Ozy's Corner: Human-powered Commutes

Ozy's posts with tag: environment

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag environment
EventROAD TO B2W DAY! 2008Jun 17, '08 8:17 AM
for everyone
Start:     Jun 20, '08 06:00a
Location:     Parkir Timur Senayan
B2Werz,

Dalam rangka pencanangan Gerakan Penghemat Energi Nasional, merupakan kehormatan bagi Komunitas B2W Indonesia karena gerakannyalah yang pertama kali terlintas di pikiran seorang Presiden RI untuk menjadi gerakan yang sangat relevan dan patut disosialisasikan. Untuk itu, Presiden RI, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran menteri Kabinet Bersatu secara khusus mengundang Komunitas B2W Indonesia untuk bersama-sama melakukan "Kampanye Bersepeda Untuk Beraktivitas" pada hari Jumat, 20 Juni 2008.

Adapun teknis lebih rinci lagi akan disampaikan kemudian mengingat faktor keamanan yang disyaratkan oleh biro protokoler kepresidenan.

PENTING! Bagi rekan-rekan yang berkenan untuk bersama-sama hadir pada acara tersebut untuk mengirimkan email dengan subject: DAFTAR B2W RI-1 berisi NAMA dan NO. KTP ke inufebiana@b2w-indonesia.or.id. Hal ini merupakan persyaratan dari Biro Protokoler Kepresidenan yang harus kita lengkapi bersama Presiden juga berkenan untuk mengundang Komunitas B2W Indonesia beramah tamah di Istana Negara setelah kampanye tersebut.

Karenanya, bagi rekan-rekan yang berkenan untuk hadir agar Mengenakan celana panjang atau celana training. Tidak diperkenankan mengenakan celana pendek. Tidak lupa untuk mengenakan sepatu, bukan sandal.

Mengenai waktu dan rute, akan kami sampaikan pada saat mendekati hari-H. Namun diminta dengan hormat koordinasi dari masing-masing koordinator wilayah untuk mempersiapkan rombongannya agar pada pk.06.00 sudah dapat siap di Parkir Timur Senayan. Bila ada perubahan akan disampaikan sesegera mungkin.

Khusus bagi rekan-rekan Robek dan seputaran Cilangkap/Cibubur, dimohon kesiapannya untuk mendampingi dan mengawal Bung Andi Mallarangeng dari kediaman menuju istana. Mengenai teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut secara tersendiri.

Setelah bersepeda bersama RI-1 pada BFEGTB tempo hari, event Jumat mendatang ini menjadi salah satu tonggak sejarah (milestone) Komunitas B2W Indonesia.

Selayaknya kita buat gaung gerakan komunitas tercinta ini lebih dahsyat agar lebih terdengar ke seluruh antero nusantara, bahkan dunia. Dan anda, B2Wers, dapat dengan bangga mengatakan bahwa diri anda merupakan bagian dari komunitas ini serta telah melakukan aksi nyata dan besar manfaatnya dalam melestarikan udara dan lingkungan di sebuah planet kecil bernama bumi.

Untuk anda,
Untuk generasi penerus,
Untuk lingkungan dan bumi tercinta.

Sepeda untuk beraktivitas!

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia
____________________
Rivo Pamudji

=========================================================
UPDATE RUNDOWN BIKE to WORK BERSAMA RI-1
Rekans,

Berikut disampaikan update per jam dikirimnya email ini. Setiap perkembangan yang terjadi selanjutnya akan diinformasikan sesegera mungkin. Mohon bantuan para koordinator rombongan atau wilayah untuk mengingatkannya kepada rekan masing2.

1. Semua nama dan no. KTP yang telah masuk ke sekretariat B2W Indonesia akan diserahkan ke markas pusat Paspampres Tanah Abang dan biro protokol kepresidenan hari Kamis, 19 Juni untuk dicatat dan dilegalisir. Selanjutnya kartu pengenal untuk memasuki areal Istana juga akan dilegalisir. Namun demikian, hal ini tidak membatasi jumlah peserta yang ingin mengikuti rombongan B2W bersama RI-1 tanpa menghadiri undangan ramah tamah di lingkungan istana. Karenanya, siapapun dipersilakan untuk mengikuti kampanye "Bersepeda untuk Beraktivitas" ini dengan catatan menjaga ketertiban dan disiplin.

2. Kartu tanda pengenal akan siap diambil di sekretariat B2W Indonesia mulai Kamis, 19 Juni 2008 pk.17.30 hingga tengah malam. Dipersilakan bagi koordinator rombongan atau masing2 individu untuk mengambilnya di sekretariat dengan membawa daftar nama yang diwakili.

3. Pakaian bebas disesuaikan dengan kebiasaan rekan2 saat ber-B2W. Namun kami berkewajiban menyampaikan pesan dari protokoler kepresidenan agar bagi rekan2 yang berkenan memenuhi undangan RI-1 ke istana agar mengenakan celana panjang. Tidak harus celana pantalon resmi, namun celana training atau jeans diperkenankan mengingat sifat acara yang tidak formal.

4. Per Kamis malam hingga Jumat pagi pk.07.00, area silang Monas dinyatakan sebagai daerah yang steril. Artinya sebelum hari Jumat, 20 Juni pk.07.00 tidak satupun warga sipil -termasuk B2Wers- diperkenankan untuk memasuki area tersebut. Karenanya meeting point Monas ditiadakan sebelum pk.07.00. Semua rekan2 dipersilakan untuk menentukan di antara 2 meeting point berikut:
PUTT-PUTT GOLF PARKIR TIMUR SENAYAN atau BUNDARAN HI
dgn jadwal terlampir di bawah.

ROMBONGAN BUNG ANDI MALLARANGENG :

05.00 Berangkat dari kediaman Bung AM di Cilangkap
05.10 TMII
05.45 Carrefour Cawang
05.55 Pancoran
06.05 Perempatan Kuningan
06.15 Perempatan Diponegoro
06.20 Bundaran HI utk bergabung dengan rombongan dari Parkir Timur
06.30 Berangkat bersama menuju silang Monas

Untuk pengawalan Bung AM akan dipimpin oleh Road Captain "Mbah" Wahju WTT. Bagi rekan2 yang ingin bergabung di flying pitstop harap perhatikan benar-benar lokasi dan prakiraan jam tiba karena skedul sangat ketat dan Bung AM selalu mengayuh sepeda dgn kecepatan cukup tinggi secara konstan.

ROMBONGAN NON AM

06.00 Briefing di Putt-Putt Golf Parkir Timur Senayan
06.15 Berangkat dari parkir timur senayan
06.30 Bundaran HI, bergabung dengan Rombongan AM

Bagi rekan2 yang memilih untuk bergabung di Bundaran HI, silakan langsung menuju meeting point dengan mengacu kepada waktu yang telah dtentukan.

Rombongan Putt-Putt akan dipimpin oleh Road Captain Rivo dengan bantuan koordinator rombongan serta beberapa rekan lainnya. Rute akan mengambil jalur cepat Jl. Jend. Sudirman melalui pintu keluar Sudirman Palace dan masuk ke jalur cepat di depan Hotel Sultan. Mengingat kondisi lalu lintas yang biasanya di pagi hari kurang bersahabat, maka diingatkan untuk waspada dan berhati-hati. Iring-iringan hanya SATU BARIS dan tidak diperkenankan untuk saling menyusul.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kepada rekan-rekan B2W wilayah, kami menghimbau agar menggunakan momen ini untuk berinisiatif mengajak pemerintah daerah masing2 melakukan kampanye yang bersifat sama. Tidak harus di saat yang sama, namun dapat menentukan waktu lain yang sesuai setelah event ini. Sekretariat dan seluruh jajaran Pengurus B2W Indonesia siap memberikan dukungan yang diperlukan.

Kepada rekan2 di Jakarta dan sekitarnya, mari sekali lagi kita gebrak kemacetan pagi Jakarta dengan sepeda. Tidak usah memikirkan hal lain yang tidak relevan selain kita sedang melakukan upaya memasyarakatkan penggunaan sepeda untuk beraktivitas yang manfaatnya secara instan dapat langsung dirasakan oleh pelakunya.

Kita beraksi tanpa berucap. Bukan hanya berucap tanpa melakukan tindakan. Planet tua kecil bernama bumi ini sedang sekarat dan tidak butuh wacana. Andalah, B2Wers, yang berkontribusi nyata untuk menyelamatkannya. Lengkapi kontribusi anda dengan menyebarluaskan semangat menggunakan sepeda untuk beraktivitas kepada masyarakat luas.

Untuk kita,
Untuk bumi,
Untuk generasi penerus.

GEBRAK JAKARTA DENGAN SEPEDA!!!

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia

_________
+rp

Let's act beyond green.
Let's Bike to Work.

Blog EntryTim Pendukung "Obor Nusantara" 2008 (Vacancy)May 26, '08 11:07 AM
for everyone
Rekan2 B2Wers,

Team Sepeda Obor Nusantara mengajak rekan rekan B2W yang ingin terlibat sebagai Official atau Mekanik dalam kegiatan tersebut. Saat ini, team masih memerlukan beberapa official dan mekanik untuk melengkapi team yang sudah ada. Kegiatan akan berlangsung antara tanggal 30 Mei hingga 2 September 2008 (3 bulan).

Secara umum, jobdesc Official adalah megkordinasikan kegiatan di lapangan antara local bikers, local staff dan panitia nasional. Sedangkan mekanik bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keamanan dan kesiapan sepeda yang akan digunakan selama kegiatan.

Syarat : Pria, Usia Min. 20 tahun, Pengalaman perjalanan bersepeda ke luar kota.

Apabila di antara rekan-rekan ada yang berminat atau mengetahui di antara yang rekan-rekan kenal dpat menjadi bagian dari tim, sila hubungi Chief Alfa Febrianto by email ke: alfafebrianto@hotmail.com subject : SON Mekanik atau SON Official (sesuai yang diinginkan). Mohon paling lambat diterima tanggal 28 Mei 2008.

Terima kasih dan salam berjuta sepeda dari Sabang sampai Merauke!
____________________
+rp
Humas B2W-Indonesia


===================================================================
Karantina Official dan Mekanik

dear team,
menindaklanjuti pengumuman yang telah dirilis di milis perihal lowongan official dan mekanik, maka perlu di sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
 
Diharapkan keterlibatan yang cukup besar dari teman teman bike to work untuk ikut dalam kegiatan ini, sehingga sense of bike to work nya sudah sangat kentara dibandingkan dengan yang tidak berbike to work sama sekali.
 
Mengenai jadual kegiatan, akan dibentuk sebuah team yang terdiri dari 10 orang, dengan komposisi 5 orang official dan 5 orang mekanik. Yang akan bertugas secara bergantian, dengan schedule rata rata 14 hari bertugas, 7 hari istirahat.
 
Sementara itu, mengenai jenis pekerjaan dan tugas yang harus dilaksanakan kurang lebih sebagai berikut ;
 
Kriteria OFFICIAL, pada prinsipnya adalah Mampu menjalin hubungan dengan local staff, local bikers, korwil. Managerial skill sangat diperlukan, karena akan membuat laporan, mendokumentasikan kegiatan, melakukan kampanye bike to work, dan kegiatan lain yang sifatnya kordinasi dengan panitia nasional maupun dengan pengurus bike to work di jakarta.
 
Kalau kriteria Mekanik : mampu bongkar pasang sepeda dan tiang obor, serta memastikan sepeda dalam keadaan aman dan layak digunakan.

Dengan kondisi tugas yang seperti disebutkan diatas, maka perlu dilakukan kegiatan Karantina di Jakarta, yang akan diadakan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni, dengan asumsi tanggal 2 Juni sudah harus berangkat menuju titik keberangkatan.
 
Dalam kegiatan karantina ini, akan dilakukan briefing secara menyeluruh mengenai jadual kegiatan, dan tugas tugas yang harus dilakukan, termasuk melakukan persiapan persiapan
keberangkatan. Persiapan yang dimaksud adalah persiapan administrasi, dana, tiket, packing perlengkapan sepeda, perlengkapan kampanye, perlengkapan pribadi, kesehatan, dan lain lain.
 
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga informasi singkat ini dapat membantu rekan rekan semua, terima kasih.
 
komando
Alfa Febrianto


EventJakarta Bersepeda 2008May 16, '08 8:03 AM
for everyone
Start:     May 25, '08 06:00a
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA
-----------------------------------------------------------------------
Allz,

Sekedar mengingatkan bahwa dalam rangka memperingati Ulang Tahun Jakarta
yang ke 481, B2W-Indonesia diberikan kepercayaan oleh Pemda DKI untuk
menyelenggarakan Fun Bike dengan tema " BBM Naik, Sepeda Aja" yang merupakan hasil kerjasama dengan Majalah Cycling, Radio Bahana dan Disorda DKI. Event ini merupakan event pembuka dari Jakarta Sports Fetival atau rincian sbb :

Hari.Tanggal : Minggu/25 Mei 2008
Pukul : 06.00 WIB - Selesai
Lokasi : Taman Monumen Nasional
Biaya : Rp. 17.000 / peserta @ Sekretariat
Acara : Fun Bike dengan rute Kota Tua Jakarta, Hiburan dan Door
Prize 481 jenis

Selain di Sekretariat, pendaftaran dapat dilakukan juga di toko sepeda
terdekat, sila lihat di
http://b2w-indonesia.or.id/index.php/Events/Jakarta-Bersepeda-481-Tahun.html#JOSC_TOP

Mari kita sukseskan event ini sebagaimana tahun lalu, kalau bukan kita siapa
lagi !

--
sa,
[rg]

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bukan, bukan! Maksudnya belum tentu 25 Mei ini BBM naik. Ngga tau kapan naiknya, tapi yang pasti 25 Mei nanti dalam rangka menyambut ulang tahun kota Jakarta ke 481 tahun, Komunitas Bike to Work kembali mendapat kehormatan dari Pemda DKI untuk menyelenggarakan "Jakarta Bersepeda" seperti pernah kita selenggarakan tahun lalu.

Sama juga halnya tahun lalu, "Jakarta Bersepeda" yang kali ini bertemakan seperti subyek email ini menjadi event pembuka dari "Jakarta Sports Festival", dan akan mengambil titik start dan finish di Silang Monas. Tersedia 481 doorprize bagi 481 peserta. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat B2W Indonesia, Jl. Wijaya I No. 8, 021-912 66 555.

BBM akan naik. Sudah saatnya kita ajak masyarakat untuk mulai menggunakan sepeda dalam beraktivitas sehari-hari. Fun Bike ini merupakan salah satu media kampanye kita yang terbukti efektif. Anda, B2Wers, sudah membuktikan manfaat ber-B2W. Saatnya anda mengajak lingkungan untuk juga membuktikannya.

Sebagai 'owner' dari event ini, sudah selayaknya kita ikut meramaikan dan menyebarluaskan informasi ini seluas-luasnya. Mohon kepada rekan2 B2Wers untuk dapat mem-forward email ini kepada siapapun untuk mengajakserta mengikuti Fun Bike kita ini.


"While many others just "Goes Green", B2W Indonesia act beyond that"

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia
_________
+rp

Let's act beyond green.
Let's Bike to Work.

EventB2W-Indonesia at OTOBURSA 2008 May 8, '08 8:35 PM
for everyone
Start:     May 10, '08 09:00a
End:     May 11, '08 9:00p
Official Announcement from B2W-Indonesia.
_________________________________________________________________
Rekan-rekan B2Wers,

Pada pk. 09.00-21.00 di hari Sabtu dan Minggu, 10-11 Mei 2008 ini akan ada event besar Otomotif di Parkir Plaza Timur Senayan; OTOBURSA 2008. Pada tahun-tahun lewat, event ini amat-sangat ramai didatangi pengunjung yang memang menggemari otomotif karena acaranya memang sangat bagus bagi mereka.

Pada kesempatan ini Komunitas B2W Indonesia diundang untuk meramaikan event dengan membuka stand serta mempromosikan gerakan Bike to Work. Suatu kesempatan yang sangat baik mengingat komunitas kita akan mempromosikan alternatif moda transportasi sehat diri dan lingkungan di kalangan yang tepat. Namun mengingat sifat dasar acara tersebut, komunitas kita ibarat seekor domba yang mengembik di kandang sekumpulan singa. Bila kita tidak 'mengembik' dengan keras dan sangar, kita justru dapat menjadi korban 'singa-singa' tersebut. Oleh karenanya, mari kita ramai-ramai mengunjungi event ini sekaligus mempromosikan gerakan Bike to Work. Kita sentuh dan gugah pemikiran para otomania mengenai keuntungan ber-B2W.


Setiap saat adalah tepat bagi kita mempromosikan gerakan B2W. Namun momen ini lebih dari sekedar waktu yang tepat. Sesuai dengan tema kita tahun ini, "Act Beyond Green", mari kita suarakan gerakan B2W di kalangan yang menjadi sasaran utama kampanye kita.

Sampai bertemu Sabtu-Minggu ini!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rekan-rekan B2Wers,

Komunitas kita memperoleh kesempatan untuk langsung unjuk gigi berkampanye
di tengah-tengah pengguna dan penggemar kendaraan bermotor: OTOBURSA 2008!!!
Suatu momen yang sangat tepat dan tidak boleh dilewatkan dengan target
kampanye komunitas yang juga teramat mengena. Ibarat domba di kandang
sekumpulan singa, kita akan 'mengembik' dengan keras dan sangar agar membuat
para 'singa' tergugah. Detail mengenai tempat dan waktu dapat dilihat di
website B2W pada link berikut:

http://b2w-indonesia.or.id/index.php/fireboard/26-Events-Campaigns/4298-OTOBURSA-2008-Kampanye-Domba-di-Kandang-Singa.html#4298

Ayo bersama-sama kita kunjungi event ini dan tunjukkan kepada dunia otomotif
bahwa sudah saatnya mereka kombinasikan pola transportasi mereka dengan B2W
yang nyata-nyata sehat diri dan lingkungan. Kita gugah pola pikir mereka
agar mau membuat diri dan lingkungan mereka lebih sehat dan berkualitas.
Bawa sepeda anda dan tunjukkan bila anda adalah seorang B2Wer yang ingin
agar orang lain tergugah untuk menerapkan perilaku yang tepat!

Jangan lewatkan momen ini demi tercapainya berjuta sepeda di jalan raya!
Jangan lewatkan momen ini demi tercapainya jalur khusus sepeda!
____________________
+rp

Blog EntryKampanye B2W bersama Direksi Bank MandiriApr 20, '08 10:43 AM
for everyone
Tidak seperti biasanya, pagi-pagi buta selepas shalat subuh dengan ditemani oleh sepeda "koneng" kesayangan, saya sudah mengayuh sepeda menuju ketempat pertemuan pertama pagi itu diperempatan traffic light Pondok Indah, seberang mantan apartemen Papilon.

Tepat jam 0510, belum ada seorangpun yang tampak batang hidungnya sesuai dengan kesepakatan sehari sebelumnya; untuk selanjutnya menuju Gedung Mandiri Club di jalan Mataram, Senopati, Kebayoran Baru -- http://ozy1.multiply.com/calendar/item/10030/Kampanye_Akbar_Pagi.


Selang beberapa menit kemudian barulah muncul seoarang pengayuh dari Cinere (maap lupa namanya) dan disusul dengan kedatangan om Benny Mamoedi. Mengingat tugas yang harus dilakukan pagi itu, akhirnya saya ditemani oleh om Benny berangkat terlebih dahulu ke lokasi acara. Dengan kayuhan santai sembari menghirup udara segar pagi, sampailah kami berdua ditempat tujuan.

Singkat cerita, para peserta yang notabene adalah karyawan Bank Mandiri mulai berdatangan diikuti oleh para direksi termasuk Dirut Bank Mandiri - Bp. Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama - Bp. Wayan Agus Mertayasa.

Acarapun diawali dengan sambutan dari Ketum B2W-Indonesia - Om Toto Sugito, diikuti sambutan dari Dirut Bank Mandiri. Usai sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan dari B2W-Indonesia atas upaya Bank Mandiri yang berperan aktif dalam menciptakan udara bersih melalui gerakan bersepeda ketempat kerja.

Tidak hanya itu, B2W-Indonesia pun menyerahkan 2 buah sepeda edisi B2W kepada Bp. Agus Martowardojo dan Bp. Wayan Agus Mertayasa; sebagai harapan Bank Mandiri sekiranya senantiasa mendukung aksi nyata untuk mewujudkan bersepeda ketempat kerja.

Seusainya acara sambutan dan penyerahan sepeda, berangkatlah rombongan sepeda Bank Mandiri beserta jajaran Direksinya menuju kantor pusat mereka di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto.  Setibanya di kantor pusat Bank Mandiri, rombongan langsung memarkirkan sepeda ditempat yang telah disediakan sebelum akhirnya menuju arena terbuka di selatan gedung untuk beramah tamah sekaligus sarapan pagi.

"Biru Langitku Jayalah Mandiriku" semoga bukan hanya kiasan belaka, namun justru menjadi awal dari kiprah-kiprah nyata Bank Mandiri selanjutnya dalam rangka mengurangi efek Global Warming serta solusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi.

B2W-Indonesia selalu siap mendukung setiap korporasi yang dengan serius mendukung program B2W.



Note: Foto-foto diambil dari Blog-nya om Rivo dan om Butegsid.


Foto-foto lainnya dapat dilihat di:
- http://sirivo.multiply.com/photos/album/58
- http://butegsid.multiply.com/photos/album/49
- http://ozzan.multiply.com/photos/album/34
- http://rosessbike.multiply.com/photos/album/11
- http://swargaloka.multiply.com/photos/album/83
- http://rifailyasa.multiply.com/photos/album/247
- http://oqdepeku.multiply.com/photos/album/49

EventKampanye Akbar PagiApr 15, '08 8:14 AM
for everyone
Start:     Apr 18, '08 06:30a
End:     Apr 18, '08 09:00a
Location:     Gedung Mandiri Club, Jl. Mataram No.3, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta
Kampanye B2W kali ini beda dengan kampanye-kampanye yang dilakukan
sebelumnya, meskipun beberapakali pernah dilakukan juga oleh komunitas kita.
Kali ini kampanye dilakukan pagi hari saat berangkat kerja. Bukankah
kemacetan terparah selalu terjadi saat berangkat dan pulang kerja? Seperti
pernah dilakukan kampanye bersepeda bersama beberapa pejabat tinggi negara
dan CEO beberapa perusahaan, kali ini kampanye akan dilakukan bersama
jajaran Direksi Bank Mandiri dengan tema "Biru Langitku" di hari Jumat, 18
April nanti. Untuk detail rencana acara, bisa dilihat di website B2W
Indonesia pada link berikut:

http://b2w-indonesia.or.id/component/option,com_fireboard/Itemid,88888890/func,view/id,3231/catid,26/

Kampanye yang juga akan diliput oleh berbagai media ini memiliki makna
penting bagi komunitas kita karena gaung gerakan komunitas akan terus
menggema sehingga kembali dapat dilihat dan didengar oleh masyarakat luas.
Semoga saja apa yang kita selalu suarakan, lakukan dan tunjukkan ini dapat
memberikan inspirasi bagi mereka yang mendengar dan menyaksikan aksi gerakan
kita ini. Sehingga dengan demikian kualitas manusia Indonesia semakin
meningkat seiring dengan semakin membaiknya kualitas udara di perkotaan.

Bank Mandiri bersama B2W Indonesia juga menyediakan kaos untuk digunakan
bersama dalam kampanye bersepeda ini. Namun karena jumlahnya terbatas, maka
bagi 100 B2Wers pertama yang datang yang akan mendapat kaos tersebut.

Yuk ah kita kampanye pagi-pagi. Sila koordinasikan dengan masing-masing
koordinator rombongan untuk berangkat bersama menuju lokasi.

Humas & Komunikasi
Komunitas B2W Indonesia
______________________
+rp




Rekan-rekan B2Wers,

Disampaikan undangan dari jajaran direksi Bank Mandiri untuk ber-bike to work bersama pada:

Hari & Tanggal: Jumat, 18 April 2008
Waktu : Pk. 06.30 - selesai
Meeting Point : Gedung Mandiri Club, Jl. Mataram No.3, Senopati, Keb. Baru
Finish : Plaza Mandiri, Jl. Jend. Gatot Subroto
Rundown Acara :

06.15 Berkumpul di Gedung Mandiri Club
06.30 Sambutan Ketum B2W Indonesia & penyematan pin B2W kepada Direktur Utama Bank Mandiri
06.45 Sambutan Direktur Utama Bank Mandiri
07.00 B2W ke Plaza Mandiri
07.20 Ramah tamah

Mari bersama luangkan waktu untuk berangkat lebih pagi pada Jumat tersebut dan kembali menggebrak kemacetan pagi Jakarta.

Mari bersama kita tawarkan solusi bagi kemacetan dan penyia-nyiaan waktu dalam bertransportasi di Jakarta.

Salam berjuta sepeda.

Humas & Komunikasi
Komunitas B2W Indonesia,
___________________________
+rp

Let's Bike to Work for cleaner & better air

Blog EntryKartun B2W oleh Benny & Mice, KompasMar 17, '08 9:16 AM
for everyone
Diharian Kompas Minggu, 16 Maret 2008 pada halaman 13; Benny & Mice dengan  gayanya yang kocak mengangkat topik Bike to Work sebagai salah satu kondisi sosial yang sedang nge-trend di masyarakat.

[Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan gambar]

















Gambar: Courtesy of Kompas.


LinkJakarta, a deadly city | The Jakarta PostMar 13, '08 8:12 AM
for everyone
Link: http://www.thejakartapost.com/news/2008/03/12/jakarta-a-deadly-city.ht...

Desi Anwar , Jakarta | Thu, 03/13/2008 1:34 AM | Opinion

That the central government quickly shifted the blame to local administrations will not repair the damage that has been done. The government's quick retreat to that old favorite, the blame game, is further cause for concern about the prospects of eventually winning the fight against poverty, because the government is apparently part of the problem instead of the solution.

He sticks his head out the window. The smell of gas grows stronger. By the time he realizes that the bus has sprung a gas leak, it is too late. A nearby car driver stuck in the traffic throws a lit cigarette butt in the bus' direction.

What follows is a loud bang as the bus bursts into flames. And then muted screams as more than two dozen bus passengers trapped in the bus fight in vain to exit. But the doors are closed. In seconds the bus explodes, sending fire balls in all directions.

There is an inferno as nearby cars separated only by inches in the bumper-to-bumper traffic explode in a chain reaction like a string of Chinese firecrackers at a Betawi wedding. Within minutes the entire main road is a scene from hell or the film Towering Inferno. The death toll far exceeds the deaths caused by car accidents in China in the last decade. The cause: a leak in the gas tank that was carelessly overlooked.

The second scenario is somewhat similar, though it is more like the film Speed or some other action flick where cars are being chased the wrong way down a one-way street. Picture the same hapless TransJakarta bus speeding down its normal "busway" lane, but this time going against the traffic.

All drivers have been instructed that very morning by the public transportation authorities they are to drive the wrong way in a "contra flow", or in layman's term, like a mad or drunk person.

The reason supposedly is to discourage private motorists from soiling the sanctity of the "busway" with their unwelcome presence and holding up the traffic on the bus routes.

Unfortunately other road users are not made aware of this experiment in creative driving and this fact, combined with the driver's confusion as to what he should do at intersections, plus the traffic officer's confusion as to which side of the road he needs to channel traffic, soon results in a pile-up that is as noisy as it is bloody.

Collisions follow crashes as head-on traffic smashes into our oncoming bus. Underneath the pile-up is our poor traffic officer who dies not knowing what hit him. It would be risible if Keanu Reeves and Sandra Bullock were there.

PLEASE ADD TO THE ABOVE SCENARIO OUR TROOP OF "BIKE TO WORK" CYCLISTS WHO, WITHOUT A PROPER BIKE LANE IN THE CITY, GET PULVERIZED IN THE MAYHEM. DESPITE HAVING THE NERVES OF A SUICIDE BOMBER OR KAMIKAZE PILOT, THESE BIKERS BECOME THE SOGGY LETTUCE IN A TIN CAN SANDWICH, MOWED DOWN BY CONTRA-FLOW BUSSES AND CARS TRYING TO ENTER THE "BUSWAY" AND CLIPPED BY MOTORBIKES TRYING TO RUN PEDESTRIANS OFF THE PAVEMENT.

FAR FROM BEING A HEALTHY SPORT, BIKE-TO-WORK IS A HIGHLY DANGEROUS ONE IN THIS CITY. IF OTHER CARS DON'T KILL YOU, SOONER OR LATER EMPHYSEMA CAUSED BY JAKARTA'S AWFUL POLLUTION WILL. HOWEVER, EITHER WAY, IT MIGHT BE COMFORTING TO KNOW YOU ARE DOING GOOD FOR THE ENVIRONMENT.

Other horrible ways to die on the streets of Jakarta include being drowned by flash floods while on the way to the airport trying to escape the city -- because it has been raining non-stop in Bogor, which in turn has caused the trash-choked rivers to burst their banks and send three-meter-high floodwater in a biblical deluge promptly sending everyone to a watery grave.

Those who survive the flood will eventually succumb to a pernicious form of leptospirosis, caused by the especially deadly urine of mutant city rats feeding on toxic non-organic waste, and die an even more gruesome death or become ugly zombies like the film I Am Legend.

And if you manage to survive all that, sooner or later the big black hole will suck you down. You know, the ones that appear in the middle of the main roads overnight that Governor Fauzi Bowo says are caused by freak weather patterns.

The governor believes there is nothing he can do besides allow the holes to get bigger and bigger until we all fall in, like Alice In Wonderland down the rabbit hole.

The writer is a journalist and TV host based in Jakarta. She can be contacted at http://quotidian.desianwar.net.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2008/03/02/thousands-jakartans-biki...

The Jakarta Post , Jakarta | Sun, 03/02/2008 9:53 PM | Jakarta

When Dany Fernando decided to start cycling to work a year ago, he was hoping to lose some weight and help reduce pollution in the city.

"There has not been any significant change with my weight," he laughed, "but I am a lot healthier." Dany, 27, lives in Meruya, West Jakarta, and works in Mampang, South Jakarta. He covers approximately 15 kilometers to work three times a week.

He had been interested in biking to work and looked for information on the Internet. He found a biking commuters' group, Bike To Work (B2W)-Indonesia. He joined and started biking to work.

B2W-Indonesia is a group dedicated to the pedal-driven vehicle to commute; an answer to traffic congestion and air pollution in a city that consumes at least 6 million kiloliters of fuel
annually.

Started in 2004 by cyclists in the capital, the group's membership has rapidly grown in recent years.

Ozy Sjarindra, chief executive of B2W-Indonesia, said the community started with less than 100 members. "We now have more than 4,600 members listed on our website. If unlisted members or unaffiliated bike-to-workers are counted, I believe there are more than 10,000 bike-to-workers in Jakarta," said Ozy, a middle-aged man who rides to work two or three times
a week.

Biking commuters ride up to 35 kilometers each day to their work place from areas such as Bekasi and Tangerang in the city's outskirts.

These cyclists wear sports clothes and carry their work outfits in backpacks. Most take a bath or shower at work, although others simply wipe off and change clothes.

Many of the B2W commuting cyclists form groups based on their residential area or work area and ride together on certain days of the week.

A group called Rombongan Bekasi, for example, rides together on Mondays, Wednesdays and Fridays, while Rombongan Selatan, in the south, get together on Wednesdays and Fridays.

There are more than seven large groups in B2W, who all agree that on Fridays they'll ride together forming a long line of bicycles, like snakes slithering through the city.(dre/**)

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2008/03/03/avoiding-traffic-biking-...

The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 03/03/2008 11:31 AM | City

ONE GOAL: Jakarta bikers from B2W and Komunitas Ontel Batavia join a clean- air campaign on the main streets in 2006. (JP/P.J. Leo)ONE GOAL: Jakarta bikers from B2W and Komunitas Ontel Batavia join a clean- air campaign on the main streets in 2006. (JP/P.J. Leo)

When Dany Fernando decided to start cycling to work a year ago, he was hoping to lose some weight and help reduce pollution in the city.

"There has not been any significant change with my weight," he laughed, "but I am a lot healthier."

Dany, 27, lives in Meruya, West Jakarta, and works in Mampang, South Jakarta. He covers approximately 15 kilometers to work three times a week.

He had been interested in biking to work and looked for information on the Internet. He found a biking commuters' group, Bike To Work (B2W)-Indonesia.

He joined and started biking to work.

B2W-Indonesia is a group dedicated to the pedal-driven vehicle to commute; an answer to traffic congestion and air pollution in a city that consumes at least 6 million kiloliters of fuel annually.

Started in 2004 by cyclists in the capital, the group's membership has rapidly grown in recent years.

Ozy Sjarindra, chief executive of B2W-Indonesia, said the community started with less than 100 members.

"We now have more than 4,600 members listed on our website. If unlisted members or unaffiliated bike-to-workers are counted, I believe there are more than 10,000 bike-to-workers in Jakarta," said Ozy, a middle-aged man who rides to work two or three times a week.

Ozy cited that the city's "crazy" traffic congestion, soaring fuel prices, and public awareness of the environment and good health as reasons more commuters have picked up biking.

Nirwana Noviani, 32, who works for an engineering consultancy, has been pedaling to work every day since 2005 to avoid traffic jams. She started to bike after a B2W campaign in August 2004.

"I already had the idea to ride a bicycle to work, but I thought only chauffeurs, security guards or office boys rode to work," said the woman, who plies 14 kilometers from Pondok Pinang to Tebet, South Jakarta, by bike every day.

Biking commuters ride up to 35 kilometers each day to their work place from areas such as Bekasi and Tangerang in the city's outskirts.

These cyclists wear sports clothes and carry their work outfits in backpacks. Most take a bath or shower at work, although others simply wipe off and change clothes.

Nirwana said in the beginning there were not many offices that provided bathrooms, but more and more offices are providing the service.

"Even when there are no bathrooms or safe parking spaces, we can always find them at residents' houses around the office. A lot of my friends pay Rp 50,000 (US$5.50) per month for those facilities," said the woman who rode bicycles during her school years.

Tri Haryanto, 32, now rides to work in a group and covers 16 kilometers from his home in Ciputat, Tangerang, to his office in Pondok Indah and back. He said it used to take him an hour or more to go to work by car.

"By bicycle it only takes me half an hour, sometimes less. My friends and I just smile when we pass drivers with unhappy faces stuck in a traffic jam," said Tri who works in human resources.

Many of the B2W commuting cyclists form groups based on their residential area or work area and ride together on certain days of the week.

A group called Rombongan Bekasi, for example, rides together on Mondays, Wednesdays and Fridays, while Rombongan Selatan, in the south, get together on Wednesdays and Fridays.

There are more than seven large groups in B2W, who all agree that on Fridays they'll ride together forming a long line of bicycles, like snakes slithering through the city.

"We do this to show off to other road users, who fill the streets on Fridays, that cyclists ride by the rules and are not polluting the city," said Nirwana.

A cyclist unaffiliated with B2W-Indonesia, Max, rides because he loves bicycles and because it is healthy.

"I haven't been sick since I started biking four years ago," said the 34-year-old journalist, who rides his bike at least twice a week. (dre)

[FOTO] LITTLE ROLLER: Abi, 4, and his father prepare to join a night parade celebrating the 2nd anniversary of Indonesia's Bike To Work (B2W) community, Sept. 7, 2007, at City Hall. (JP/J. Adiguna)


Bike to Work preparation tips

- Map out your route. Check for the safest route, resting places, tire repair kiosks, parking places, showers/bathrooms and places to go in an emergency. - Check whether you have other bikers on the same route. It is better to ride with company. - Check the bike's tire pressure, chain, brakes, gears and nuts and bolts. - Bring a tool kit with these basic items: tire pump, spare inner tube, wrenches, locks, first aid kit, drinking water and rain coat. - Use safety gear: helmet, front and rear lights, pollution mask, gloves, safety goggles. - Wear appropriate clothing like sports shoes, etc. Avoid loose-fitting clothes. - Prepare a change of clothes and shower kit in a compact backpack. - Make sure you are in good mental and physical condition before leaving. Have breakfast and enough sleep. - Avoid crowded roads, take smaller roads instead. Do not overtake in busy traffic. - Obey the road rules. - Pray before and after the trip.

Source: www.b2w-indonesia.or.id

Photo AlbumB2W Campaign - 22 Feb 2008 (31 photos)Feb 22, '08 7:04 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Seperti yang telah disampaikan oleh Humas B2W-Indonesia, maka telah terlaksana kampanye gerakan penggunaan sepeda untuk aktivitas sehari-hari pada hari Jumat, 22 Pebruari 2008; yang bertempat di Bunderan HI, Jakarta.-

Meskipun tidak sempat dilakukan absensi, diperkirakan tidak kurang dari 100 orang penggowes yang hadir. Cuaca yang gerimis tidak menghalangi niat rekan-rekan yang hadir untuk membagikan flyer kepada pengendara kendaraan bermotor yang melintas.

Buat saya pribadi, suasana saat Jumat kemarin cukup mengharukan bila mengenang kembali masa kampanye ditahun 2005an. Kala itu om Tekad dan juga om Alfa dengan gigih bersama rekan2 yang lain terus memompa semangat satu sama lain untuk rutin melakukan kampanye hari jumat.

Ayo kita terus galakan kampanye B2W secara rutin dan sistematis, sehingga semakin cepat pula visi dan misi kita bisa tercapai.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang tetap dan terus giat mendukung gerakan bersepeda ketempat kerja ini.


EventBike to Work Road Campaign, Feb 2008Feb 20, '08 8:43 AM
for everyone
Start:     Feb 22, '08 6:00p
Location:     Bunderan HI, Jakarta
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W:
"http://sirivo.multiply.com/calendar/item/10005/Bike_to_Work_Road_Campaign"


Rekan-rekan pengguna sepeda,

Diserukan ajakan untuk mengkampanyekan gerakan penggunaan sepeda untuk aktivitas sehari-hari seperti biasanya kita lakukan di waktu lalu. Untuk itu rencananya kampanye ini akan diadakan pada:

Hari & Tanggal : Jumat, 22 Februari 2008
Waktu : pk. 18.00 - selesai
Tempat : Bundaran HI - Pelataran Grand Hyatt
Acara : - Pembagian flyers
- Kampanye bersepeda dengan rute Bund. HI - Thamrin - Bund. BI (Monas) - Thamrin - Sudirman - Putt2 Golf - Senayan.
- Wisata kuliner yang tempatnya akan ditentukan kemudian

Kampanye gerakan "jang patoet dipoedjiken" ini Insya Allah akan diikuti juga oleh para sesepuh pionir dan pemrakarsa gerakan Bike to Work.

Mari kembali secara bersama-sama kita gugah kesadaran para pengguna kendaraan bermotor bahwa tersedia alternatif moda transportasi lain yang bebas BBM, bebas macet, dan menyenangkan sekaligus menyehatkan. Pada saat yang sama, kembali kita dapat mempererat tali silaturahmi di antara sesama B2Wers.

EventPeresmian Sekretariat B2W-IndonesiaFeb 12, '08 3:39 AM
for everyone
Start:     Feb 15, '08 6:30p
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA:

Rekan-rekan yth.,

Dengan segala kerendahan hati, atas nama pengurus Bike to Work Indonesia kami mengundang rekan-rekan untuk berkenan hadir berbagi kebahagiaan bersama para B2Wers dan pengemar sepeda pada Peresmian Sekretariat Komunitas B2W-Indonesia yang akan diadakan pada:

Hari & Tanggal : Jumat, 15 Februari 2008
Waktu : Pk. 18.30 s/d selesai
Lokasi : Jl. Wijaya I No. 8, Jakarta Selatan
Acara : Peresmian Sekretariat Komunitas B2W Indonesia

Insya Allah peresmian akan dihadiri oleh Pelindung dan para anggota kehormatan Komunitas B2W-Indonesia beserta para tamu kehormatan lainnya. Selain itu juga akan tersedia berbagai merchandise kelengkapan bersepeda.

Bersama dengan undangan ini, kami juga mohon doa restu rekan-rekan khususnya bagi sekretariat baru dan umumnya bagi setiap aktivitas dan usaha Komunitas B2W Indonesia dalam mewujudkan visi dan misinya. Semoga Tuhan YME senantiasa memberkahi setiap usaha baik kita semua dalam mewujudkan udara yang bersih dan nyaman, alam yang lestari, serta masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas. Amin.

Mari rame-rame ketemuan di 'rumah' baru kita bersama dan saling bersilaturahmi.
Mari kita rame-rame pakai sepeda untuk beraktivitas.

+rp
Humas Komunitas B2W-Indonesia

ddd
dThumbnaild
ddd
Bersepeda offroad terakhir di tahun 2007 ini, dilaksanakan tepat dipenghujung tahun 2007 ini berbarengan dengan pengambilan gambar untuk acara Jejak Petualang Trans7.

Mendengar ada kabar bahwa team JP Trans7 akan shooting pada hari yang sama, maka berdasarkan quick count, tidak kurang dari 65 orang yang start di kloter pertama.

Perjalanan kali ini menempuh rute lengkap melintasi trek RA-Gunung Mas, dilanjutkan ke Ngeh-1 dan Ngeh-2. Hampir semua peserta berhasil dengan selamat melalui trek yang ada, meskipun ada juga yang terperosok ke lubang bak kontrol, sapa hayoooo, ngakuuu.... :-)

Setibanya di Ngeh-1 untuk sekedar mengganjal perut, perjalanan dilanjutkan menuju ke Ngeh-2 dan sebagian lagi mengambil jalur langsung ke Gadok.

Terima kasih kepada semua rekan-rekan yang telah bergabung diacara ini dan juga kerjasamanya selama perjalanan "wisata" ini.

Sekaligus juga mengucapkan selamat memasuki tahun 2008 dengan semangat kerja dan hidup yang lebih baik, semoga kita dapat mencapai sukses yang lebih baik pula.


ddd
dThumbnaild
ddd
Kumpulan Liputan Media pada kegiatan BFEGTB 2007

ReviewReviewReviewReviewReviewPresiden RI - BUAT JALUR SEPEDANov 11, '07 7:35 PM
for everyone
Category:Other
Hari Minggu pagi, 11 Nop 2007, bertempat di Lapangan Monas, Jakarta; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu berkenan melepas rombongan "Bike for Earth Goes to Bali" yang beranggotakan 15 orang team inti dan 35 orang team pendamping.

BFEGTB yang berlangsung dari tanggal 11 Nop hingga 01 Des 2007, dilepas oleh Presiden dengan menyerahkan bendera merah putih kepada Ketua Umum B2W-Indonesia untuk dibawa oleh Ketua Rombongan, Alfa Febrianto hingga ke Bali nanti.

Total jarak dari perjalanan ini adalah 1447 KM dengan bermalam di 16 kota dan melewati 44 kota.

Semoga perjuangan tanpa mengenal lelah dari kita semua akan segera mewujudkan negeri dan bumi tercinta ini menjadi lebih sehat dan segar. Tentunya, impian untuk terwujudnya jalur sepeda yang aman dan nyaman juga bisa cepat terealisasi di seluruh kota-kota di Indonesia.

Target bersepeda bukan ditujukan untuk sekelompok orang saja, tapi untuk segenap lapisan masyarakat yang peduli kesehatan lingkungan dan diri sendiri; tidak peduli mereka pengendara motor, pengguna mobil, ataupun pengguna angkutan umum.

Mari terus kita perjuangkan terciptanya lingkungan sehat dengan bersepeda demi anak-cucu yang sehat dan cerdas.

Courtesy: Kompas, Senin 12 Nop 2007


ReviewReviewReviewReviewBike for Earth Goes to Bali 2007Nov 5, '07 6:23 AM
for everyone
Category:Other
Bike for Earth Goes to Bali yang insya Allah akan dilepas oleh Presiden RI pada hari Minggu pagi, 11 Nop 2007 seyogyanya menjadi MOMENTUM PENTING bagi kita semua yang PEDULI atas kondisi bumi yang semakin "sakit". Termasuk semakin bertambahnya penghuni bumi yang jatuh "sakit". Sadarkah kita frekuensi sakit anak-anak sekarang lebih sering dibanding masa kecil kita (sekedar renungan buat para orang tua).

Dengan rasa hormat yang mendalam saya mengajak dan menghimbau semua rekan2 pencinta sepeda sekaligus bumi sehat untuk turut serta menSUKSESkan acara yang tidak saja diliput oleh media lokal, namun juga oleh banyak media asing. Mari kita tunjukan ke masyarakat dunia, bahwa kita bisa menjadi pelopor dalam PROGRAM NYATA SEHATKAN BUMI.

Mencegah sakit lebih baik daripada mengobati,
mencegah polusi lebih baik dari menamam pohon sehat dunia.

Kalau bukan kita lalu siapa, kalau tidak dari sekarang lalu kapan...

--
Salam - Ozy



BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA:

---------- Forwarded message ----------
From: Rivo Pamudji
Date: Nov 5, 2007 11:51 AM
Subject: [b2w-indonesia] BFEGTB Countdown: Day-7
To: B2W Community

H minus 7. Persiapan acara semakin intens. Koordinasi dengan pihak2 terkait terus dilakukan; Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah, Koordinator Chapter, Koordinator Rombongan, Paspampres, dll. Chief Alfa pagi ini merapat kembali ke Jakarta setelah weekend kemarin tour ke daerah untuk pematangan koordinasi. Para koordinator chapter berjibaku mempersiapkan penyambutan di wilayahnya masing-masing. Para pemerintah daerah, yaitu para Gubernur, Bupati dan Walikota wilayah-wilayah dimana Tim BFEGTB akan lewat telah menerima disposisi dari kantor Mendagri untuk mendukung dan memfasilitasi perhelatan ini. Pesan Presiden RI mengenai BFEGTB kepada Komunitas B2W-Indonesia saat ditemui tempo hari hanya satu: ACARA INI HARUS SUKSES!

Kitalah, anggota komunitas B2W-Indonesia yang harus menginterpretasikan dari pesan presiden tsb dengan baik. Mengapa? Karena kampanye BFEGTB ini tidak hanya membawa misi pencegahan global warming secara umum dan luas, namun lebih inti lagi membawa misi komunitas tercinta ini: bersepeda untuk transportasi dalam beraktivitas.

Gaung B2W-Indonesia sudah menasional sejak 2 tahun terakhir ini. Mari kita terus menerus menjaga gemanya demi diri kita sendiri serta demi kelestarian alam negeri. Tiada kata "puncak prestasi" bagi perjuangan komunitas. Setiap perhelatan akbar di mana komunitas tercinta ini terlibat merupakan milestone menuju terwujudnya masyarakat Indonesia sehat, produktif dan makmur, yang hidup di alam dan udara yang lestari.

H minus 7. Selalu ada potensi "Murphy's Law", suatu kondisi tak terkontrol yang dapat membuat segala rencana dan persiapan yang sudah matang menjadi kacau. Merupakan kewajiban kita semua untuk meminimalkan sang "Mr. Murphy". Mari kita dukung perhelatan akbar dari kita untuk negeri ini sesuai kemampuan kita masing-masing. Caranya? Koordinasikan dengan masing-masing koordinator chapter atau wilayah.

H minus 7. Acara ini harus sukses sesuai pesan presiden. Bisakah B2W-Indonesia menerima amanah tersebut? Tidak ada jawaban lain bagi kita: ACARA INI HARUS SUKSES!

+rp
Let's make a cleaner & better air. Lets Bike to Work.
www.b2w-indonesia.or.id

EventBicycle for Earth Goes to Bali (BFEGTB) 2007Oct 31, '07 7:33 AM
for everyone
Start:     Nov 11, '07 07:00a
Location:     Bundaran HI, Jakarta
BERITA RESMI DARI HUMAS B2W-INDONESIA:
====================================

Rekan-rekan B2Wers & MTBers,

Sesuai dengan telah direncanakan, Insya Allah akan dilakukan pelepasan Tim Bicycle for Earth Goes to Bali (BFEGTB) pada hari Minggu, 11 November 2007 di Jakarta. Bila tiada aral melintang, sesuai perkenan dan kesediaan beliau, pelepasan ini akan dilakukan oleh Presiden RI Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran Menteri kabinet dan Gubernur DKI Jakarta. Para pejabat negara tersebut direncanakan akan turut bersepeda bersama dalam melepas Tim BFEGTB ini. Adapun BFEGTB sendiri merupakan agenda pandahulu sekaligus pembuka bagi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali, 3-14 Desember 2007 mendatang, yang akan dihadiri oleh perwakilan lebih dari 180 negara serta sekitar 2500 media internasional.

Bersama ini Komunitas B2W-Indonesia mengundang seluruh rekan-rekan untuk hadir bersama melepas tim kebanggaan yang akan melakukan kampanye penggunaan sepeda demi bumi tercinta sepanjang pulau Jawa hingga Bali ini. Rencananya, pelepasan akan dilakukan di Bundaran HI dan diharapkan kita dapat berkumpul bersama di lokasi pada pk. 07.00 di Minggu pagi tersebut. Turut mengundang pula bagi rekan-rekan yang berminat, untuk mengantar tim hingga ke perbatasan DKI Jakarta bersama Bp. Andi Malarangeng. Apabila ada perubahan mengenai waktu dan/atau lokasi pelepasan tim, kami akan informasikan selanjutnya.

Mohon perkenan untuk mem-forward undangan ini kepada siapapun penggemar sepeda atau mereka yang berminat untuk turut hadir sambil menggunakan sepedanya. Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi tanah yang kita pijak, udara yang kita hirup, serta generasi yang akan datang.

Mari kita penuhi Bundaran HI pagi itu dengan sepeda.
Mari ambil bagian dari sejarah memperjuangkan kelestarian alam raya.
Mari bersepeda demi bumi dan anak cucu kita tercinta.

+rp
Humas Komunitas B2W-Indonesia
www.b2w-indonesia.or.id

EventKampanye Milenium Indonesia - 2007Oct 10, '07 3:01 AM
for everyone
Start:     Oct 17, '07 06:30a
Location:     Silang Monas, pintu masuk Bunderan BI, seberang gd. Indosat
NEWS FROM HUMAS B2W-INDONESIA:

Rekan-rekan B2Wers yang sehat dan perduli,

Pada hari Rabu, 17 Oktober 2007, Komunitas B2W-Indonesia bersama dengan puluhan komunitas non-profit lain di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia akan bergabung bersama melakukan gerakan Kampanye Milenium Indonesia, sebuah kampanye akbar berskala nasional yang bertujuan melawan pemiskinan dan mendukung tujuan pembangunan milenium. Di Jakarta, bersama dengan puluhan komunitas dan perkumpulan non-profit lain seperti, perkumpulan anak jalanan, pencinta alam, penyandang cacat, padepokan seni, senam dan yoga, artis2 dan selebriti, Komunitas B2W-Indonesia diundang untuk berpawai bersama mendukung gerakan perduli ini.

Kampanye akbar yang akan berlangsung penuh selama 24 jam di seluruh dunia dan akan tercatat di Guiness Book of Record ini diprakarsai oleh UNDP dalam usaha mengingatkan seluruh pemerintah negara-2 di dunia bahwa secara bersama telah disepakati Tujuan Pembangunan Milenium 2015. Kesepakatan tersebut berisi 8 butir yang intinya adalah pemberantasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Adapun salah satu dari butir tersebut adalah "Menjamin kelestarian lingkungan hidup", di mana visi dan misi komunitas tercinta kita ini memiliki relevansi yang sangat erat.

Untuk itu, kami mengundang rekan-rekan yang kebetulan tidak mudik lebaran untuk dapat bergabung bersama pada:

Waktu : Rabu, 17 Oktober 2007, pk. 06.30
Tempat : Silang Monas, pintu masuk Bund BI, seberang gd. Indosat
Dress code : Kaos PUTIH

Tepat pk. 07.00, Komunitas B2W-Indonesia akan bersepeda berbaris mengelilingi Monumen Nasional (Monas) membentuk formasi "Gelang Putih", simbol dari gerakan akbar ini. Diharapkan paling tidak terdapat 200 rekan B2Wers yang dapat bergabung agari Monas dapat kita lingkari sambil bersepeda. Aktivitas ini akan diliput juga dari udara dan oleh puluhan media. Setelah itu akan ada acara-2 seperti senam dan yoga bersama, dll, di samping panggung musik dan acara-2 kesenian lainnya. Di sore hari, B2Wers mendapat tantangan untuk berlaga di arena futsal taman Menteng. Untuk hal ini masih ditunggu konfirmasi dari panitia. Untuk melihat lebih jelas dan dekat mengenai gerakan ini, sila klik: www.stoppemiskinan2015.org dan www.gelangputih.org.

Kita sendiri rencananya pagi itu akan melanjutkan dengan wisata kuliner sambil bersilaturahmi dalam rangka hari raya Idul Fitri. Tempat akan ditentukan kemudian.

Mari kita ramaikan event akbar ini sambil kita tunjukkan bahwa komunitas kita adalah komunitas yang perduli tidak saja terhadap diri sendiri dan lingkungan, namun juga terhadap sesama manusia.

Proud to be part of this community.
Proud to be one of you.

+rp
Let's make a cleaner & better air. Lets Bike to Work.
www.b2w-indonesia.or.id

Link: http://aswi.multiply.com/journal/item/22/Selayang_Pandang_Bike_to_Work...

Disalin sesuai aslinya dari, http://aswi.multiply.com

Jika Anda tinggal di Jakarta, cobalah sekali-kali memantau Jl. Sudirman di pagi atau sore hari. Lihatlah baik-baik keadaan lalu-lintas di jalan itu. Abaikan kendaraan bermotor yang beroda dua, empat, atau lebih yang lewat. Abaikan pula kendaraan non motor di mana empunya kendaraan juga masih tetap berjalan kaki. Tapi perhatikan kendaraan non motor yang melaju (boleh dikatakan) cepat di antara kendaraan bermotor, beroda dua, dan pengendaranya berpakaian layaknya sedang berolahraga. Memakai helm, sepatu, sarung tangan, kacamata, pakaian ringkes, dan ransel.

Ya, kendaraan itu adalah sepeda. Dan pengendaranya sebenarnya bukan sedang berolahraga (kendati mereka semua sepakat kalau apa yang mereka lakukan adalah berolahraga), melainkan sedang berangkat kerja atau istilah kerennya adalah Bike to Work (B2W). Apa?! Mereka berangkat kerja dengan bersepeda? Apakah mereka orang tidak punya? Tidak juga, karena sebagian dari mereka adalah para pengusaha muda. Jadi, mereka pun sebenarnya punya motor dan bahkan mobil di rumahnya. Tapi kenapa bersepeda?


Sepeda dan Manfaatnya
World Health Organization (WHO), salah satu organisasi PBB yang bergerak di bidang kesehatan menyebutkan, bersepeda merupakan aktivitas fisik yang murah dan cocok untuk menjaga kesehatan yang bisa dilakukan untuk tujuan kerja, sekolah, dan lainnya. Bahkan studi di Denmark pada tahun 2000 pun mengungkapkan, kegiatan bersepeda ke kantor bisa menurunkan angka kematian sampai 40 persen! Tidak usah diragukan juga kalau sepeda pun telah menjadi salah satu cabang olahraga yang terus dipertandingkan hingga ke tingkat dunia.

Beberapa pesepeda yang pernah mencoba jalur Bandung Utara (jalurnya lumayan ekstrim, baik dari derajat kemiringan maupun jalannya yang offroad) mengatakan, bahwa mereka merasakan kelelahan yang luar biasa dengan berkali-kali berhenti dan menghabiskan berbotol-botol air minum. Pegal-pegal otot pun masih dirasakan hingga berhari-hari setelahnya. Namun setelah dicoba lagi pada jalur yang sama, mereka boleh dikatakan mengalami peningkatan yang berarti. Mereka jarang berhenti, napas sudah tidak terlalu ngos-ngosan, air minum yang di botol boleh dikatakan lebih awet, dan badan pun tidak pegal-pegal setelahnya. Hasilnya, kawan-kawan yang sering bersepeda sebagai sarana olahraga boleh dikatakan jarang sakit jika dibandingkan dengan yang tidak. Bahkan ada yang mengatakan kalau ada dari mereka yang tidak pernah lagi absen.

Manfaat bersepeda bukan hanya dari segi fisik, namun juga mental. Para peneliti menyatakan bahwa aktivitas olah raga yang terbaik adalah gabungan dari olah raga beban seperti fitness dan olah raga gerak seperti bersepeda. Keseimbangan kuantitas dan kualitas dalam melakukan orah raga beban dan olah raga gerak akan menghasilkan pembakaran lemak dan di sisi lain massa otot tubuh bertambah. Tentu saja hal tersebut sangat membantu kita dalam mendapatkan bentuk badan yang ideal.

Bukti menunjukkan bahwa ditinjau dari segi fisik, bersepeda dapat menurunkan resiko kita mengidap penyakit-penyakit akibat dari hipokinetik (hipo = rendah, kinetik = gerak) seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, rapuh tulang, lemah dan kaku otot, serta obesitas. Setiap kali dan bila dilakukan secara teratur, bersepeda akan memperlancar peredaran darah dan membakar lemak. Penelitian menunjukkan bahwa satu jam bersepeda (21 km/jam) dapat membakar lemak hingga sebanyak 612 kalori!

Bersepeda justru dapat meningkatkan stamina tubuh. Kaki kita akan menjadi kuat karena dengan bersepeda tentu saja kita membuat orot-otot kaki, terutama quadricep dan otot calf bekerja. Kaki yang kuat akan sangat membantu kita untuk dapat bergerak ke sana kemari. Kita tidak akan mudah terpeleset ataupun terjatuh, dan jika terjatuh pun risiko kita patah tulang sangatlah kecil.

Di sisi lain, keadaan saat ini di mana tingkat polusi udara sangat tinggi, alternatif berkendara dengan menggunakan sepeda tentu saja lebih bersih dan sehat dibandingkan dengan kendaraan bermotor. Sepeda tidak menghasilkan asap maupun menimbulkan polusi udara, sehingga kita bisa bernapas dengan lebih lega.

Sebuah penelitian di Australia yang dilakukan pada tahun 2004 dan dipublikasikan dalam Health Promotion Journal of Australia menemukan fakta bahwa pengendara sepeda motor adalah penikmat gas beracun paling tinggi dibanding pengguna jalan lainnya. Sebaliknya, pengendara sepeda adalah penikmat polusi terendah meskipun pengendara sepeda menghirup udara tiga kali lebih banyak dibanding pemakai jalan lain. Praktisi kesehatan dari Victoria, Dr. Jan Garrard, menegaskan bahwa pengendara sepeda lebih mampu bertahan dari dampak buruk polusi udara disebabkan kegiatan fisik yang dilakukannya telah menaikkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian lain yang dilakukan University of Roskilde, Department of Environment, Technology and Social Studies Copenhagen, Denmark, juga membuahkan hasil yang serupa. Hasil pengujian terhadap pengendara sepeda dan pengendara mobil ber-AC di Copenhagen menunjukkan bahwa pengendara mobil menghirup udara beracun lebih banyak dibandingkan pengendara sepeda.

Secara mental, bersepeda dapat membahagiakan suasana hati, menekan depresi, dan menumbuhkan rasa percaya diri serta sportivitas. Bahkan bagi para wanita, bersepeda dapat mengurangi keluhan-keluhan pada masa menjelang menstruasi. Bersepeda dengan menjadikannya sebagai aktivitas sosial, yaitu bersepeda dengan orang lain dapat memberikan nilai tersendiri yang berarti dari segi kehidupan sosial kita.

Jadi, kenapa kita harus mencari sarana lain dalam berolah raga (sementara waktu kita tidak cukup atau sebenarnya lebih dari cukup) kalau kita punya sepeda menganggur di rumah?


Bersepeda di Berbagai Negara
New York adalah kota terpadat dari segi lalu-lintas. Boleh dibilang kemacetan adalah kejadian sehari-hari yang tidak perlu diceritakan lagi. Sebagai salah satu kota dari negara maju, mereka pun ternyata tidak menganaktirikan sepeda. Bahkan bikeline atau jalur sepeda pun sudah disediakan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan patokan kalau pesepeda di sana sudah dimanjakan. Hampir semua warganya mengatakan kalau bersepeda di Kota New York adalah tindakan bunuh diri. Perlu keberanian yang luar biasa untuk menembus kepadatan lalu-lintas di kota besar itu dengan sepeda.

Loh, ada apa sebenarnya? Pemerintah New York pun akhirnya mengadakan studi banding tentang jalur sepeda ke beberapa kota dunia seperti Koppenhagen, Paris, Amsterdam, Bogota, dan semacamnya. Akhirnya mereka pun mengetahui kalau jalur sepeda di New York salah dalam tata letaknya. Mereka meletakkan jalur sepeda di antara tempat parkir dan jalan raya, sehingga jalur sepeda itu kebanyakan habis untuk tempat parkir dan para pesepeda pun tetap berjuang keras di tengah-tengah jalan raya yang padat. Sementara di kota-kota lain yang dijadikan studi banding, jalur sepeda ditempatkan di antara pedestrian dan tempat parkir. Bahkan antara jalur sepeda dan tempat parkir pun di sediakan pembatas yang aman (sementara di Bogota, pembatas yang dipakai juga ditanami beberapa tanaman yang indah dan menarik).

Bogota adalah ibukota Kolombia, yang berada di Amerika Selatan atau lebih dikenal dengan Amerika Latin. Dengan jumlah penduduk sekira tujuh juta jiwa, Bogota bukan hanya terkenal sebagai kota narkoba, tetapi juga terkenal dengan korupsi para pejabatnya, penculikan, dan tindak kejahatan lainnya yang tidak kalah seram. Tapi itu dulu. Kini Bogota sudah berbeda. Bogota sudah menjadi kota yang lebih baik lagi.

Semuanya berawal pada tahun 1995 saat Bogota dipimpin oleh walikota bernama Antanus Mockus. Ia yang juga merupakan guru besar Matematika Universitas Columbia, berjanji akan mengubah kebiasaan masyarakat Bogota menjadi lebih baik lagi. Janji tersebut kemudian diteruskan dan berusaha diimplementasikan oleh Enrique Penalosa saat terpilih menjadi walikota pada tahun 1998.

Sebelumnya, Bogota memiliki tingkat pengangguran 20%, dan 55% tingkat perekonomian masyarakatnya berada di bawah garis kemiskinan dengan penurunan nilai eksport dan politik yang tidak stabil. Jika dibandingkan, kota dengan tingkat kerusakan dan polusi yang buruk ini tidak lebih baik dari Jakarta. Bahkan, mungkin jauh lebih buruk lagi kondisinya.

Segalanya memang butuh proses. Saat Enrique terpilih menjadi walikota, ia berkata di depan seluruh anggota dewan bahwa membangun kota tidak melulu harus untuk bisnis dan kendaraan, tetapi juga untuk anak-anak, anak muda, dan orang tua. Jadi membangun kota untuk masyarakat luas. Daripada membangun jalan, lebih baik dibangun sarana pejalan kaki dan sepeda yang baik, membuat sistem transportasi umum yang handal, dan mengganti tiang-tiang iklan dengan pepohonan. Tujuannya cuma satu, yaitu kesejahteraan.

Banyak yang tidak memahami bahwa ciri kota yang sakit adalah banyaknya mal-mal yang berdiri karena pembangunan mal dipastikan telah memangkas ruang publik. “Kota yang baik adalah kota yang bisa menyediakan kebahagiaan bagi penduduknya yang bukan diukur dari pendapatan perkapita atau kemajuan teknologinya,” ujar Enrique saat mengunjungi Jakarta. Kota yang baik membutuhkan tempat untuk masyarakatnya dapat berjalan kaki, sehingga mereka bisa berkumpul bersama. Kota yang baik harus menghormati harga diri manusia. Bahkan di kota-kota maju seperti New York, London dan Paris saja, masyarakat masih bisa berkumpul di ruang-ruang publik seperti jalan dan taman kota. Di mana semua orang memiliki hak yang sama. Pembangunan mal hanya menciptakan jurang perbedaan antara si kaya dan si miskin. Mal hanya mencegah orang miskin tidak bisa masuk ke dalamnya. Jadi, ruang-ruang publik seperti jalan-jalan dan taman-taman yang harusnya ditambah. Pembangunan trotoar untuk warga adalah simbol demokrasi yang menunjukkan pemerintah menghargai orang yang berjalan kaki. Mereka sama pentingnya dengan orang yang mengendarai mobil seharga 20 ribu dolar.

Enrique pun mengawalinya dengan memberlakukan pelarangan penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya atau car free day pada Desember 1999 dan memaksa jutaan orang untuk menikmati lampu-lampu natal dari sepeda atau berjalan kaki dengan aman. Langkah berikutnya adalah menerapkan hari bebas kendaraan pada setiap hari kerja. Tidak mudah, karena banyak pula yang menyebut dirinya komunis terutama beberapa pengusaha dan orang kaya. Mereka berusaha untuk menggagalkan usahanya itu. Enrique berkata pada mereka, bahwa ia akan membatalkan kebijakan car free day jika memperoleh suara kurang dari 60% dan mereka setuju. Dan memang pada akhirnya 61% menyetujuinya. Enrique pun juga membuat Transmilenio, yaitu sebuah sistem transportasi baru dalam mengelola angkutan umum atau disebut juga dengan Bus Rapid Transit.

Pada saat car free day diberlakukan, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2000 di mana satu setengah juta penduduk melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dan bersepeda, ternyata aktivitas pendidikan dan perekonomian sama sekali tidak terganggu seperti yang dibayangkan sebelumnya. Akhirnya, pada referendum kedua di bulan Oktober 2000, 70% suara menginginkan dilanjutkannya program car free day, bahkan 51% mendukung agar program itu dilakukan setiap hari selama 6 jam.

Untuk melakukan perubahan besar itu, dananya diperoleh dari komponen pajak BBM yang tinggi. Kebijakan ini juga dibarengi dengan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem plat nomor dan tarif parkir yang tinggi, terutama di perkotaan. Semua perubahan itu bukan tanpa resiko. Seorang politisi memang harus mempersiapkan diri untuk mengambil resiko. Politik harus membuat perubahan. Transmilenio yang diterapkan pun tidak merugikan para penyedia jasa angkutan umum konvensional yang sudah ada. Mereka semua masih beroperasi. Transmilenio telah mengurangi 1 sampai 2 jam waktu tempuh pada koridor yang sama. Saat ini tarifnya hanya 900 pesos yang kalau disetarakan dengan mata uang Indonesia, mungkin hanya sekira Rp.3000 saja. Dengan uang sebesar itu, kita sudah bisa berkeliling Bogota.

Bogota telah membangun 374 km jalan sepeda yang terintegrasi dalam jaringan yang dikenal dengan nama Cyclorrutas, kendati baru terealisasi 270 km. Banyak warganya yang mengatakan, Bogota memang tidak memiliki pantai, tetapi dia memiliki jalur sepeda. Jalur sepeda ini diklaim yang terpanjang di dunia. Coba bandingkan dengan jalur sepeda di Paris yang hanya sepanjang 195 km atau di Lima (Peru) yang panjangnya 43 km. Bogota ingin menjadi kota yang humanis atau ciudad humana. Jadi sudah sepantasnya kalau para pengguna sepeda maupun pejalan kaki dimanjakan. Enrique ingin membuat Bogota menjadi kota yang layak huni, dan ternyata ini bukanlah mimpi. Ia bisa mewujudkannya. Bogota telah mempunyai prasarana pejalan kaki yang luas, prasarana rute sepeda yang baik dan panjang, serta prasarana dan sarana angkutan umum yang handal.

Banyak orang yang menilai kalau sepeda adalah kendaraan untuk orang miskin atau kalangan menengah ke bawah, terutama di negara-negara berkembang. Tetapi kenyataannya banyak pengendara sepeda di beberapa kota besar termasuk di Bogota adalah orang-orang yang mampu, bahkan boleh dibilang orang-orang kaya. Kepedulian mereka terhadap lingkunganlah yang membuat mereka beralih dari kendaraan bermotor ke kendaraan non-motor. Kendaraan bermotor mulai dirasakan dampak buruknya, yaitu menimbulkan polusi udara dan suara, kemacetan di jalanan, memboroskan BBM, dan menyumbang tinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Jika hal ini terus berkelanjutan, akibatnya dapat kita rasakan bersama, yaitu BBM untuk generasi mendatang cepat habis, polusi udara sangat tinggi, waktu maupun BBM banyak terbuang sia-sia di jalan karena kemacetan. Dan buktinya, sudah kita ketahui bersama bahwa BBM hampir tiap tahun terus mengalami kenaikan harga. Karena itulah naik sepeda merupakan salah satu alternatif yang paling mungkin dan efisien untuk menghemat energi. Hal ini mengingat sepeda tidak menggunakan BBM sama sekali dan dapat dimiliki oleh semua golongan.

Menurut Jan Ghell, seorang arsitek terkemuka dari Denmark, ada konsep lain dalam membangun jalan, yaitu undangan. Artinya, kalau kita mau mengundang pengendara sepeda, bangunlah jalur khusus sepeda. Namun, kalau mau mengundang pengendara bermotor, bangunlah jalan tol, jalan layang, atau terowongan. Dengan kata lain, jumlah pengendara sepeda secara otomatis akan meningkat bila di kota bersangkutan ada jalur khusus bersepeda. Sebagai contoh di Bogota, sebelum ada jalur khusus sepeda, pengendara sepeda hanya 4% saja. Tetapi setelah ada jalur khusus sepeda, dalam waktu lima tahun sudah naik menjadi 14 persen dari total perjalanan. Apabila tersedia angkutan umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu serta tersedia jalur khusus sepeda dan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman, maka dengan sendirinya orang akan memilih ketiga fasilitas itu sebagai moda transportasi daripada naik mobil pribadi dan terjebak dalam kemacetan selama berjam-jam di jalan dan memboroskan BBM.

Lajur pedestrian dan sepeda di Bogota telah menjadi bagian penting dari akses lalu lintas. Jalur-jalur pedestrian dan sepeda itu bahkan menembus berbagai kawasan dan permukiman Bogota. Mereka membuat beberapa regulasi yang berkaitan dengan ini. Setiap hari Minggu misalnya, jalan raya dijadikan jalur khusus sepeda yang dikenal sebagai Ciclovias. Jalan itu tertutup untuk angkutan bermotor dan hanya diperbolehkan untuk pedestrian, pesepeda atau peseluncur dengan sepatu roda atau skateboard. Kegiatan ini telah diikuti oleh dua juta orang dan mereka yakin kalau jumlah ini adalah yang terbesar dalam gerakan bebas berkendaraan bermotor di dunia. Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tua muda, bahkan anak-anak, banyak yang bersepeda, termasuk juga ada yang sembari mengasuh anak balitanya dengan menggunakan sepatu roda atau sepeda mini. Mereka sangat menikmati kegiatan bebas kendaraan bermotor ini.

Warung-warung minum atau makanan ringan, bengkel sepeda sementara sepanjang jalan sepeda, yang hanya buka saat kegiatan itu berlangsung, siap menerima para pengayuh sepeda yang ingin melepas lelah. Begitu juga bengkel sepeda dadakan siap menerima reparasi ringan sepeda warga. Para sukarelawan Ciclovias pun selalu sedia membantu walau hanya untuk mengarahkan jalan atau menghentikan kendaraan bermotor yang akan melintas demi kenyamanan para pejalan kaki atau pesepeda. Untuk mengkampanyekan hal itu, sudah pasti beberapa artis Kolombia diajak untuk turut serta. Dan ternyata, mereka pun bangga dengan kegiatan itu. Mereka meyakinkan warga bahwa bersepeda itu juga modis. Sarana pendukung seperti toilet, bangku untuk beristirahat, hingga tempat parkir sepeda sudah tersedia di pinggir-pinggir jalan. Jembatan penyeberangan pun dibuat meliuk-liuk agar bersepeda menjadi lebih menyenangkan.


Sejarah B2W Indonesia
Pada Jum’at sore di bulan November 2005, sebuah pemandangan istimewa (bahkan bisa dikatakan luar biasa) terjadi di Jl. Cikapayang, tepatnya di bawah jembatan layang Pasupati. Ratusan orang beragam usia dan juga sepeda dari berbagai jenis dan merek berkumpul bersama dalam rangka mengkampanyekan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan. Adalah Akhmad Riqqi, staf pengajar di Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, yang mencetuskan ide itu bersama beberapa kawan dan juga mendirikan Bike Commuter Bandung (BCB), sebuah kelompok sepeda yang anggotanya juga merupakan anggota dari beberapa kelompok sepeda yang sudah ada.

“Sejak BBM naik, memang banyak yang pindah ke motor. Tapi motor juga kan masih bergantung pada BBM. Kita ingin memperlihatkan sepeda bisa menjadi alternatif transportasi supaya Kota Bandung bersih,” ujar Akhmad Riqqi mengenai alasan mengapa kegiatan itu digaungkan. Apalagi, lanjutnya, ada dua faktor penting yang sangat berkaitan, yaitu akibat kenaikan harga BBM dan juga kesadaran untuk hidup sehat dengan menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan (karena tanpa BBM). Sepeda sebagai moda transportasi pun bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk bersekolah, kuliah, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang berkaitan. Makanya kegiatan ini memakai slogan “Bike to Work, Bike to Campus, Shared the Road”.

Pada acara itu pula tag kuning yang bertuliskan Bike to Work, Bike to Campus, dan juga Shared the Road dibagikan secara gratis pada pesepeda yang hadir. Bike tag itu juga tidak hanya dibagikan tiap Jum’at sore di Cikapayang, tetapi juga dibagikan di mana-mana oleh para pengurusnya ketika bertemu dengan para pesepeda di Bandung sebagai bentuk kampanye yang berkelanjutan. Jadi jangan heran, jika di jalan-jalan akan banyak ditemui beberapa sepeda yang memakai bike tag berwarna kuning tepat di bawah sadelnya.

Boleh dibilang, sebenarnya acara ini juga merupakan perpanjangan dari kampanye Bike to Work (B2W) yang lebih dahulu dicanangkan di Jakarta oleh Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2004 di Plaza Danamon, yang dihadiri oleh 150 pesepeda. Kampanye yang diprakarsai oleh Anton (alm), Abby, Toto, Ozy, Toufik, Devin, dan kawan-kawan lainnya dari Jalur Pipa Gas (JPG) Mountain Bike itu kemudian dilanjutkan pada Bulan Agustus 2005 yang diikuti oleh 600 pesepeda, sekaligus deklarasi pembentukan B2W Indonesia. Tujuannya tidak lain agar memiliki wadah sendiri dengan tujuan yang jelas, dan sudah tentu akan lebih mudah berkembang. Pada akhirnya, kampanye ini pun mengakumulasi pada acara B2W Day di Bundaran HI pada tanggal 25 Agustus 2006 yang dihadiri sekira 1.300 pesepeda dari seluruh wilayah di Jakarta. Kampanye tersebut terbilang sukses karena menarik perhatian seluruh media cetak dan elektronik nasional.

“Mudah-mudahan kita tidak terlalu terlena dan puas,” ujar Toto Sugito yang saat ini adalah Ketua Umum B2W Indonesia, “(karena) masih banyak dan panjang sekali pekerjaan yang harus kita lakukan untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif dan juga mewujudkan jalur prioritas sepeda dan fasilitasnya di kota-kota besar pada umumnya dan di Jakarta khususnya. Kesabaran dan konsistensi yang tinggi masih kita butuhkan untuk merealisasikan cita-cita kita.”

Tidak mengherankan jika ia mengungkapkan hal itu, karena sampai saat ini sepeda masih dianggap moda transportasi kelas bawah. Kendati kenyataan itu sudah ditampik dengan beberapa sepeda yang dipakai oleh penggiat B2W yang berharga di kisaran satu sampai lima juta (bahkan ada yang lebih dari sepuluh juta), juga dilihat dari profesi orang-orangnya yang rata-rata adalah eksekutif muda, tetap saja sepeda masih merupakan moda transportasi kelas bawah. Sepeda masih kalah pamor dengan motor atau mobil karena kalah dari segi kecepatan, rawan kecelakaan, tidak tahan polusi, sehingga masih dianaktirikan.

Namun kalau melihat konsep balancing, di mana ada kekurangan berarti masih ada kelebihannya, maka sepeda bagi para pemakainya tetap memiliki kelebihan yang luar biasa di tengah hiruk-pikuknya kendaraan bermotor. Ada yang mengatakan kalau hal ini adalah tantangan dan perjuangan tersendiri yang mengasyikkan, sehingga kelengkapan dalam bersepeda (penggunaan helm, sarung tangan, kacamata, masker, pakaian olahraga, sepatu, krim anti-matahari, dan lain-lain pada akhirnya adalah sesuatu yang wajib dipakai saat bersepeda) pun harus diperhatikan benar. Dan ternyata memang benar, karena banyak yang membuktikan bahwa dengan bersepeda, perjalanan dari rumah ke kantor (kendati jauh sekalipun) jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor mana pun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya titik kemacetan terutama di Jakarta di mana bagi pesepeda bukan merupakan halangan.

Perubahan cuaca yang mendadak pun bukan menjadi halangan. Justru hujan menjadi kesenangan tersendiri bagi pesepeda yang sudah merasakannya. Ada kegembiraan yang hanya dapat dirasakan anak-anak saat hujan-hujanan, hingga pada akhirnya ada istilah ‘bebek-bebekan’ di kalangan B2W yang berarti bersepeda hujan-hujanan. Banjir besar yang pernah melanda Jakarta pun bukan halangan yang berarti bagi para pesepeda, karena mereka pun tetap melanjutkan aktivitasnya kendati jalan-jalan di beberapa titik sudah ditutup karena ketinggian air yang sudah tidak bisa ditolerir oleh kendaraan bermotor. Sepeda sebagai kendaraan 2x2 (dua dengkul dan dua roda), mengambil istilah dari Rivo Pamudji, ternyata lebih unggul jika dibandingkan oleh mobil 4x4 yang juga menyerah saat banjir kemarin.

Kelebihan lainnya adalah kenikmatan yang hanya bisa didapat melalui ‘kacamata’ pesepeda saat di jalan. Bagaimana mereka bisa merasakan nilai sosial yang lebih tentang keadaan di sekitarnya (contoh konkritnya adalah inisiatif B2W bekerja sama dengan Cherokee Arung Jeram yang mendirikan pos pelayanan saat banjir di Jakarta, dan juga mengantarkan logistik atau mengungsikan orang-orang yang sudah terjebak banjir dengan menggunakan perahu karet), baik itu sesama pesepeda maupun dengan keadaan lalu lintas yang semrawut.

Di luar itu, tentu saja sepeda merupakan sarana olahraga yang paling efektif jika kita tidak punya waktu luang. Banyak yang beralasan seperti ini, apalagi ternyata banyak yang bilang kalau capeknya sama dengan mengendarai motor yang sering terjebak macet. Namun sepeda lebih unggul, karena keringat yang keluar adalah positif dan pikiran pun bisa lebih fresh. Sepeda adalah dunia 3G, kata Capunk, yang berarti Gowes, Gaya, dan Gembira. Dan dengan bersepeda, banyak yang mengiyakan kalau biaya pengeluaran keluarga per bulan bisa menjadi berkurang. Hemat dapat, sehat pun diraih, persahabatan semakin bertambah. Luar biasa.

Bagaimana dengan jarak yang jauh? “Jarak bukanlah masalah yang berarti,” jawab Okto yang juga salah seorang penggiat B2W. Karena setelah dijalani, sebenarnya dominasi ‘rasa takut’lah yang membentuk blokade hingga membuat manusia menjadi malas untuk bersepeda. Dan setelah dipaksakan untuk bersepeda, jarak yang jauh pada akhirnya bukan lagi menjadi masalah, tetapi justru masalahnya adalah karena terlalu dekat. Nah loh!?

Kini, anggota B2W sudah lebih dari 3000 orang di seluruh Indonesia. Tetapi itu hanya yang terdata saja di sekretariatnya di daerah Mampang Prapatan, sedangkan yang tidak terdata mungkin bisa lebih dari jumlah yang terdata itu. Toto dan segenap keluarga B2W Indonesia boleh bergembira ria karena perjuangan mereka kini mulai menunjukkan hasil yang signifikan, paling tidak hal ini terbukti dari semakin banyaknya orang yang tertarik menggunakan sepeda. Bahkan berbagai kalangan pun sudah membicarakan kemungkinan untuk membuat jalur sepeda di jalan raya.

“Meskipun masih banyak pro dan kontra, paling tidak sudah ada perhatian kepada para pengguna sepeda,” seru Toto. Pria setengah baya yang masih sangat bugar ini percaya bahwa pengurangan penggunaan kendaraan bermotor akan berdampak besar pada berkurangnya polusi udara di bumi. “Kita ingin membuat lingkungan yang lebih sehat dan nyaman di tempat kita hidup ini. Bahkan untuk ke depannya kita menginginkan lebih dari sekadar bike to work, tapi juga bike to school atau bike to go.”

Mungkin kebanyakan dari kita berpikir jauh-jauh untuk mengendarai sepeda di jalan raya, terutama Jakarta, yang begitu padat dan ramai. “Naik mobil aja sering ketabrak, apalagi naik sepeda? Kalau ketabrak, langsung kena badan tuh…,” ujar salah seorang yang pesimis. Uti, salah seorang wanita pesepeda yang juga menjadi humas B2W Indonesia mengatakan bahwa segala kecemasan itu pasti ada. “Tapi jangan khawatir, karena dalam komunitas ini kita bisa berbagi segala macam kesulitan. Mulai dari bagaimana memilih sepeda yang baik, bagaimana tips dan trik menghadapi kendaraan bermotor yang begitu ganas di jalan raya, bagaimana merawat sepeda, termasuk mencari tempat parkir yang aman.”

B2W mempunya banyak sekali kegiatan bersama. Secara rutin mereka berkumpul paling tidak seminggu sekali di titik-titik strategis, biasanya hari Jum’at pagi atau Jum’at sore sepulang kantor. Setelah berkumpul, mereka konvoy sepeda bersama mencari makan (kuliner) atau sekadar mengantarkan rombongan lain ke daerahnya. Selain itu, B2W juga mempunyai event-event besar seperti fun bike, konvoy akbar, pameran mountain bike, dan sebagainya.

Kampanye B2W terus berkelanjutan melalu website, milis, dan blog-blog anggotanya di internet. Bukan secara teori saja, karena mereka semua juga masuk dalam tataran praktik kendati hanya sekali dalam seminggu (bahkan ada yang sudah tiap hari bersepeda). Hal ini dibuktikan dengan mulai tertariknya jajaran pejabat dan juga sampai ke kantor kepresidenan. Pada Jum’at pagi, 24 November 2006, Andi Mallarangeng dan Menristek pun ikut-ikutan bersepeda dari rumah ke kantor, didampingi oleh ratusan anggota B2W.

“Naik sepeda ke tempat kerja harus dieskpos, sebab ide ini sangat bagus diterapkan di kota besar seperti Jakarta,” terang Andi dengan keringat yang masih bercucuran saat ditemui di Kantor Sekretariat Negara. “Apalagi polusi sekarang ini makin tinggi dan macet luar biasa,” imbuhnya yang mengayuh sepeda dari rumahnya di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, yang menempuh jarak 40 km untuk sampai ke kantornya. Awalnya ia memperkirakan akan menempuh perjalanan selama 2 jam, namun dengan kecepatan 29-30 km/jam, ia berhasil mempersingkat waktu selama 30 menit.

Jubir kepresidenan dan Menristek saja mampu, kendati mereka sudah terbiasa dengan mobil ber-AC, lalu bagaimana dengan kita?

“Pak SBY nggak percaya loh kalau saya bakal sampai (kantor),” kata Andi Mallarangeng sambil tertawa setelah ia tiba di kantornya.


Kisah-Kisah B2W
“Ma, B2W, yuk.”
“Idih, ogah ah, emang enak 25 kilo nyepeda? Bongkok iya.”
“B2W, Ma, B2W, Ma!!!” tunjuknya pada beberapa pesepeda dengan tag kuning khasnya, melewati mobil kami yang terjebak macet. “Hebat ...hebat!”
“Oh iya, hebat ya,” sahutku tidak terlalu merespon. Hatiku malah berbisik, Kurang kerjaan.
Saat Papa makin cinta sama sepeda, aku sering dikirimi e-mail tentang orang-orang yang B2W. “Banyak yang bersepeda dari Depok lho,” katanya lebih lanjut.
Aku hanya mesem-mesem, sambil berkata dalam hati, Hohoho ... banyak juga orang yang kurang kerjaan dari Depok.

Itulah salah satu cerita tentang pasangan suami istri tentang B2W. Pada akhirnya, suami Mama Kintan, yang memuat cerita itu di blognya, kini telah menjadi salah satu penggiat B2W yang aktif. Dan beragam cerita tentang perkenalan mereka dengan B2W pun mengalir di milis-milis, blog-blog, dan website B2W-Indonesia. Hampir semuanya sepakat kalau pada akhirnya sepeda menjadi kendaraan terfavorit dan tercinta, kendati di awalnya hati mereka merasa ragu dan takut untuk memulainya.

“Ada kekhawatiran semula yang sekarang menjadi keyakinan, ada ketakutan di awal yang sekarang justru menjadi kebanggan,” ujar Capunk (42 th) yang ber-B2W dari daerah Harapan Indah - Gatot Subroto.

“Hoi ... ada beruang naik sepeda!” teriak beberapa anak SD ketika melihat Andreas yang bertubuh besar mulai bersepeda. Tetapi kini, baginya hal itu adalah hiburan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. “Bagi saya yang terpenting adalah cucuran keringat yang menyehatkan dan terpaan angin di wajah yang menyegarkan. Belum pernah sebelumnya saya merasakan kebebasan dan inspirasi seperti ketika mengayuh sepeda seperti sekarang ini. Sambil meluncur sendirian, saya menikmati angin pagi yang mendengungkan sebuah lagu Bicycle Race (Queen) penuh semangat di pikiran,” ujarnya bangga.

“Gila lu ye, ke kantor pake sepeda, gak ada kerjaan ye?!” sahut teman-teman Teko yang ber-B2W dari Pondok Hijau Permai - BEJ. “Gila, lo naek sepeda ke kantor?” teriak teman-teman Lambang Triaji yang ber-B2W dari BSD - Cipete. “Ada motor lo malah naek sepeda?!” sahut yang lain seperti tidak percaya.

“Welcome to the traffic jungle!” jawab Teko dengap mantap menanggapi mereka. “Kalau kerja pake motor atau mobil itu mah sudah umum, biasa, dan lazim. Dan kali ini gue mau yang sedikit unique, x-treem, crazy, dan tentu saja berbeda,” lanjutnya dengan bangga. “Take it easy, concentration, fun and relax, that’s the key.”

Masih banyak lagi cerita-cerita unik, inspiring, lucu, dan semacamnya mengenai hari pertama dalam ber-B2W. Tidak sedikit yang merasakan kegelisahan di malam menjelang mereka akan ber-B2W. Deday yang ber-B2W dengan rute Gajah Mada – Sudirman mengatakan, “Maklum gue agak gelisah seperti kegelisahan gue (saat) mau ngelamar bini gue dulu.” Waduh! Bahkan tidak sedikit yang tidak bisa tidur karena betapa keesokan harinya adalah hari bersejarah mereka. Kendati sebenarnya hal itu tidak dianjurkan karena secara tidak langsung akan berpengaruh pada fisik mereka saat bersepeda. Istirahat yang cukup adalah kunci sebelum bersepeda dengan jarak yang jauh.

“Paha sudah nggak kuat lagi, terpaksa (deh) minggir (untuk) istirahat. Badan serasa digebukin maling (tapi) nggak bisa bales, hehe.... Tapi mo gimana lagi, show must go on. Saya nggak mungkin nyerah gitu aja or naek metro mini sambil naikin sepeda (karena) bisa didamprat orang satu bus. Alhasil, sisa perjalanan digowes dengan pasrah,” ujar M. Fajar Nugraha yang kini ber-B2W dengan rute Tangerang - Menteng mengenang saat pertama kali ber-B2W.

Beberapa di antaranya juga pada akhirnya bisa mengajak anak-anak dan istri mereka untuk mulai bersepeda. Tekad (44 th) selalu bersepeda bersama dengan anaknya sampai di sekolahnya, setelah itu ia melanjutkan ke kantor sendirian. Alan Ridlon dan istri kini selalu ber-B2W bersama dengan rute Depok - Kuningan/Merdeka. Tidak jarang ketika jalanan sedang sepi, mereka bisa bergandengan tangan. Duh, romantisnya.

Sepeda sudah menjadi melekat dengan mereka-mereka yang ber-B2W. Tidak ada kata yang pantas mereka ucapkan selain Amazing dan Unbelievable mengenai hari pertama ber-B2W. Tetapi semuanya itu terpulang kepada individu masing-masing. Kendati sudah banyak nilai positif yang bisa diambil dari kegiatan bersepeda, di luar sana masih banyak orang yang tidak percaya dengan sepeda. Sepeda masih dipandang kuno, kelas bawah, tidak rasional, dan macam-macam. Wajar saja. Semoga kampanye B2W pun tidak menjadi eksklusivitas semata di mana hanya orang-orang tertentu atau sepeda-sepeda tertentu saja yang bisa bergabung. Masih banyak orang-orang yang sudah mulai ber-B2W jauh sebelum kampanye pertama digaungkan, tetapi mereka hanyalah pesepeda yang diawali keterpaksaan.

“B2W-Indonesia bisa sampai seperti saat ini melalui proses panjang, serta melewati pilihan-pilihan yang sebagian sudah kita sadari impact-nya. Salah satunya adalah mengkampanyekan B2W di kalangan pekerja kantoran termasuk eksekutif dengan harapan lebih mudah getok-tular-nya ke yang lain. Yang penting targetnya sama, yaitu tersedianya prasarana bersepeda yang ‘nyaman’ dan ‘aman’ bagi semua pesepeda termasuk rekan-rekan B2W yang lebih dulu eksis keberadaannya,” sahut Ozy yang juga pentolan B2W Indonesia.

Ya, semoga saja. Dan semoga pula bagi para pesepeda yang diawali dengan keterpaksaan, pada akhirnya tetap menjadi sepeda sebagai moda transportasi utama, di mana mereka menggowes pedal sepedanya dengan rasa bangga dan benar-benar menikmati. Krisnawijaya, penggiat B2W lainnya, mengatakan, “Tabahkan hatimu ya, Say. Sorry, bukannya aku nggak cinta. Tapi ini kan juga berkat support kamu. Aku jadi lebih sehat, bugar, bisa ngirit (dikit), bisa ikut ngurangin polusi di Jakarta dan nggak pernah merah lagi absennya.” Betul, kan?[]

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help