much more comfy with X0. I am suspecting this is due to the adjustable propedal on RP3 which capable to bring softer initial stroke of the shock. While X2, its Fox Float R has permanent pre-set compression damping on medium level.

Trance-X2 is comfortable enough to suck up the bumps and not much different on climbing compare to X0. In my opinion, X2 remains one of the best value for money trail bike along with other series of Trance.


Photo AlbumB2W Campaign - 22 Feb 2008 (31 photos)Feb 22, '08 7:04 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Seperti yang telah disampaikan oleh Humas B2W-Indonesia, maka telah terlaksana kampanye gerakan penggunaan sepeda untuk aktivitas sehari-hari pada hari Jumat, 22 Pebruari 2008; yang bertempat di Bunderan HI, Jakarta.-

Meskipun tidak sempat dilakukan absensi, diperkirakan tidak kurang dari 100 orang penggowes yang hadir. Cuaca yang gerimis tidak menghalangi niat rekan-rekan yang hadir untuk membagikan flyer kepada pengendara kendaraan bermotor yang melintas.

Buat saya pribadi, suasana saat Jumat kemarin cukup mengharukan bila mengenang kembali masa kampanye ditahun 2005an. Kala itu om Tekad dan juga om Alfa dengan gigih bersama rekan2 yang lain terus memompa semangat satu sama lain untuk rutin melakukan kampanye hari jumat.

Ayo kita terus galakan kampanye B2W secara rutin dan sistematis, sehingga semakin cepat pula visi dan misi kita bisa tercapai.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang tetap dan terus giat mendukung gerakan bersepeda ketempat kerja ini.


Photo AlbumMTB Trend 2008 (60 photos)Feb 17, '08 8:01 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Seperti tahun sebelumnya, event yang diselenggarakan oleh Komunitas JPG pada tahun 17 Pebruari 2008 ini ternyata lebih meriah. Lokasi yang becek akibat terpaan hujan dari malam sebelumnya membuat keasyikan tersendiri ;-) Apalagi hujan cukup deras sempat mampir beberapa saat ketika acara berlangsung.

Bagi kebanyakan MTBers, hajatan ini menjadi salah satu yang wajib dikunjungi. Terbukti banyaknya kendaraan yang parkir diseputar lokasi acara.

Secara keseluruhan acara ini lebih terkoordinir dan aktivitas yang terjadi cukup merata dihampir semua stand yang ada. Seperti biasa, B2W-Indonesia diberi kesempatan untuk mengisi salah satu stand yang ada; dengan mengfokuskan untuk mengsosialisasikan program B2W melalui merchandise yang ada.

Disamping itu rekan-rekan Origami aka. Sepeda Lipat, juga hadir dalam kesempatan ini, dimana lokasi stand persis disamping stand B2W. Kombinasi yang ideal untuk solusi macet di kota-kota besar ;-)

Salut buat panitia yang sudah bekerja dengan luar biasa.

Photo AlbumNew Head Quarter of B2W-Indonesia (88 photos)Feb 16, '08 10:34 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka mulai tanggal 15 Pebruari 2008, resmilah sudah Sekretariat B2W-Indonesia berkantor di Jalan Wijaya I no.18.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menyempatkan untuk hadir sekalipun sempat diguyur hujan yang cukup lebat. Semoga kedepannya, b2w-Indonesia menjadi lebih solid dan berkembang dengan baik.

Tak lupa kepada panitia yang telah sukses mempersiapkan acara ini dengan sangat baik, khususnya kepada trio Dudies, Inu dan OB-1.

EventPeresmian Sekretariat B2W-IndonesiaFeb 12, '08 3:39 AM
for everyone
Start:     Feb 15, '08 6:30p
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA:

Rekan-rekan yth.,

Dengan segala kerendahan hati, atas nama pengurus Bike to Work Indonesia kami mengundang rekan-rekan untuk berkenan hadir berbagi kebahagiaan bersama para B2Wers dan pengemar sepeda pada Peresmian Sekretariat Komunitas B2W-Indonesia yang akan diadakan pada:

Hari & Tanggal : Jumat, 15 Februari 2008
Waktu : Pk. 18.30 s/d selesai
Lokasi : Jl. Wijaya I No. 8, Jakarta Selatan
Acara : Peresmian Sekretariat Komunitas B2W Indonesia

Insya Allah peresmian akan dihadiri oleh Pelindung dan para anggota kehormatan Komunitas B2W-Indonesia beserta para tamu kehormatan lainnya. Selain itu juga akan tersedia berbagai merchandise kelengkapan bersepeda.

Bersama dengan undangan ini, kami juga mohon doa restu rekan-rekan khususnya bagi sekretariat baru dan umumnya bagi setiap aktivitas dan usaha Komunitas B2W Indonesia dalam mewujudkan visi dan misinya. Semoga Tuhan YME senantiasa memberkahi setiap usaha baik kita semua dalam mewujudkan udara yang bersih dan nyaman, alam yang lestari, serta masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas. Amin.

Mari rame-rame ketemuan di 'rumah' baru kita bersama dan saling bersilaturahmi.
Mari kita rame-rame pakai sepeda untuk beraktivitas.

+rp
Humas Komunitas B2W-Indonesia

Photo AlbumJJ & RA with Collosus (33 photos)Feb 9, '08 8:49 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Berkesempatan hadir pada acara ultah Jalur Jatiasih (JJ) yang ke-6 (27 Jan 2008) yang notabene juga baru pertama kalinya saya mencicipi salah satu trek tersohor ini. Selain memang berniat untuk bertemu dengan beberapa rekan yang telah lama tak sua, diniatkan pula untuk melakukan uji coba perdana dengan Collosus SX yang baru selesai dirakit malam sebelumnya "http://ozy1.multiply.com/reviews/item/13".

Dua minggu kemudian, tepatnya Sabtu, 09 Peb 2008, adalah kesempatan kedua kalinya menggunakan Collosus untuk uji ketahanan dimedan AM daerah Rindu Alam (RA). Trek yang dilalui seperti biasa dari RA menuju Gunung Mas, dari sini ambil ke kiri melambung kepuncak bukit (ngeh-0) dan terus ke parkiran Taman Safari. Berhubung cuaca mulai tidak bersahabat, disepakati untuk ambil jalur "kondangan" agar bisa tiba di Gadok sebelum jam 12 siang.


ReviewReviewReviewReviewCollosus SX3 - Part 2Feb 2, '08 5:27 PM
for everyone
Category:Other
Following on my last previous review (http://ozy1.multiply.com/reviews/item/13), last Saturday, 02nd Feb 2008, I went to Rindu Alam with my MTB buddies to have a second ride test of the Collosus SX. The bike was setup with Manitou R7's fork, XT 2008 transmission and Mavic 819 with Kenda Nevegal.

We started at 0830 from Rindu Alam and straight to Gunung Mas as our first pitstop. In this section of the tracks which is XC category, Collosus has proved its ability to handle soft damped soil as well as fire roads. The initial setup for R7 fork was 100 psi and 70 psi with 4 clicks of rebound for rear-shock to accommodate my 60 kg of weight. But, I haven't got the best dial in yet, the bike acted a little bit harsh.

During the first pitstop at Gunung Mas, I re-adjusted the shock to 60 psi of air pressure and increase the rebound to 8 clicks; and reduce the fork's pressure to 90 PSI. Voila, I found better riding comfort compare to the first setting, which has improved the smoothness to roll on the fire roads.

Nevertheless, after a short riding from Gunung Mas to Taman Safari's parking lot, I felt the rear-end plays unnecessary travel, especially on steep climbing. As commented by om HPW when I was reducing the air pressure of the shock earlier; "the sagging is too much". Better take his advise, I increase the air pressure by another 5 psi. Now, in this setting, I rediscovered how fast a four-inch travel Collosus SX can move through variety of rough terrains in Puncak.

Then, we took 10 minutes stop in Taman Safari before continuing for long steep climbing as usual. I started slowly from the back of the pack because I was trying to sense if any bobbing from the rear-end. I also kept the shock un-lock and the "VPP" like design has resulted an efficient acceleration with very minimum pedal bob. I suspect, by putting higher grade of shock with pedal platform technology will significantly reduce further this effect while improving the small bump compliance.

Due to the weather condition, we decided to make the right turn on the middle of this climbing section and headed straight to Gadog, Ciawi. Some sections of the terrains are cross mountain (AM) category. I understand that my R7 fork is not intended for this terrain, but I kept pushing this bike into the limit to learn its performance.

The front suspension geometry gives the bike more than enough amount of descending stability. It gives more forgiving in technical situations during hi-speed descending on fire roads and soft damped soil.

Collosus SX will probably be set up to ride harshly by some cross country riders, because what is expected from a good racing chassis. At least I've set the suspension to perform as smoothly as possible and relied on Colossus' pedaling platform for energy conservation. When I did get airborne, the bike landed quiet firmly, but without the sense that its shock hit the end of its travel.

Enough riding offroad, on Thursday, 07 Feb 2008, I performed on-road test ride with my endurance partners at BSD area. The bike setup was the same, except I put Mavic Crossland wheelset with Schwalbe Racing Ralph rubber. Basically, on the pavement, it squirts ahead with each push on the pedals. However, I can feel a little pedal bob while in standing position; but activating the Lock of the shock, the bike gave a very firm and efficient acceleration.

In overall, the Collosus' chassis was very balance for XC-race class. In my personal judgment, I would score 7 out of 10. It's not the best bike in its class, but it's definitely worth to consider in its price range. The built quality is good, except minor bolts corrosion need to be replaced with better ones. (http://ozy1.multiply.com/photos/album/40#38)


ReviewReviewReviewReviewCollosus SX3 - Part 1Jan 28, '08 9:46 AM
for everyone
Category:Other
It has been quite sometime that I want to set a nimble XC-race without losing the comfort of pure XC or event trail bike. Since I have owned one of the best AM for quite sometime and still very much like it; hence, I convinced myself that I should seriously consider this XC-race bike to counterpart my speed-buddies during BSD back country side touring.

Now, it came to the question which frame I should go with. There were Anthem and used-Racer-X came into the picture. Then about 2 months, I was struggling to find a reasonable (size, color and price) Anthem and Racer-X with no luck at all.

Therefore, I started to look for another alternative and I saw a review on sepedaku.com and Cycling magazine about Collosus-SX3; so, why don't I gave a shot to try this one. I quickly contacted the bike shop to get this bike frame and luckily enough; they promised me to get the bike in couple days. But, I am still not quiet sure that the bike will fulfill my expectation as it does with Racer-X or Anthem.

While waiting the frame arrival, I am curiously looking for opinions from other cyclist who have owned or experienced with Collosus SX. Most of them were suggesting me to go with Collosus AX, since it has longer shock travel and ready for All-mountain trips; but I have the AM already.

Soon enough, the frame was ready to be picked-up when they called me on Saturday afternoon. I quickly call my friend to help me setting up the components in the evening. The bike was ready to go at 2030hr for the first try out at Jalur Jatiasih on the following Sunday morning. I've just can't wait for testing this new baby born ;-)

Make the story short, I arrived at JJ around 0700hr and waited for several other friends who came for the 6th Anniversary of Jalur Jatiasih MTB track. At 0830hr, we started the trip and plan to attack a shorter track, so we can come back to the base-camp by 1000hr for "tumpengan" ceremony.

I was in the first group along with mas Yadi and Martha (BFEGTB athletes) because I want to push them a bit faster to give my new baby a bit of tests ;-) Even though, it's only 10KM traveling distance, I was able to feel its responsiveness on the single tracks, the easiness to do little hops, efficient pedaling during climbing and good stability during decent loosen track ("grand canyon" drop).

Similar with my former Santa Cruz Blur Classic, during hard braking, the nose was diving a little bit too early. I am suspecting this is due to the Manitou R7 which lacking of a slow compression control. Perhaps, this is also a factor of shorter top tube and wheelbase comparing to other bikes in similar size. I will change the fork with higher spec and see what the different. However, rear-suspension platform remains active under braking, it seems that the "VPP" design is working well here.

So far, I have no hesitation to give a good overall review of this frame. Furthermore, I have tuned the steering geometry by putting a new medium-rise handle bar to replace my scandium flat bar, which had stretched my riding position on racing attacking style most of the time. Thus, I have to pay with suffering lower back pain if I am going for longer traveling.

A slightly issue is the 31.6 seat post diameter which rather difficult for Indonesian market to find a good and light one, especially for XC purpose; hence, I currently use the FR/DH version with more than 100 grams penalty. [30 Jan 2008: According to my fellow friends, the stock should be plenty in bike shops]

The frame was setup with 2008 XT transmission, BB7 stopping device and Mavic Crossland. Wonder about her weight, it's definitely lighter than my Blur LT which has equipped with lighter components. I will have several more trips to see how this baby behave on different types of contours, like Puncak, Telaga Warna and JPG.

See you in next review.


EventTREND MTB 2008Jan 24, '08 8:39 AM
for everyone
Start:     Feb 17, '08 08:00a
End:     Feb 17, '08 12:00p
Location:     Jalur Pipa Gas, Desa Lengkong Gudang Timur, BSD
Komunitas JPG [www.jalurpipagas.co.nr / jalurpipagas@yahoogroups.com] mengundang rekan-rekan untuk hadir pada:

"TREND MOUNTAIN BIKE 2008"

Agenda:
- About 2008 Shimano
- Coaching Clinic
- MTB CLUB Exihibition
- BMX dirt jump competition
- Doorprize
- Free snack & lunch [bagi 100 pendaftar pertama]
- Free tune up
- RODALINK special discount
- MTB accesories bazaar

LinkBike 's Site - SEPEDA EDISI B2W VERSI UNFCCCJan 15, '08 2:32 AM
for everyone
Link: http://sepedab2w.multiply.com/photos/album/3/SEPEDA_EDISI_B2W_VERSI_UN...

Setelah Event BFEGTB yang terbilang sukses dan menyisakan beberapa kenangan manis yang tidak akan terlupakan.

Salah satunya adalah sepeda edisi B2W versi Logo UNFCCC.
Basis sepeda ini masih sama dengan sepeda edisi B2W.

Sepeda Edisi UNFCCC bisa ditebus dengan harga : Rp. 1.495.000
Harga tidak termasuk ongkos kirim dan sudah harga nett

Untuk pemesanan silahkan mengirimkan email ke sepeda_b2w@yahoo.co.id
atau bisa kontak ke 021 93527075 ( Wahyu Thok ), mohon maaf tidak balas SMS.

Salam Sejuta Sepeda B2W

EventBicycle for Earth Goes to Bali (BFEGTB) 2007Oct 31, '07 7:33 AM
for everyone
Start:     Nov 11, '07 07:00a
Location:     Bundaran HI, Jakarta
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA:
====================================

Rekan-rekan B2Wers & MTBers,

Sesuai dengan telah direncanakan, Insya Allah akan dilakukan pelepasan Tim Bicycle for Earth Goes to Bali (BFEGTB) pada hari Minggu, 11 November 2007 di Jakarta. Bila tiada aral melintang, sesuai perkenan dan kesediaan beliau, pelepasan ini akan dilakukan oleh Presiden RI Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran Menteri kabinet dan Gubernur DKI Jakarta. Para pejabat negara tersebut direncanakan akan turut bersepeda bersama dalam melepas Tim BFEGTB ini. Adapun BFEGTB sendiri merupakan agenda pandahulu sekaligus pembuka bagi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali, 3-14 Desember 2007 mendatang, yang akan dihadiri oleh perwakilan lebih dari 180 negara serta sekitar 2500 media internasional.

Bersama ini Komunitas B2W-Indonesia mengundang seluruh rekan-rekan untuk hadir bersama melepas tim kebanggaan yang akan melakukan kampanye penggunaan sepeda demi bumi tercinta sepanjang pulau Jawa hingga Bali ini. Rencananya, pelepasan akan dilakukan di Bundaran HI dan diharapkan kita dapat berkumpul bersama di lokasi pada pk. 07.00 di Minggu pagi tersebut. Turut mengundang pula bagi rekan-rekan yang berminat, untuk mengantar tim hingga ke perbatasan DKI Jakarta bersama Bp. Andi Malarangeng. Apabila ada perubahan mengenai waktu dan/atau lokasi pelepasan tim, kami akan informasikan selanjutnya.

Mohon perkenan untuk mem-forward undangan ini kepada siapapun penggemar sepeda atau mereka yang berminat untuk turut hadir sambil menggunakan sepedanya. Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi tanah yang kita pijak, udara yang kita hirup, serta generasi yang akan datang.

Mari kita penuhi Bundaran HI pagi itu dengan sepeda.
Mari ambil bagian dari sejarah memperjuangkan kelestarian alam raya.
Mari bersepeda demi bumi dan anak cucu kita tercinta.

+rp
Humas Komunitas B2W-Indonesia
www.b2w-indonesia.or.id

Rekan2 tercinta...

Fenomena bersepeda dijalan umum memang akhirnya memunculkan permasalahan yang tadinya tidak mencuat kepermukaan, yang akhirnya menjadi sesuatu yang perlu dibahas. Diantaranya adalah yang sebagai berikut:

(1) BERSEPEDA DI JALUR CEPAT
Bersepeda seyogyanya tidak di jalur cepat karena sangat berbahaya, mengingat perbedaan kecepatan yang mencolok antara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor (mobil) yang melintas di jalur tersebut. Makanya, sepeda motor juga dilarang melintas disana. Namun, pada keadaan tertentu, misalnya -- pada saat jalur lambatnya dalam kondisi macet berat dan bersepeda di trotoar juga tidak memungkinkan (baca point.2); maka ada beberapa rekan yang memanfaatkan jalur cepat. Nach ada beberapa aturan tidak tertulis untuk melakukan ini, yaitu:
  • Pastikan anda menggunakan jalur cepat HANYA dikala kondisi jalur cepat dalam keadaan merayap.
  • Pastikan anda sudah mahir berkendara sepeda di jalur sempit dan mampu menjaga irama kecepatan.
  • Pastikan anda melaju di posisi paling kiri (JANGAN MENYELIP DIANTARA DUA KENDARAAN), dimana ini sering mengagetkan pengemudi mobil. Saya beberapa kali melihat ini terjadi dan dilakukan oleh rekan b2w. Mohon pengertiannya untuk tidak melakukan lagi.
  • Bila sedang melaju di posisi paling kiri jalur cepat, lalu terhalang kendaraan didepannya, maka kita HARUS BERHENTI, jangan berusaha untuk memotong/ menyelip. Apalagi sampai naik kejalur hijau antara jalur cepat dan jalur lambat. Belajarlah dari REKAN2 b4w yang sudah dari dulu memanfaatkan jalur cepat dikala memungkinkan, dimana mereka selalu setia diposisi paling kiri.
  • PERGUNAKAN LAMPU BELAKANG YANG JELAS, ini sangat penting, mohon diperhatikan.

(2) BERSEPEDA DI TROTOAR
Trotoar pada dasarnya di sediakan untuk para pejalan kaki, namun dibeberapa negara fungsi trotoar juga dimungkinkan untuk bersepeda, khususnya kala tidak tersedia jalur berSepeda. Untuk kita di sini, di Jakarta, dibeberapa jalan kita memang terpaksa menggunakan trotoar. Dalam kondisi seperti ini kita harus memprioritaskan pejalan kaki, jangan sekali2 mendahului mereka secara meng-kagetkan, melajulah seirama dengan mereka. Jika kondisi trotoar sangat padat jangan segan2 menuntun sepeda anda.


(3) BERSEPEDA DI JEMBATAN PENYEBRANG
Serupa dengan bersepeda di trotoar, bersepeda di jembatan penyebrang tetap harus memprioritaskan kepentingan pejalan kaki. Namun mengingat kondisi jembatan penyebrang yang beraneka ragam, dan kebanyakan cukup sempit dan ramai, sebaiknya sepeda kita tuntun ketika berada di jembatan penyebrang. Meskipun ada beberapa jembatan penyebrang yang cukup lebar dan tidak terlalu ramai, sehingga masih memungkinkan untuk dikendarai. Pastikan saja selama dijembatan anda berlaku sopan, tidak menyalip pejalan kaki yang ada, tidak membunyikan bel untuk minta jalan, dsb.


Demikian himbauan dari kami demi keselamatan dan kenyamanan kita semua termasuk pengguna jalan, trotoar dan fasilitas umum lainnya.

Situasi ini terjadi, semata-mata karena belum tersedianya infrastruktur dan aturan hukum yang mendukung, misalya aturan yang jelas (baca:larangan) bersepeda di jalur cepat.  Tentu saja, semuanya akan menyesuaikan apabila berSepeda sudah disediakan infrastruktur dan payung hukum yang memadai. Selama ini belum tersedia, mari kita tetap bersepeda dengan tenggang-rasa yang tinggi terhadap pengguna jalan lainnya demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Mari kita jaga nama baik komunitas b2w-Indonesia ini dengan berempati untuk meraih simpati dari pengguna jalan lainnya.

Semoga berkenan.

Salam - Ozy
(Ketua b2w-ndonesia)

EventPAMERAN SEPEDA EDISI B2W - IIAug 9, '07 6:17 PM
for everyone
Start:     Aug 11, '07 10:00a
End:     Aug 11, '07 4:00p
Location:     Jl. Wijaya I no. 8, deket Pasar Santa, Blok S, Kebayoran Baru.
Masih penasaran sama SEPEDA EDISI B2W, Yiuuukkk,.....mlipir ke PAMERAN SEPEDA EDISI B2W, terbuka untuk yang mau bertransaksi dan tanya jawab :

Hari : Saptu,

Tanggal : 11 Agustus 2007

Pukul : 10.00 - 16.00

Lokasi : Jl. Wijaya I no. 8, deket Pasar Santa, Blok S, Kebayoran Baru.

Hubungi : Wahyu Tok ; 021 - 93527075

Masih ada Starter Kit loohhh,..kalu beli disini....Yiuuukkk...mampirrrr...

Mohon maaf nggak menyediakan Merchandise. Penjualan Merchandise hanya dilakukan di Jl. Duren Tiga Barat,...silahkan menghubungi Tante Sisil

Yang Ngurusin Sepeda Edisi B2W
WAHYU TOk
Supervisor OB
http://mbul2x.multiply.com

Start:     Jul 7, '07 7:00p
Location:     Tennis Indoor Senayan, Jakarta
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA (Oettie Notosapoetro):

Menteri Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar, akan bersepeda bersama
B2W-Indonesia!

Untuk menyambut UN Conference tentang Global Warming bulan Desember 2007 di Bali, Kementrian Lingkungan Hidup menyelenggarakan acara bersepeda bersama yang bertajuk "Bicycle For Earth" pada hari Sabtu, 7 Juli 2007. Dalam acara ini, B2W-Indonesia akan mendampingi Rahmat Witoelar yang akan bersepeda, start pukul 07:00 wib dari Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Bicycle For Earth merupakan bagian pembuka dari Global Warming Concert: Soul for Indonesian Earth yang digagas oleh musisi Gren Fredly, dkk dan GloW
Alliance, serta didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Konser musik ini
akan diselenggarakan pada pukul 10:00 - 22:00 wib di Tennis Indoor Senayan,
dimeriahkan oleh 52 musisi Indonesia dan akan bersinergi dengan Konser Musik Al Gore bertema sama di LA.

Merupakan sebuah prestasi yang dapat dibanggakan bahwa hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan, B2W-Indonesia dapat menggaet 2 orang Menteri untuk bersepeda bersama!

Diharapkan dengan makin banyaknya tokoh masyarakat yang tertarik dan ikut
mendukung kampanye Bike2Work, bersepeda ke tempat kerja akan makin
memasyarakat, jumlah pekerja bersepeda akan meningkat pesat, peserta B2W Day 2007 akan bertambah berlipat-lipat, Visi & Misi B2W-Indonesia akan tercapai dalam waktu lebih singkat, Indonesia akan jadi lebih sehat, pemanasan global hanya akan jadi cerita sesaat..., amien!

Kalimat di atas tak akan sekedar jadi mimpi bila disertai niat kuat dan tindakan nyata.

Para bike2worker se-Jabodetabek,
AYO, KEMBALI JADIKAN JAKARTA LAUTAN SEPEDA!

Ditunggu dukungan dan partisipasinya pada hari Sabtu, 7 Juli 2007!

Start:     Jul 1, '07 01:30a
KARENA SATU DAN LAIN HAL MAKA KEIKUTSERTAAN B2W-INDONESIA DALAM KEGIATAN ACARA INI DIBATALKAN.

Berikut berita resmi dari Humas b2w-Indonesia.
========================================================


Rekan-rekan Bikers 2 Work,

Dikarenakan satu dan lain hal, disampaikan bahwa partisipasi dan
keterlibatan Komunitas B2W pada acara "Bicycle Journey of No Drugs,
Jakarta - Bali" pada hari minggu, 1 Juli 2007 DAN secara keseluruhan
DIBATALKAN.

Secara keseluruhan di sini termasuk keterlibatan partisipasi di setiap
kota yang dilalui oleh rombongan. Dengan demikian keterlibatan rekan-
rekan pada rangkaian acara tersebut tidak lagi disarankan.

Mohon maaf sebesar-besarnya atas pemberitahuan mendadak ini, karena
perkembangan yang terjadi sangat cepat sehingga baru pagi ini
diperoleh informasi mengenai hal di atas.

Sangat disarankan untuk rekan-2 yang belum memiliki acara untuk
weekend ini agar besok Sabtu, 30 Juni 2007 dapat hadir di IM2 untuk
mengikuti Bike Clinic, yang lebih memberikan manfaat bagi wawasan dan
pengetahuan kita akan sepeda. Bukankah sebaiknya kita sendiri mampu
merawat atau memperbaiki sepeda kita sendiri?

+rp

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oom Tyas -dan rekan2 lainnya-,

Yang batal adalah partisipasi kesertaan Komunitas B2W pada event
tersebut. Dengan demikian Komunitas B2W sama sekali tidak terlibat
dalam keseluruhan acara (termasuk persiapannya) , terlepas dari misi
yang diemban oleh penyelenggaranya. Artinya Komunitas B2W juga tidak
mendorong rekan-rekan untuk berpartisipasi pada event tersebut dengan
mengatasnamakan Komunitas B2W.

+rp

Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help